Menu

Mode Gelap
Menggegerkan! Foto Ali Mujahidin dan Iman Ariyadi, Rival Politik Banten Kini Bersatu dalam Satu Bingkai Menguak Misteri Desil: Ketika Peringkat Ekonomi Warga Bergeser Meski Kondisi Tak Berubah Ketika Surat Pengunduran Diri Jadi Belenggu: Kisah Korupsi Bupati Tulungagung Rp3,2 Miliar Edukasi Keselamatan Kebakaran: Siswa KB Cahaya Aisyiyah Rasakan Langsung Jadi Pemadam Cilik di Damkar Gresik Di Usia ke-49, BKPRMI Jawa Timur Dorong Kader Berdakwah via Mimbar Digital RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi

Pendidikan

Maulid Nabi di SMP PGRI 6 Surabaya, Tanamkan Cinta Ilmu dan Adab

badge-check


					Maulid Nabi di SMP PGRI 6 Surabaya, Tanamkan Cinta Ilmu dan Adab Perbesar

SURABAYA – Pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan kemampuan akademik. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pembentukan karakter dan adab menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMP PGRI 6 Surabaya, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.40 WIB itu digelar di ruang kelas 7 dan kelas 9.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi sekolah untuk mengajak siswa meneladani Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kecintaan terhadap ilmu, sikap santun, serta kepedulian terhadap sesama.

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, H. Banu Atmoko, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendidikan idealnya tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik. Menurut dia, ilmu perlu berjalan beriringan dengan adab.

“Ketika nilai-nilai keislaman dan keteladanan Nabi dijadikan roh pembelajaran, sekolah bukan sekadar tempat mengejar angka atau nilai ujian. Sekolah juga menjadi tempat menyemai akhlak dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Banu, keteladanan Rasulullah SAW relevan diterapkan dalam proses pendidikan, baik pada jenjang sekolah dasar maupun menengah.

Di SDS Al-Ikhlas Surabaya, misalnya, pembentukan karakter dapat dimulai melalui pembiasaan sederhana dalam keseharian siswa. Budaya senyum, sapa, salam, berdoa sebelum dan sesudah belajar, menghormati guru, serta menyayangi teman menjadi bagian dari upaya membangun fondasi karakter sejak usia dasar.

Sementara pada jenjang SMP, penguatan karakter menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Siswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bijak, berkomunikasi dengan santun, menjunjung kejujuran, serta memiliki kepedulian sosial.

“Anak-anak harus menjadi generasi yang cinta ilmu, santun dan beradab, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Banu.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga karakter penting yang perlu dibangun melalui pendidikan berbasis keteladanan Rasulullah SAW. Pertama, cinta ilmu, yakni memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat.

Kedua, santun dan beradab, dengan memiliki kepekaan moral, menghormati orang lain, serta menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, bermanfaat bagi sekitar, yakni mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, suasana interaktif juga dibangun dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp10 ribu dan Rp50 ribu.

Cara tersebut membuat peringatan Maulid Nabi tidak hanya berlangsung dalam suasana seremonial, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara guru dan siswa.

Banu menambahkan, menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model dalam pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

“Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama, kami ingin terus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki akhlak yang baik,” katanya.

Ditutup Doa dan Tumpeng

Usai kegiatan, para guru SMP PGRI 6 Surabaya berkumpul di ruang UKS untuk mengikuti acara potong tumpeng. Tumpeng tersebut disiapkan oleh Waroeng Mak-Nyak Surabaya.

Sebelum pemotongan tumpeng, Ustaz H. Alaikar Rochim, S.Ag., memimpin doa. Doa dipanjatkan untuk kesehatan dan kelancaran rezeki para guru SMP PGRI 6 Surabaya beserta keluarga.

Doa juga ditujukan agar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP PGRI 6 Surabaya tahun ajaran 2027/2028 berjalan lancar dan mendapatkan peserta didik yang banyak, serta membawa keberkahan bagi sekolah.

Banu berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid Nabi. Nilai tersebut diharapkan terus hadir dalam keseharian sekolah melalui pembelajaran, pembiasaan, dan interaksi antara guru dengan siswa.

Sebab, membangun peradaban tidak hanya membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari itu, dibutuhkan manusia yang mampu menggunakan ilmunya dengan adab dan menghadirkannya sebagai kemanfaatan bagi sesama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguak Misteri Desil: Ketika Peringkat Ekonomi Warga Bergeser Meski Kondisi Tak Berubah

4 September 2026 - 21:53 WIB

Ketika Surat Pengunduran Diri Jadi Belenggu: Kisah Korupsi Bupati Tulungagung Rp3,2 Miliar

4 September 2026 - 21:52 WIB

Edukasi Keselamatan Kebakaran: Siswa KB Cahaya Aisyiyah Rasakan Langsung Jadi Pemadam Cilik di Damkar Gresik

4 September 2026 - 21:52 WIB

Di Usia ke-49, BKPRMI Jawa Timur Dorong Kader Berdakwah via Mimbar Digital

4 September 2026 - 21:51 WIB

Melodi Terhenti di Ruang Karaoke: Refleksi Kasus Curanmor dan Lingkaran Residivisme di Lumajang

4 September 2026 - 18:51 WIB

Trending di Pendidikan