KlikMojok – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) Panceng, Gresik, kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah dua siswanya berhasil meraih juara 1 dalam lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) tingkat Kabupaten Gresik. Kedua siswa berprestasi tersebut adalah Khanza Inara Ahmad dari kelas VI, yang menjuarai Pildacil tingkat Ta’limul Quran lil Aulad (TQA), dan Abdullah Azman Najiya dari kelas III, yang meraih juara pertama untuk tingkat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen MI Mutwo dalam mengembangkan potensi dakwah anak sejak dini.
Prestasi gemilang ini merupakan hasil dari komitmen kuat MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo), yang berlokasi di Panceng, Gresik, dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas. Lomba Pildacil bergengsi ini sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al-Quran (LPPTKA) bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Gresik.
Secara lebih spesifik, Khanza Inara Ahmad, yang merupakan siswa kelas VI MI Mutwo, berhasil mengukir namanya sebagai juara pertama dalam kategori Pildacil tingkat Ta’limul Quran lil Aulad (TQA). Sementara itu, Abdullah Azman Najiya, siswa kelas III dari madrasah yang sama, juga sukses menyabet gelar juara pertama pada kategori Pildacil tingkat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).
Ajang kompetisi dakwah cilik ini digelar pada hari Ahad, 25 Oktober 2026, bertempat di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Keberhasilan Khanza dan Azman ini tentu saja menjadi sumber kebanggaan yang luar biasa bagi seluruh keluarga besar MI Mutwo. Capaian ini secara jelas memperlihatkan bahwa siswa-siswi madrasah memiliki potensi yang sangat besar untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan berdakwah, tetapi juga melatih keberanian dalam berbicara di hadapan publik, serta memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran-ajaran Islam sejak usia muda.
Menanggapi capaian membanggakan ini, Kepala MI Mutwo, Nurkhan, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas prestasi yang telah diukir oleh kedua anak didiknya. “Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi Khanza dan Azman. Keduanya telah menunjukkan bahwa siswa MI Mutwo memiliki potensi luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berlatih, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya penuh harap.
Nurkhan menambahkan bahwa prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MI Mutwo dalam menerapkan prinsip “gratis tidak gratisan, murah tidak murahan”. Beliau menjelaskan, “Bagi kami, pendidikan gratis bukan berarti pendidikan yang seadanya. Justru kami ingin membuktikan bahwa madrasah yang memberikan layanan pendidikan tanpa membebani biaya pendidikan kepada wali murid tetap bisa menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan melahirkan siswa berprestasi,” tegasnya, menegaskan visi madrasah.
Lebih lanjut, Nurkhan mengemukakan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya semata-mata diukur dari pencapaian nilai akademik. Keberhasilan juga mencakup akhlak mulia, keberanian, beragam keterampilan, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. “Kami ingin MI Mutwo menjadi rumah bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Setiap anak memiliki potensi yang perlu ditemukan, dirawat, dan dikembangkan. Tugas madrasah adalah memberikan kesempatan dan pendampingan agar potensi tersebut menjadi prestasi,” imbuhnya, menekankan pentingnya pengembangan potensi secara menyeluruh.
Kemenangan dua siswa dalam Pildacil ini semakin memperpanjang daftar prestasi yang telah diraih oleh MI Mutwo. Sebelumnya, hanya beberapa minggu berselang, siswa-siswi madrasah ini juga sukses membawa pulang tiga piala dari ajang Festival Faqih Usman X. Festival tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Gresik bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Serangkaian prestasi yang terus-menerus ini menjadi bukti konkret bahwa MI Mutwo senantiasa berupaya menyediakan ruang dan kesempatan bagi para siswanya untuk berkembang dalam berbagai bidang. Ini mencakup pengembangan di ranah akademik, keagamaan, seni, olahraga, hingga kemampuan penting seperti berbicara di depan umum.
Dengan semangat dan filosofi “gratis tidak gratisan, murah tidak murahan” yang diusungnya, MI Mutwo berkomitmen penuh untuk tidak hanya terus-menerus meningkatkan kualitas pendidikan yang disediakannya, tetapi juga memperluas kesempatan bagi setiap siswanya untuk meraih berbagai prestasi.
Prestasi yang diraih oleh Khanza Inara Ahmad dan Abdullah Azman Najiya ini sekali lagi membuktikan dedikasi MI Mutwo dalam mengembangkan potensi siswa secara holistik. Pengembangan potensi tidak hanya terbatas pada bidang akademik, melainkan juga mencakup aspek keagamaan dan keterampilan berbicara di depan umum. Pencapaian ini juga menambah panjang daftar prestasi madrasah, menyusul keberhasilan sebelumnya meraih tiga piala dalam Festival Faqih Usman X.
Nurkhan, M.Pd, selaku Kepala MI Mutwo, menyatakan harapannya agar prestasi membanggakan ini dapat menjadi pemicu motivasi bagi seluruh siswa untuk tidak berhenti mengembangkan bakat serta kemampuan mereka sesuai dengan potensi unik masing-masing. Madrasah juga berjanji untuk terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pembinaan siswa melalui implementasi berbagai program pendidikan yang inovatif.
Melalui semangat “gratis tidak gratisan, murah tidak murahan”, MI Mutwo bertekad untuk menunjukkan bahwa biaya pendidikan yang terjangkau dapat selaras dengan peningkatan mutu dan lahirnya berbagai prestasi. Dengan dukungan penuh dari para guru, orang tua, dan seluruh komunitas madrasah, MI Mutwo akan terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas tinggi, sekaligus mencetak generasi yang berakhlak mulia, memiliki rasa percaya diri, dan gemilang dalam berbagai capaian.












