KlikMojok – Pagi itu, Selasa (20/10/2026), di Kampus B SMK PGRI 1 Gresik, Jalan Manggis Timur Nomor 1, seharusnya adalah hari yang biasa, diwarnai riuh rendah persiapan pelajaran dan aroma masakan dari dapur sekolah. Namun, ketenangan itu mendadak terusik oleh sebuah penemuan mengejutkan yang membuat bulu kuduk berdiri: seekor ular piton berukuran besar bersembunyi dengan licik di saluran pembuangan air area dapur. Keberadaan reptil predator ini sontak memecah rutinitas, menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan para siswa dan staf pengajar di SMK PGRI 1 Gresik.
Adalah Fajar, penjaga sekolah yang sigap, orang pertama yang menghadapi ancaman tak terduga ini. Ia menyadari bahaya yang mengintai jika reptil liar tersebut dibiarkan berkeliaran di lingkungan sekolah. Tanpa menunda, Fajar segera mengambil tindakan. “Saya dilapori ada ular piton cukup besar bersembunyi di saluran air dapur. Tanpa berlama-lama, saya langsung melapor ke command center 112,” ujar Fajar, menjelaskan langkah cepatnya menghubungi pusat layanan darurat.
Panggilan darurat dari SMK PGRI 1 Gresik segera direspons. Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pos Kota Gresik, lengkap dengan peralatan evakuasi khusus penanganan satwa (rescue), bergegas menuju lokasi. Sebanyak tujuh personel Damkarla beserta satu unit armada rescue dikerahkan, menandakan keseriusan ancaman yang dihadapi dalam operasi evakuasi ular piton ini.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. Ular piton itu memilih tempat persembunyian yang sulit dijangkau: di dalam saluran pembuangan air yang tertutup. Petugas harus dengan hati-hati menyisir setiap celah, menelusuri lorong-lorong gelap di bawah tanah. Ini bukan hanya tentang menangkap hewan, tetapi juga tentang keahlian dan kesabaran dalam menghadapi makhluk yang bisa sangat berbahaya, terutama di tengah fasilitas pendidikan.
Setelah beberapa saat melakukan pencarian intensif, upaya petugas membuahkan hasil. Mereka berhasil memancing dan menarik keluar ular piton itu dari dalam selokan. “Proses evakuasi dilakukan dengan menelusuri saluran pembuangan air. Petugas akhirnya berhasil mengeluarkan dan mengamankan ular piton tersebut ke tempat yang aman,” kata Fathoni, salah seorang petugas Damkarla Gresik, menggambarkan momen keberhasilan penangkapan.
Berkat kesigapan dan profesionalisme tim Damkarla, potensi ancaman serius di lingkungan pendidikan tersebut dapat diatasi sepenuhnya. Tidak ada korban luka-luka atau insiden yang tidak diinginkan, memastikan keselamatan seluruh warga sekolah. Kejadian ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan satwa liar.
Pihak Damkarla Gresik pun tak lupa menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat luas, termasuk pengelola fasilitas umum seperti sekolah. Mereka mengingatkan agar tidak mencoba menangkap sendiri apabila menemukan satwa liar berbahaya. Sebaliknya, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan kedaruratan terdekat. Insiden di SMK PGRI 1 Gresik ini bukan sekadar cerita tentang ular yang tersesat, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang koeksistensi dengan alam dan pentingnya menyerahkan penanganan risiko kepada para ahli yang terlatih.












