Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Merajut Asa di Jalur Logistik Vital: Percepatan Perbaikan Dermaga Bulusan Banyuwangi untuk Kelancaran Nataru

badge-check

Merajut Asa di Jalur Logistik Vital: Percepatan Perbaikan Dermaga Bulusan Banyuwangi untuk Kelancaran Nataru Perbesar

KlikMojok – Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, urat nadi logistik yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, kerap menjadi saksi bisu hiruk pikuk pergerakan barang dan manusia. Namun, dalam dua bulan terakhir, salah satu penopang utamanya, Dermaga Bulusan di Banyuwangi, terdiam. Kerusakan yang dialaminya telah memaksa ribuan truk logistik bertonase besar untuk beralih ke dermaga LCM, menimbulkan tantangan baru bagi kelancaran distribusi.

Menyadari krusialnya peran dermaga ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama berbagai pihak terkait kini menggalakkan upaya percepatan perbaikan Dermaga Bulusan. Koordinasi intensif melibatkan ASDP, KSOP, BPTD, Polresta Banyuwangi, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berpacu dengan waktu untuk mengembalikan fungsi dermaga sebelum puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) tiba. Langkah ini menjadi respons cepat atas rapat koordinasi lintas sektor penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang yang digelar pada Senin, 7 September 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang sempat meninjau langsung kondisi Dermaga Bulusan, menegaskan bahwa fasilitas ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Percepatan perbaikan bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan visi jangka panjang untuk peningkatan kapasitas. Dalam proses survei kondisi dermaga, tim ahli akan diterjunkan, dilengkapi dengan peralatan mutakhir seperti multibeam, untuk memperoleh data kondisi dasar laut yang sangat akurat. Data ini krusial sebagai fondasi perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) yang komprehensif.

“Kami berharap perbaikan ini akan lebih memperlancar penyeberangan, seiring adanya peningkatan kapasitas dermaga ponton di Ketapang yang juga sedang dibangun menjadi dermaga MB kapasitas angkut 50 ton. Hasilnya akan lebih detail lagi, kemudian menjadi dasar untuk perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) untuk dermaga yang ada di Bulusan ini,” ujar Mujiono, menyoroti sinergi antara perbaikan dan peningkatan infrastruktur secara keseluruhan.

Targetnya, pengerjaan perbaikan Dermaga Bulusan akan dimulai pada bulan Oktober dan diharapkan rampung pada pertengahan Desember. Rentang waktu yang ketat ini bertujuan agar dermaga dapat beroperasi penuh untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang tak terhindarkan selama periode Nataru. “Oktober itu mulai pengerjaan perbaikan dan harapannya pertengahan Desember sudah selesai. Sehingga untuk mengantisipasi Nataru, ini bisa digunakan lagi semaksimal mungkin,” tutur Mujiono, menunjukkan optimisme terhadap target tersebut.

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa tim dari Dinas Perhubungan Jawa Timur telah rampung melaksanakan survei batimetri di Dermaga Bulusan. Survei ini esensial untuk memetakan kondisi dasar laut, sebuah langkah awal yang fundamental dalam kajian teknis perbaikan dermaga.

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, ASDP juga mengambil langkah proaktif untuk menghadapi potensi kepadatan kendaraan dalam beberapa hari ke depan. Dua kapal berukuran besar, KMP Jatra I dan Portlink 0, yang sebelumnya melayani lintasan Merak-Bakauheni, kini telah didatangkan ke perairan Banyuwangi. KMP Jatra I akan memperkuat layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, sementara Portlink 0 akan mendukung lintasan Tanjungwangi-Lembar. Dengan Portlink VII yang sudah beroperasi sebelumnya, total ada empat kapal bantuan yang disiagakan. Kapal-kapal tambahan ini akan beroperasi dengan sistem Tiba, Bongkar, Berangkat (TBB) untuk mengoptimalkan pergerakan kapal dan memangkas waktu antrean kendaraan.

“Harapannya kita Portlink 0 itu bisa mengurai dan mengantisipasi kemacetan jika terjadi di Tanjungwangi. Dan kapal Jatra I di Ketapang. Kita harapkan mudah-mudahan tidak ada antrean lagi,” tandas Media Syahrianto, menggambarkan harapan besar akan kelancaran arus transportasi.

Upaya kolektif ini bukan hanya tentang memperbaiki sebuah dermaga, melainkan tentang menjaga denyut nadi ekonomi dan mobilitas antar-pulau. Di balik setiap paku yang ditancapkan, setiap survei yang dilakukan, tersimpan harapan akan kelancaran distribusi logistik, kenyamanan perjalanan, dan stabilitas ekonomi yang lebih baik, terutama saat jutaan orang bergerak merayakan Natal dan Tahun Baru. Dermaga Bulusan, dengan perbaikan yang dikebut, siap kembali menjadi jembatan penghubung yang kokoh, merajut asa bagi kelancaran arus penyeberangan di ujung timur Jawa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Selat Sunda Menelan Jurnalis dan Kru: Misteri Hilangnya Delapan Jiwa di Tengah Debu Krakatau

9 Sep 2026 - 21:06 WIB

Selat Sunda Menelan Jurnalis dan Kru: Misteri Hilangnya Delapan Jiwa di Tengah Debu Krakatau

Ketika Api Menyentuh Jantung Gizi RSSA: Ujian Ketahanan Pangan dan Keselamatan Pasien

9 Sep 2026 - 21:05 WIB

Ketika Api Menyentuh Jantung Gizi RSSA: Ujian Ketahanan Pangan dan Keselamatan Pasien

IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya Ajarkan Empati dan Kesiapsiagaan Bencana

9 Sep 2026 - 21:04 WIB

IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya Ajarkan Empati dan Kesiapsiagaan Bencana

Titian Persatuan Lamongan: Jembatan Harapan untuk Akses Pendidikan dan Gotong Royong

9 Sep 2026 - 18:44 WIB

Titian Persatuan Lamongan: Jembatan Harapan untuk Akses Pendidikan dan Gotong Royong

Kolaborasi Sekolah Kreatif Baratajaya dan Wali Murid: Fondasi Budaya Kepemimpinan Anak

9 Sep 2026 - 18:43 WIB

Kolaborasi Sekolah Kreatif Baratajaya dan Wali Murid: Fondasi Budaya Kepemimpinan Anak
Trending di Pendidikan