Menu

Mode Gelap
Gebyar UMKM Sidoarjo: Wadah Promosi Produk Lokal dan Naik Kelas Pelaku Usaha Wabup Mimik Dorong Inovasi dan Pemasaran Digital UMKM Sidoarjo, Ajak Warga Borong Produk Lokal Setelah Kibar Bendera, Delapan Paskibraka Bawean Menanti Pulang di Tengah Gelombang Tinggi Apresiasi Anggota DPR: Buku ‘Hidup Berkah’ Hadirkan Pilar Kebermanfaatan bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara Melalui Rapat Koordinasi, SD Muhammadiyah 16 Surabaya Kukuhkan Komitmen Transformasi Pendidikan Berbasis Kreativitas BPR Delta Artha Perluas Jangkauan Kurda Rp 121 Miliar untuk UMKM Sidoarjo, Kini Jemput Bola ke Desa

Pendidikan

Melalui Rapat Koordinasi, SD Muhammadiyah 16 Surabaya Kukuhkan Komitmen Transformasi Pendidikan Berbasis Kreativitas

badge-check


					Melalui Rapat Koordinasi, SD Muhammadiyah 16 Surabaya Kukuhkan Komitmen Transformasi Pendidikan Berbasis Kreativitas Perbesar

KlikMojok – Pada Jumat dan Sabtu, 28-29 Agustus 2026, SD Muhammadiyah 16 Surabaya menyelenggarakan rapat koordinasi pimpinan di Hotel Rayz Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pertemuan ini bertujuan untuk menguatkan konsolidasi internal, mengevaluasi beragam program yang telah berjalan, serta merumuskan strategi konkret demi mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan di sekolah tersebut.

Suasana kolaboratif dan penuh kehangatan terpancar di ruang pertemuan Hotel Rayz UMM sepanjang dua hari tersebut. Sebanyak 30 peserta, meliputi pimpinan sekolah, kepala urusan, sekretaris, tim Lighthouse, dan Koordinator Kelas, turut serta dalam diskusi intensif, duduk melingkari meja untuk bertukar pikiran.

Para peserta bersama-sama merajut visi dan misi, berupaya menjawab tantangan yang terus berkembang di dunia pendidikan. Dalam konteks ini, kreativitas dan kolaborasi diangkat sebagai dua pilar utama yang diharapkan mampu mendorong SD Muhammadiyah 16 Surabaya mencapai kemajuan yang lebih signifikan.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., secara resmi membuka forum tersebut dengan memaparkan esensi dan urgensi dari pertemuan penting ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dinamika operasional sekolah tidak akan dapat berjalan secara optimal tanpa adanya sinergi yang kuat antara seluruh unsur pimpinan dan para pendidik.

“Terima kasih banyak kepada seluruh peserta dari berbagai unsur pimpinan. Rapat koordinasi ini menjadi sarana konsolidasi, evaluasi, dan mengintegrasikan program dari tiap unsur pimpinan,” ujar Ely Rhodlifah saat menyampaikan arahan di hadapan para peserta, menegaskan peran krusial pertemuan ini.

Menurut penjelasan Ely Rhodlifah, upaya transformasi sekolah memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen yang terlibat, tanpa terkecuali. Setiap bagian dan individu memiliki peran strategis yang saling melengkapi dan menguatkan, sehingga tidak ada program sekolah yang dapat berjalan secara terpisah atau independen.

“Ketika semua unsur bisa saling terhubung, program sekolah akan lebih mudah diarahkan pada tujuan yang sama. Karena itu, koordinasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah,” lanjutnya, menyambung pembahasan mengenai vitalnya kesatuan visi dan misi di lingkungan sekolah.

Semangat pembaruan dan inovasi ini memperoleh apresiasi yang mendalam dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Drs. H. Ahmad Zaini. Ia menyoroti bahwa berbagai keberhasilan yang telah diraih oleh Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya selama ini merupakan hasil dari keberanian mereka untuk terus bergerak maju dan senantiasa belajar.

“Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya adalah sekolah yang terus berkembang. Terima kasih banyak kepada pimpinan dan seluruh guru dan karyawan,” kata Zaini, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika sekolah.

Lebih lanjut, Drs. H. Ahmad Zaini mengingatkan bahwa capaian dan prestasi yang diraih hari ini bukanlah sebuah titik akhir dari perjalanan. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan secara berkelanjutan menuntut adanya pembaruan dan inovasi yang tidak boleh terhenti hanya karena merasa telah mencapai zona aman.

“Saya sangat mengapresiasi sekolah yang selalu berinovasi untuk transformasi pendidikan yang lebih baik,” ungkap Zaini dengan penuh rasa bangga, menggarisbawahi pentingnya inovasi.

Sebelum memandu para peserta masuk ke sesi diskusi yang lebih teknis, Zaini memberikan sebuah pesan pamungkas yang bertujuan untuk menyentil kesadaran dan memotivasi seluruh peserta rapat koordinasi. Pesan singkat tersebut sekaligus menjadi pemicu dan pemantik dinamika diskusi yang berlangsung selama dua hari penuh.

“Jangan pernah merasa puas, karena kreatif itu selalu berkembang,” tegasnya, memberikan penekanan pada filosofi dasar kreativitas yang tak terbatas.

Setelah sesi pembukaan selesai, Zaini segera mengarahkan seluruh peserta untuk mulai membedah dan menganalisis berbagai laporan kerja yang telah disiapkan. Suasana rapat kemudian bergeser menjadi sebuah arena diskusi interaktif yang intens dan produktif.

Para Koordinator Kelas, yang bertanggung jawab dari jenjang kelas I hingga kelas VI, secara bergantian memaparkan dinamika pembelajaran serta capaian program yang telah terlaksana di tingkat jenjang masing-masing. Proses pertukaran gagasan berlangsung secara alami dan dinamis, di mana peserta lain turut memberikan tanggapan serta masukan yang konstruktif.

Diskusi yang berlangsung tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis semata, melainkan juga bermuara pada upaya pencarian solusi konkret dan nyata. Setiap tantangan yang ditemukan di lapangan dipetakan secara kolektif untuk menghasilkan berbagai terobosan baru yang siap diimplementasikan pada semester berikutnya.

Di tengah hangatnya diskusi, sebuah perspektif menarik turut muncul dari sektor pendukung pembelajaran. Pustakawan sekolah, Assabaniyah, A.Md., menyampaikan laporan mengenai perkembangan perpustakaan yang kini telah bertransformasi menjadi pusat utama gerakan literasi bagi para siswa.

“Kami terus meningkatkan layanan di perpustakaan. Karena membangun literasi adalah membangun peradaban,” ujar perempuan yang akrab disapa Nia tersebut, menegaskan pentingnya literasi dalam kemajuan.

Pernyataan dari Nia ini memperkuat bahwa transformasi signifikan di SD Muhammadiyah 16 Surabaya selalu berakar pada langkah-langkah nyata yang konsisten dan berkelanjutan. Penguatan budaya membaca, peningkatan kualitas layanan, efektivitas koordinasi antarpersonel, serta keberanian dalam melakukan evaluasi secara terbuka, semuanya menjadi modal utama bagi sekolah ini dalam mempersiapkan dan mengawal masa depan peserta didik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Kibar Bendera, Delapan Paskibraka Bawean Menanti Pulang di Tengah Gelombang Tinggi

28 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Apresiasi Anggota DPR: Buku ‘Hidup Berkah’ Hadirkan Pilar Kebermanfaatan bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara

28 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Aroma Penolakan: Warga Bangunsari Menang, Rencana TPST Berpindah ke Kaliabu

28 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api

28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN

28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Trending di Pendidikan