KlikMojok – Pagi itu, Sabtu (24/10/2026), Dusun Losari di Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih diselimuti ketenangan khas pedesaan. Di kompleks PT Putra Mubarok, sebuah pabrik sandal milik H. Dukha, mantan anggota DPRD Jombang, aktivitas mulai menggeliat. Namun, sebuah tindakan yang kerap dianggap rutin – membersihkan area usaha dengan membakar sisa alang-alang – tak disangka menjadi pemicu malapetaka. Dalam sekejap, api yang semula kecil menjilat tumpukan spon bahan baku, mengubah ketenangan menjadi kepanikan dan melahirkan kerugian material yang tak sedikit akibat insiden kebakaran pabrik sandal Jombang.
Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 06.45 WIB. Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Jombang, kejadian ini bermula dari upaya karyawan membersihkan lingkungan pabrik. Api pembakaran alang-alang yang awalnya terkendali, tiba-tiba membesar. Tiupan angin kencang yang berembus pagi itu diduga kuat menjadi faktor pendorong api merambat dari tumpukan sampah rumput ke tumpukan spon, material yang sangat mudah terbakar dan menjadi bahan baku utama pembuatan sandal. Material yang rentan ini membuat kobaran api menjalar cepat ke area penyimpanan bahan produksi, menciptakan pemandangan yang mengkhawatirkan.
Irfan Priyanto, salah seorang petugas Damkar Jombang, menjelaskan kronologi awal insiden tersebut. “Awal mula karyawan pabrik bersih-bersih sisa alang-alang dengan cara dibakar. Api kemudian merambat ke tumpukan spon bahan pembuatan sandal,” ujarnya, menggarisbawahi bagaimana sebuah kegiatan sederhana bisa berujung pada konsekuensi besar.
Begitu laporan kebakaran diterima, petugas Damkar Jombang segera bergerak cepat. Tiga armada pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi untuk berjibaku mengendalikan amukan si jago merah. Prioritas utama adalah mencegah api meluas ke bagian lain di kawasan usaha tersebut, yang bisa menyebabkan kerugian lebih besar lagi. Para petugas bekerja keras, menghadapi panas dan asap, demi melindungi aset-aset penting pabrik.
Setelah perjuangan yang intens selama lebih dari dua jam, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh kobaran api. Keberhasilan ini bukan hanya mengakhiri ancaman, tetapi juga mencegah kerusakan yang lebih parah dan menyelamatkan sejumlah barang berharga di sekitar lokasi kejadian. Irfan Priyanto memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Saat insiden terjadi, karyawan pabrik sedang dalam persiapan untuk memulai produksi, dan beruntung semua dapat menyelamatkan diri.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini tetap menyisakan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp25 juta. Angka tersebut merupakan nilai dari material spon bahan pembuatan sandal yang hangus terbakar. Namun, di balik kerugian itu, ada kabar baik: berkat kesigapan petugas Damkar, aset berharga lain senilai sekitar Rp1 miliar berhasil diselamatkan dari jilatan api. Keberhasilan mengendalikan api sebelum merambat lebih jauh membuktikan efektivitas respons darurat dan membatasi dampak kerugian di kawasan pabrik PT Putra Mubarok.
Insiden kebakaran ini, meski merugikan, membawa serta sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan prosedur keselamatan kerja, terutama di lingkungan industri. Sebuah tindakan kecil seperti membakar alang-alang, jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan tanpa perhitungan risiko, dapat memicu dampak yang tidak terduga dan merugikan. Dari kasus kebakaran pabrik sandal Jombang ini, kita diingatkan bahwa manajemen risiko dan kesadaran akan potensi bahaya adalah fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan keselamatan bersama.












