KlikMojok – Murid kelas II Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang juga dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, mengawali kegiatan mancakrida mereka dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Upacara ini dilaksanakan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Mojokerto, pada Rabu (28/10/2026), di mana mereka dengan khidmat mengibarkan bendera Merah Putih. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diwarnai dengan penggunaan aksesori pakaian tradisional serta iringan lagu-lagu daerah, menyoroti pentingnya persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.
Muhammad Nawwaf Al Lubab, salah seorang murid, mengungkapkan keterkejutannya. Ia semula menduga bahwa kegiatan di PPLH Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, akan langsung diisi dengan aktivitas luar ruangan atau outbound. Namun, sebuah upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda telah menanti dirinya dan teman-teman.
“Aku kira langsung outbound, ternyata kita melakukan upacara dulu. Aku suka tadi mengucapkan Sumpah Pemuda bersama,” katanya.
Nawwaf adalah bagian dari rombongan murid kelas II Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang berpartisipasi dalam program outbound learning selama dua hari, yakni dari Rabu hingga Kamis (28–29/10/2026).
Di tengah suasana hijau alami PPLH Seloliman, para murid mengikuti seluruh rangkaian upacara. Mereka mengenakan seragam outbound yang dipadukan secara unik dengan aksesori pakaian tradisional Nusantara, sementara ustaz dan ustazah juga turut mendampingi kegiatan tersebut.
Heru Tjahyono, selaku Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), menjelaskan bahwa upacara ini merupakan agenda pembuka pada hari pertama kegiatan. Sekolah sengaja memanfaatkan momentum Sumpah Pemuda untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan persatuan kepada para siswa sejak usia dini.
“Hari pertama kita adakan kegiatan upacara. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian outbound edukatif yang dirancang khusus untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini di tengah alam terbuka,” ujarnya.
Heru menambahkan bahwa lingkungan PPLH Seloliman menawarkan pengalaman belajar yang berbeda dan berharga. Melalui serangkaian kegiatan yang terpadu, para murid mendapatkan kesempatan untuk memahami nilai-nilai kebangsaan secara langsung dan mendalam.
Semangat kebinekaan atau keberagaman budaya sangat kentara sejak awal, seperti yang disampaikan oleh Guru kelas II Nur Faridah, S.Pd. Ia mengamati bahwa semangat tersebut sudah terlihat ketika para petugas upacara memasuki lapangan.
“Seluruh petugas merupakan siswa kelas II. Mereka tampil percaya diri mengenakan seragam outbound yang dipadukan secara kreatif dengan berbagai aksesori pakaian tradisional daerah,” tuturnya.
Menurut Nur Faridah, perpaduan busana yang dikenakan oleh para siswa tersebut menciptakan suasana yang penuh warna. Hal ini sekaligus menjadi representasi visual dari persatuan yang kokoh di tengah kekayaan keberagaman.
Wakil Kepala Sekolah Suyono, S.Si., mengambil peran sebagai pembina upacara dalam kegiatan tersebut. Dalam amanatnya, ia secara khusus mengajak seluruh murid untuk meneladani semangat perjuangan para pemuda Indonesia melalui penerapan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.
“Hari Sumpah Pemuda ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak untuk semakin semangat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam keseharian, meneladani semangat juang para pendahulu bangsa Indonesia,” pesannya.
Mochammad Fauzi, S.Pd., guru kelas II lainnya, menambahkan bahwa upacara kemudian diakhiri dengan sesi menyanyikan sejumlah lagu daerah Nusantara secara bersama-sama.
“Alunan suara lugu dan ceria anak-anak yang menggema di alam terbuka menambah kehangatan kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus mempererat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Heru berharap bahwa kombinasi antara upacara dan kegiatan outbound ini akan membantu para murid untuk memahami nilai-nilai perjuangan serta pentingnya persatuan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diserap.
“Melalui kegiatan outbound yang dipadukan dengan upacara Sumpah Pemuda ini, kami berharap para siswa dapat menyerap nilai-nilai luhur kepahlawanan. Belajar di alam terbuka tidak hanya melatih kemandirian fisik, tetapi juga menanamkan karakter positif, kedisiplinan, dan jiwa kebangsaan,” tegasnya.












