Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Membangun Kepercayaan Donatur: Lazismu Jatim Perkuat Transparansi Filantropi via Publikasi Digital

badge-check

Membangun Kepercayaan Donatur: Lazismu Jatim Perkuat Transparansi Filantropi via Publikasi Digital Perbesar

KlikMojok – Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Lazismu Jawa Timur (Jatim) menggelar sebuah acara penting bertajuk Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi di Cafe Limasan, Sidodadi, Candi, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat publikasi gerakan kebaikan dan mendorong transparansi filantropi melalui pemanfaatan strategi publikasi digital dan optimalisasi media sosial. Sebanyak 45 perwakilan dari Lazismu daerah di berbagai wilayah Jawa Timur turut serta dalam pertemuan ini.

Melalui Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi ini, para peserta dibekali kemampuan untuk mengembangkan bentuk publikasi yang tidak hanya kreatif dan informatif, tetapi juga bertanggung jawab. Lebih lanjut, pertemuan ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program filantropi kepada khalayak luas.

Pemilihan Cafe Limasan sebagai lokasi acara turut menciptakan suasana yang santai dan akrab. Lingkungan non-formal ini memfasilitasi pertukaran gagasan yang lebih leluasa dan memperluas jejaring kolaborasi di antara para pengelola media Lazismu dari berbagai daerah.

Dalam sesi materi, Ketua Lazismu Jawa Timur, Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., menyampaikan pentingnya optimalisasi media sosial. Beliau menekankan bahwa pemanfaatan platform digital menjadi krusial untuk menjangkau masyarakat modern yang semakin mengandalkan internet sebagai sumber utama informasi.

Menurut Prof. Sigit, media sosial memiliki potensi besar untuk membantu Lazismu dalam mengenalkan beragam program yang dijalankan, melaporkan perkembangan setiap kegiatan secara real-time, serta menunjukkan secara konkret manfaat bantuan yang telah diterima oleh masyarakat. Ini memungkinkan publik untuk melihat dampak positif dari setiap donasi.

Namun, fungsi media sosial tidak hanya berhenti pada publikasi kegiatan semata. Lebih dari itu, media digital memainkan peran vital dalam menjaga dan membangun kepercayaan para donatur. Kepercayaan ini menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan gerakan filantropi.

Prof. Sigit menegaskan bahwa setiap donasi yang diterima merupakan amanah yang wajib dipertanggungjawabkan oleh Lazismu. Oleh karena itu, para pengelola media memiliki tugas penting untuk menyampaikan informasi terkait penghimpunan, pengelolaan, dan pemanfaatan donasi secara cepat, jelas, dan mudah dipahami oleh publik.

Dengan demikian, publikasi yang dilakukan tidak boleh hanya sekadar berupa konten atau dokumentasi kegiatan. Sebaliknya, setiap informasi yang disebarkan harus secara eksplisit menunjukkan tanggung jawab lembaga dalam mengelola amanah tersebut dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.

Dalam sesi workshop tersebut, Prof. Sigit secara spesifik memaparkan lima strategi publikasi yang fundamental untuk mendukung program-program pendayagunaan Lazismu secara efektif.

Strategi pertama adalah kenalkan program, bertujuan agar masyarakat luas dapat mengetahui berbagai jenis kegiatan dan layanan yang disediakan oleh Lazismu. Kedua, tunjukkan proses, yang memungkinkan publik memahami setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan hingga implementasi.

Ketiga, sampaikan hasil, dengan memperlihatkan manfaat nyata yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat penerima bantuan. Keempat, jelaskan keberlanjutan, untuk memastikan bahwa publik memahami bahwa program-program tersebut tidak berhenti setelah satu kegiatan saja, melainkan memiliki dampak jangka panjang.

Dan strategi kelima adalah laporkan secara berkala, yang berfungsi sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban yang berkelanjutan kepada para donatur yang telah memberikan amanah.

Melalui penerapan kelima strategi ini, para pengelola media dapat berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara donatur, lembaga Lazismu, dan masyarakat penerima manfaat. Selain itu, konsistensi dalam publikasi juga akan membantu masyarakat dalam memahami dampak keseluruhan dari program-program filantropi secara lebih komprehensif.

Pada akhirnya, Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi ini menegaskan kembali komitmen Lazismu se-Jawa Timur untuk terus mengembangkan publikasi yang tidak hanya kreatif dan informatif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai transparansi, demi keberlanjutan dan kepercayaan dalam gerakan filantropi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Alam Menyapa di Dapur Sekolah: Drama Evakuasi Ular Piton di SMK PGRI 1 Gresik

20 Okt 2026 - 21:05 WIB

Ketika Alam Menyapa di Dapur Sekolah: Drama Evakuasi Ular Piton di SMK PGRI 1 Gresik

Ketika Malam Menjelma Saksi: Jejak Maling di Atap Klinik Gigi dan Toko Baut Tuban

20 Okt 2026 - 21:04 WIB

Ketika Malam Menjelma Saksi: Jejak Maling di Atap Klinik Gigi dan Toko Baut Tuban

Javiero Pimpin IPM SMP Musasi 2026-2027: Wujud Demokrasi Digital dan Estafet Kepemimpinan Pelajar

20 Okt 2026 - 21:03 WIB

Javiero Pimpin IPM SMP Musasi 2026-2027: Wujud Demokrasi Digital dan Estafet Kepemimpinan Pelajar

Bintang Daud di Dinding Rumah: Kisah Keresahan dan Kerentanan Jiwa di Desa Made Lamongan

20 Okt 2026 - 18:46 WIB

Bintang Daud di Dinding Rumah: Kisah Keresahan dan Kerentanan Jiwa di Desa Made Lamongan

Strategi Optimalisasi Story WhatsApp Lazismu Jatim untuk Edukasi dan Penghimpunan Dana Sosial

20 Okt 2026 - 18:46 WIB

Strategi Optimalisasi Story WhatsApp Lazismu Jatim untuk Edukasi dan Penghimpunan Dana Sosial
Trending di Pendidikan