Menu

Mode Gelap
Menag Nasaruddin Umar Gebrak MTQ Korpri: Tegaskan Al-Qur’an Fondasi Integritas ASN yang Sering Disorot Publik! Ancaman Kesehatan Publik: Ribuan Jarum Suntik Bekas Berlogo RSUD Surabaya Ditemukan di Saluran Air Sidoarjo Cinta yang Terbelah: Tren Baru Perceraian di Sumenep, Saat Istri Tak Mau Lagi Ikut Suami Pohon Kersen Berkah: Tradisi Keresan Mojokerto, Perebutan Rezeki yang Merawat Kearifan Lokal Jalan Sehat Kemerdekaan RW 4 Jatinom: Tiga Kambing Jadi Hadiah Utama, Ekonomi Lokal Turut Bergeliat Olahraga Jadi Jembatan Kolaborasi: Fun Match Badminton Forum Zakat Jember Eratkan Sinergi Lembaga Amil

Pendidikan

Pohon Kersen Berkah: Tradisi Keresan Mojokerto, Perebutan Rezeki yang Merawat Kearifan Lokal

badge-check


					Pohon Kersen Berkah: Tradisi Keresan Mojokerto, Perebutan Rezeki yang Merawat Kearifan Lokal Perbesar

KlikMojok – Di jantung Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kabupaten Mojokerto, jalanan di depan Masjid Darussalam pernah berdenyut lebih kencang dari biasanya. Suatu Selasa, 25 Agustus 2026, ratusan warga berkumpul, mata mereka tertuju pada dua pohon kersen yang tak lagi sekadar pepohonan biasa. Pohon-pohon itu bertransformasi menjadi panggung kemeriahan tradisi Keresan, sebuah ritual tahunan yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menjelang dimulainya tradisi, Masjid Darussalam telah lebih dulu dipenuhi jamaah untuk mengikuti pengajian dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kemeriahan bergeser ke halaman masjid tatkala dua pohon kersen yang telah dihias apik menjadi pusat perhatian. Dahan-dahannya dipenuhi aneka hasil bumi, pakaian, hingga kerajinan tangan sumbangan warga. Begitu aba-aba dimulai, suasana seketika berubah menjadi lautan manusia yang antusias berebut mengambil barang-barang yang menggantung.

Tradisi Keresan, atau yang juga dikenal sebagai Kersen, bukan sekadar tontonan musiman. Ia adalah warisan turun-temurun yang mengakar kuat di Dusun Mengelo. Segala sesuatu yang menghiasi pohon-pohon tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan partisipasi masyarakat. Buah-buahan segar, sayuran melimpah, pakaian layak pakai, hingga aksesori seperti topi dan sepatu sandal, semuanya dikumpulkan dari sumbangan warga setempat.

Adip, seorang warga berusia 40 tahun dari Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, mengaku tak mau melewatkan momen ini. Ia bahkan dengan sigap memanjat pohon menggunakan tangga, sebuah aksi yang pernah ia lakukan sebelumnya. “Naik tangga, sudah pernah naik. Berbagi dengan warga lain yang ada di bawah. Dapat macam-macam, ada sarung, baju, daster,” ungkapnya dengan senyum.

Namun, aksi Adip tak berhenti pada dirinya sendiri. Barang-barang yang berhasil ia raih tidak dinikmati seorang diri. Ia dengan sengaja melemparkannya ke bawah, memastikan warga lain yang tak memiliki kesempatan memanjat turut kebagian. Baginya, kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan berbagi dan meramaikan tradisi leluhur ini.

Saiful Alam, salah satu panitia pelaksana, mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme warga Dusun Mengelo. “Tradisi keresan dalam rangka memperingati Maulid Nabi sejak saya kecil, kita sebagai generasi penerus melanjutkan saja tradisi dari nenek moyang kita,” jelasnya, menekankan pentingnya estafet budaya ini.

Lebih dari sekadar hiburan, Saiful menjelaskan bahwa pohon kersen sendiri memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Dusun Mengelo. “Yang digantung itu hasil bumi, hasil kerajinan masyarakat Dusun Mengelo. Seluruhnya hasil sumbangan dari masyarakat. Filosofinya pohon keres itu buah dan daunnya banyak sehingga diharapkan rezeki masyarakat Dusun Mengelo banyak dan melimpah seperti pohon keres,” ujarnya, menguraikan harapan yang tersirat di balik setiap buah dan daun pohon kersen.

Harapan Saiful adalah agar tradisi Keresan terus lestari dan membangkitkan semangat kebersamaan di Dusun Mengelo. Persiapan untuk acara ini bahkan memakan waktu hingga tiga bulan, di mana warga secara rutin mengumpulkan iuran mingguan untuk mendukung kelancaran acara. Pohon yang digunakan pun dipilih dari lingkungan sekitar, bahkan untuk tahun berikutnya, warga sudah mulai melirik pohon yang lebih kokoh dengan dahan yang lebih rindang.

Bagi warga Dusun Mengelo, tradisi Keresan adalah jembatan unik untuk merawat warisan leluhur sekaligus merajut kembali benang-benang kebersamaan. Di tengah riuh rendah perebutan berkah yang menggantung, terselip doa dan harapan agar keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa mengalir melimpah ruah bagi seluruh masyarakat, seperti derasnya buah dan daun yang menghiasi pohon kersen.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cinta yang Terbelah: Tren Baru Perceraian di Sumenep, Saat Istri Tak Mau Lagi Ikut Suami

25 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Jalan Sehat Kemerdekaan RW 4 Jatinom: Tiga Kambing Jadi Hadiah Utama, Ekonomi Lokal Turut Bergeliat

25 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Olahraga Jadi Jembatan Kolaborasi: Fun Match Badminton Forum Zakat Jember Eratkan Sinergi Lembaga Amil

25 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Ketika Percikan Tak Terlihat Menjelma Bara: Tragedi Korsleting Listrik di Gresik dan Pentingnya Kewaspadaan

25 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Dari Lahan Kosong Menuju Pilar Keadilan: Menanti Wajah Baru Kantor Kejari Kabupaten Blitar

25 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Trending di Pendidikan