Menu

Otomatis
Breaking News

Review

Kesempatan Emas! Riset Biodiversitas Bisa Tembus Scopus Lewat ICTB 2026, Pendaftaran Dibuka!

badge-check

Kesempatan Emas! Riset Biodiversitas Bisa Tembus Scopus Lewat ICTB 2026, Pendaftaran Dibuka! Perbesar

KlikMojok – Kesempatan emas bagi para peneliti dan akademisi di bidang biodiversitas untuk membawa hasil risetnya ke kancah internasional kembali dibuka! The 5th International Conference on Tropical Biology (ICTB) 2026 kini membuka pendaftaran Call for Abstract hingga tanggal 30 September 2026.

Bagi makalah yang berhasil lolos seleksi dan peer review, ada peluang besar untuk dipublikasikan di forum internasional bergengsi. Konferensi yang diselenggarakan oleh SEAMEO BIOTROP melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) ini dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Oktober 2026 di IPB International Convention Centre, Bogor.

Dengan mengusung tema “Biodiversity Beyond Boundaries: Advancing Global Education, Bio-Science, and Sustainable Landscapes,” ICTB 2026 tidak hanya menjadi wadah presentasi riset, tetapi juga sarana penting untuk mempertemukan para peneliti, akademisi, pendidik, praktisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Nilai tambah utama dari ICTB 2026 adalah peluang publikasi bagi makalah terpilih. Makalah yang memenuhi persyaratan dan lolos proses seleksi serta peer review berkesempatan untuk diterbitkan dalam prosiding yang terindeks Scopus, seperti IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, atau jurnal internasional lain yang terafiliasi dan terindeks Scopus. Namun, perlu diingat bahwa publikasi ini tetap tunduk pada ketentuan dan kebijakan editorial masing-masing penerbit. Keikutsertaan dalam konferensi tidak menjamin otomatis publikasi di jurnal atau prosiding terindeks Scopus.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Edi Santosa, menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi isu biodiversitas yang kompleks. “Biodiversitas tidak mengenal batas administratif. Karena itu, penguatan kerja sama penelitian, pendidikan, dan inovasi menjadi penting untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan,” ujar Edi Santosa. Ia menambahkan bahwa forum seperti ICTB 2026 dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas batas wilayah dan disiplin ilmu demi kemajuan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan lingkungan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Martabak Madura Mak Ndut: Gurihnya Resep Khas dan Isian Melimpah di Jantung Kuliner Tunjungan Surabaya

9 Sep 2026 - 18:45 WIB

Martabak Madura Mak Ndut: Gurihnya Resep Khas dan Isian Melimpah di Jantung Kuliner Tunjungan Surabaya

Pahami Makna Warna Darah Haid: Kapan Harus Khawatir?

9 Sep 2026 - 09:45 WIB

Pahami Makna Warna Darah Haid: Kapan Harus Khawatir?

Bebek 75 Ngagel Rejo: Mengungkap Rahasia Kelezatan Daging Empuk Berpadu Sambal Pedas Segar di Surabaya

8 Sep 2026 - 21:04 WIB

Bebek 75 Ngagel Rejo: Mengungkap Rahasia Kelezatan Daging Empuk Berpadu Sambal Pedas Segar di Surabaya

Jodoh Wasiat Bapak Reborn: Teror Mayat Tanpa Penuaan Pesinden Gendhis Terungkap di Episode 9-10

8 Sep 2026 - 18:45 WIB

Jodoh Wasiat Bapak Reborn: Teror Mayat Tanpa Penuaan Pesinden Gendhis Terungkap di Episode 9-10

Menguak Makna di Balik Sepatu: Pameran Veridisquo Artchemist x Jackson Ubah Puisi Amir Mantis Jadi Fashion Statement di Surabaya

8 Sep 2026 - 15:21 WIB

Menguak Makna di Balik Sepatu: Pameran Veridisquo Artchemist x Jackson Ubah Puisi Amir Mantis Jadi Fashion Statement di Surabaya
Trending di Review