Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Mengasah Empati: Santri Cilik Gresik Wujudkan Kepedulian Lewat Berbagi di HSN 2026

badge-check

Mengasah Empati: Santri Cilik Gresik Wujudkan Kepedulian Lewat Berbagi di HSN 2026 Perbesar

KlikMojok – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Gresik menjadi momen istimewa bagi para santri cilik. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, mereka tidak hanya mengenal makna sedekah, tetapi juga mempraktikkan kepedulian dan menumbuhkan empati melalui aksi berbagi. Bersama Yayasan Pusat Pengembangan Taman Kanak-kanak Taman Pendidikan Al-Qur’an (PPTKA) Kabupaten Gresik dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Nurul Hayat, para santri cilik ini mengunjungi lima pondok pesantren di wilayah Gresik sebagai bagian dari gerakan “Dari Santri untuk Santri”.

Kegiatan berbagi yang bermakna ini diselenggarakan di Pesantren Refah Islami, Gresik, menghadirkan makna berbeda dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Aksi sosial yang diusung oleh Yayasan PPTKA Kabupaten Gresik ini secara khusus menggandeng Laznas Nurul Hayat Gresik untuk penyelenggaraannya.

Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan pangan, inisiatif ini dirancang untuk mengajarkan anak-anak bagaimana menumbuhkan rasa empati melalui pengalaman dan tindakan yang konkret.

Dengan langkah penuh kesederhanaan, para santri dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tersebut berkeliling mengunjungi lima pondok pesantren yang tersebar di area Gresik. Mereka membawa serta beras dan telur sebagai donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para santri di pondok-pondok tersebut. Di balik setiap penyerahan bantuan itu, terdapat esensi pelajaran berharga mengenai arti ketulusan, semangat kebersamaan, dan pentingnya kepedulian terhadap sesama.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Yayasan PPTKA Gresik bersama Laznas Nurul Hayat Gresik berupaya membimbing anak-anak untuk memahami makna berbagi sejak usia dini. Para santri diajarkan bahwa untuk berbuat kebaikan, seseorang tidak perlu menunggu hingga memiliki segalanya. Sebaliknya, niat yang tulus dan kesediaan untuk mengulurkan tangan menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan jiwa kepedulian.

Sholikhul Amin, S.Sos.I, selaku Kepala Cabang Laznas Nurul Hayat Gresik, menggarisbawahi betapa krusialnya praktik langsung dalam pembentukan karakter anak. Ia berpendapat bahwa anak-anak memerlukan pengalaman konkret dan nyata guna memahami nilai sedekah dengan lebih utuh dan mendalam.

“Aksi sederhana ini punya makna besar. Anak-anak tidak cuma mendengar teori sedekah, tapi langsung mempraktikkannya. Mereka belajar bersilaturahmi, mengenal kehidupan pesantren, dan merasakan indahnya berbagi,” demikian ungkap Sholikhul Amin.

Oleh karena itu, rangkaian kunjungan ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, melainkan juga menghadirkan ruang belajar yang berbeda di luar aktivitas mengaji sehari-hari. Anak-anak memiliki kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat kehidupan para santri di pondok serta memahami berbagai kebutuhan sesama. Dengan adanya perjumpaan langsung tersebut, nilai-nilai kepedulian tidak hanya berhenti pada tataran nasihat, melainkan berkembang menjadi pengalaman nyata yang membekas dalam ingatan mereka.

Secara keseluruhan, aksi sosial ini berhasil menjangkau lima pondok pesantren yang berlokasi di wilayah Kabupaten Gresik. Donasi yang terkumpul dari para santri TPQ di bawah binaan PPTKA Gresik, ditambah dengan dukungan dari Laznas Nurul Hayat, secara efektif membantu penyediaan bahan pangan esensial bagi para penerima manfaat di pondok-pondok tersebut.

Adapun kelima pondok pesantren yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah Ihyaul Ulum Dukun, Refah Islami Sidayu, Sunan Drajat Sidomoro, Ulul Albab Mojopetung, dan Sahabat Karomah Panceng.

Pihak penyelenggara turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh TPQ serta para donatur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terlaksananya kegiatan mulia ini. Kontribusi dan dukungan mereka membuktikan bahwa semangat kepedulian dapat terus tumbuh dan berkembang melalui sinergi kerja sama serta semangat berbagi antar sesama.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026 ini, PPTKA Gresik dengan tegas menyampaikan pesan bahwa proses pendidikan tidak terbatas hanya pada ruang kelas atau tempat mengaji. Sebab, nilai sejati dari ilmu pengetahuan akan ditemukan ketika seseorang mampu mengamalkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, definisi santri yang luar biasa tidak hanya merujuk pada mereka yang tekun dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lebih dari itu, santri hebat juga adalah mereka yang tumbuh dengan hati yang lapang, memiliki tangan yang ringan untuk membantu, serta menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap sesama. Dari setiap langkah kecil yang diambil oleh para santri cilik ini, sebuah pelajaran besar tentang nilai-nilai kemanusiaan berhasil menemukan jalannya dan tertanam kuat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Jeruji, Hak Konstitusional Tetap Bersemi: KPU Probolinggo Pastikan Suara Warga Binaan Terakomodasi

24 Okt 2026 - 21:06 WIB

Di Balik Jeruji, Hak Konstitusional Tetap Bersemi: KPU Probolinggo Pastikan Suara Warga Binaan Terakomodasi

Gotong Royong Komunitas Muhammadiyah Kembalikan Senyum Guru Korban Kebakaran di Lumajang

24 Okt 2026 - 21:05 WIB

Gotong Royong Komunitas Muhammadiyah Kembalikan Senyum Guru Korban Kebakaran di Lumajang

Jalan Raya Magetan di Bawah Sorot: Mengukir Kesadaran Lalu Lintas Lewat Operasi Patuh Semeru 2026

24 Okt 2026 - 18:46 WIB

Jalan Raya Magetan di Bawah Sorot: Mengukir Kesadaran Lalu Lintas Lewat Operasi Patuh Semeru 2026

Api yang Berbisik dari Alang-alang: Pelajaran dari Kebakaran Pabrik Sandal Jombang

24 Okt 2026 - 18:44 WIB

Api yang Berbisik dari Alang-alang: Pelajaran dari Kebakaran Pabrik Sandal Jombang

Jejak Tari di Gerbang Negeri Seribu Gandrung: Merayakan Identitas Budaya Banyuwangi

24 Okt 2026 - 15:20 WIB

Jejak Tari di Gerbang Negeri Seribu Gandrung: Merayakan Identitas Budaya Banyuwangi
Trending di Pendidikan