Menu

Mode Gelap
BPR Delta Artha Perluas Jangkauan Kurda Rp 121 Miliar untuk UMKM Sidoarjo, Kini Jemput Bola ke Desa Aroma Penolakan: Warga Bangunsari Menang, Rencana TPST Berpindah ke Kaliabu Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN Memupuk Kebersihan, Menjaga Silaturahmi: Jejak Demokrat Kota Probolinggo di Musholla Warga Antara Ikatan Historis dan Marwah Organisasi: Nasihat Kiai Asep untuk Rais Aam PBNU di Muktamar Nahdlatul Ulama

Pendidikan

Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN

badge-check


					Siswa SDMM Asah Keterampilan Digital dan Strategi di Kompetisi Roblox Tingkat ASEAN Perbesar

KlikMojok – Sepuluh siswa berprestasi dari SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini menunjukkan kemampuan strategi dan fokus mereka di panggung internasional. Mereka berpartisipasi dalam kompetisi Roblox tingkat ASEAN, Codero Esport Season V, yang diselenggarakan di Laboratorium SDMM lantai tiga pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Sejak pagi hari, layar komputer menjadi medan pertarungan bagi para siswa untuk menguji ketangkasan dan konsentrasi mereka dalam permainan berbasis Roblox.

Kesepuluh siswa ini merupakan peserta yang terpilih dari kegiatan ekstrakurikuler robotika dan juga mengikuti kelas Mekanika, Elektronika, dan Komputer (Mekatronikom) yang diselenggarakan oleh sekolah. Berdasarkan proses latihan dan seleksi yang ketat, sekolah memutuskan untuk mengirimkan mereka ke ajang kompetisi esport tersebut.

Kompetisi ini sendiri diselenggarakan oleh lembaga kursus koding Codero, yang memiliki lebih dari lima cabang, salah satunya berlokasi di Malaysia. Kehadiran cabang di Malaysia inilah yang memungkinkan kompetisi ini berkembang menjadi ajang lintas negara yang menarik. Selain peserta dari Indonesia, perwakilan dari Malaysia, Singapura, Brunei, Timor Leste, dan Thailand turut serta meramaikan persaingan.

Secara keseluruhan, sekitar 90 peserta dari berbagai negara mengadu kemampuan dalam permainan berbasis Roblox ini. Bagi para siswa, kompetisi ini jauh lebih dari sekadar bermain di depan layar. Mereka dituntut untuk membaca situasi dengan cepat, mengatur gerakan secara presisi, dan menjaga konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Ini karena setiap keputusan, sekecil apa pun, dapat menentukan apakah mereka akan melaju ke babak berikutnya atau terhenti di tengah jalan.

Pada babak penyisihan ajang Codero Esport, panitia menghadirkan tantangan dengan judul “Obby Island”. Dalam tantangan ini, para peserta harus melewati berbagai rintangan yang kompleks sambil secara bersamaan mengumpulkan kelapa untuk memperoleh poin. Kelapa berwarna emas memiliki nilai poin yang lebih besar, menjadikannya incaran utama bagi semua peserta yang ingin unggul.

Namun, perjalanan untuk mencapai kelapa-kelapa tersebut tidak selalu mudah. Peserta dihadapkan pada berbagai rintangan yang menuntut gerakan yang tepat dan perhitungan yang akurat. Sedikit saja kehilangan fokus atau salah perhitungan dapat mengakibatkan karakter mereka tergelincir atau bahkan terpental jauh dari jalur permainan, memaksa mereka kehilangan waktu berharga.

Suasana pertandingan semakin memanas dan menegangkan ketika seluruh peserta mulai memainkan tantangan. Mata mereka terpaku pada layar monitor, sementara tangan terus-menerus mengendalikan karakter masing-masing dengan cermat. Di tengah persaingan ketat tersebut, dua siswa SDMM berhasil menunjukkan performa yang sangat menonjol.

Aslan Al Jawani dari kelas VI Burj Khalifah berhasil menempati posisi kedua, sementara Sulthan Athan Nizamuddin dari kelas VI Hagia Sophia berhasil meraih posisi keempat. Hasil gemilang ini secara otomatis mengantarkan keduanya untuk melaju ke babak final. Di babak final, mereka harus berhadapan dengan sekitar 20 penantang lain yang datang dari berbagai negara, menandakan bahwa perjuangan siswa SDMM berlanjut ke tantangan yang jauh lebih berat dan kompetitif.

Memasuki babak final, panitia menghadirkan tantangan yang berbeda dan lebih menantang melalui peta berjudul “Only Up”. Dalam permainan ini, tujuan utama peserta adalah untuk terus memanjat menuju bagian paling atas dari peta. Tantangan ini secara khusus membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi sekaligus kesabaran yang luar biasa.

Hal ini dikarenakan, jika karakter terjatuh dari ketinggian, peserta harus mengulang perjalanan mereka dari titik awal, sebuah situasi yang sangat menguras waktu dan mental. Kondisi ini membuat setiap langkah yang diambil terasa sangat penting. Lebih dari itu, sesi final ini menuntut para peserta untuk bergerak cepat, namun tetap mampu menjaga konsentrasi penuh agar tidak melakukan kesalahan fatal.

Aslan dan Sulthan mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk mempertahankan posisi terbaik di tengah persaingan sengit. Meskipun mereka telah berjuang keras, tantangan final yang ekstrem akhirnya membuat keduanya bertahan hingga jajaran sepuluh besar peserta terbaik.

Meskipun tidak meraih gelar juara, hasil tersebut tetap menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Aslan dan Sulthan. Mereka telah melewati persaingan ketat dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara di kawasan ASEAN, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Lebih dari sekadar hasil akhir, kompetisi ini mempertemukan hasil latihan, keberanian, dan pengalaman dalam satu arena, mengajarkan para siswa bahwa kemenangan sejati juga membutuhkan ketekunan dalam menghadapi setiap kegagalan.

Bagi SDMM, keikutsertaan siswa dalam Codero Esport membuka ruang yang sangat luas bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan digital yang krusial di era modern. Melalui kompetisi semacam ini, teknologi tidak hanya berperan sebagai sarana bermain, tetapi juga menjadi sebuah ruang belajar interaktif. Di sana, siswa dilatih untuk berpikir cepat, mengambil keputusan strategis, serta mengelola konsentrasi mereka di bawah tekanan.

Pada akhirnya, pengalaman berharga yang didapatkan dari bertanding dalam Codero Esport ini akan menjadi bekal yang sangat penting bagi para siswa SDMM untuk menghadapi berbagai tantangan digital yang akan terus berkembang di masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aroma Penolakan: Warga Bangunsari Menang, Rencana TPST Berpindah ke Kaliabu

28 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Tragedi di Sawah Sumenep: Lansia Pikun Ditemukan Meninggal dalam Kobaran Api

28 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Memupuk Kebersihan, Menjaga Silaturahmi: Jejak Demokrat Kota Probolinggo di Musholla Warga

28 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Antara Ikatan Historis dan Marwah Organisasi: Nasihat Kiai Asep untuk Rais Aam PBNU di Muktamar Nahdlatul Ulama

28 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Benteng Desa Melawan Perdagangan Manusia: Imigrasi Blitar Perluas Jaringan Pencegahan TPPO

28 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Trending di Pendidikan