KlikMojok – Utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang menunjukkan semangat tinggi setelah mengikuti Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4 yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikrom Wage, Sidoarjo. Keikutsertaan mereka dalam acara penting ini memotivasi PDM Lumajang untuk segera membenahi dan memakmurkan 56 masjid Muhammadiyah yang tersebar di wilayah tersebut.
Masjid Al-Ikrom Wage di Taman, Sidoarjo, menjadi pusat kegiatan yang penuh kehangatan dan ketakziman selama tiga hari, mulai Jumat, 28 Agustus 2026, hingga Ahad, 30 Agustus 2026.

Di lokasi tersebut, puluhan penggerak serta pengelola masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul untuk mengikuti Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4.
Acara ini merupakan ajang pelatihan penting yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Di antara para peserta yang dengan tekun menyimak setiap materi yang disampaikan, terlihat jelas kehadiran utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang.
Wajah para utusan tersebut memancarkan semangat kuat untuk melakukan transformasi. Mereka membawa tekad yang membara dari daerah asal mereka, serta amanah besar yang siap mereka jalankan sekembalinya ke wilayah Lumajang, dari Ranupani hingga daerah pesisirnya.
Bagi Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Lumajang, partisipasi dalam AM3 Batch 4 bukan hanya sekadar memenuhi agenda rutin atau acara seremonial. Kunjungan ke Sidoarjo ini justru dimanfaatkan sebagai kesempatan krusial untuk menyerap ilmu kemasjidan secara menyeluruh.
Satsari, yang menjabat sebagai Wakil Ketua LPCRPM PDM Lumajang, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk tidak membiarkan pengalaman berharga ini hanya berhenti pada dirinya sendiri. Ia bertekad untuk membawa “oleh-oleh” berupa pengetahuan yang didapat dan membagikannya secara luas kepada seluruh pengelola masjid di Lumajang.
Dengan penuh keyakinan, Satsari mengungkapkan, “Kita akan menularkan ilmu Kemasjidan dari hasil pelatihan Akademi Marbot Muhammadiyah ini. Sepulang dari pelatihan, kita akan membuat pelatihan Akademi Marbot untuk 56 Masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Lumajang.”
Rencana untuk mereplikasi pelatihan ini memiliki tujuan utama agar puluhan masjid Muhammadiyah yang tersebar di seluruh wilayah Lumajang dapat mencapai standardisasi tata kelola yang adaptif, profesional, serta ramah terhadap jamaah.
Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan juga menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi bagi umat. Poin penting ini ditegaskan oleh Ferdi, salah satu pengurus LPCRPM PDM Lumajang yang juga turut serta dalam pelatihan AM3.
Menurut Ferdi, upaya pembenahan yang mendasar harus dimulai dari aspek tata kelola atau manajemen masjid. Ia sangat menekankan pentingnya gagasan restorasi agar masjid dapat kembali menjalankan fungsi idealnya secara optimal.
Dengan penuh semangat, Ferdi menuturkan, “Kita harus merestorasi masjid dalam hal tata kelola/manajemen masjid agar lebih makmur dan memakmurkan. Kegiatan pelatihan ini sangat bagus, khususnya bagi perkembangan masjid-masjid Muhammadiyah di Lumajang nantinya.”
Seruan “Masjid makmur memakmurkan” yang ia lontarkan menjadi dorongan moral yang kuat bagi seluruh tim. Prinsip ini mengandung makna yang sangat mendalam, bahwa masjid tidak hanya dimakmurkan oleh jamaah melalui aktivitas ibadah dan infak, tetapi keberadaan masjid itu sendiri juga harus mampu memberikan kemakmuran bagi jamaah dan masyarakat di sekitarnya melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, dan ekonomi.
Semangat membara yang ditunjukkan oleh para utusan dari Lumajang ini bersumber dari padatnya rangkaian materi yang disajikan selama tiga hari di Masjid Al-Ikrom Wage. Mengacu pada jadwal kegiatan AM3 Batch 4 yang mengusung tema “Memakmurkan Masjid, Mencerahkan Umat”, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang sangat holistik dari para pakar dan jajaran pimpinan Muhammadiyah.
Dengan langkah penuh harapan, jajaran LPCRPM PDM Lumajang meninggalkan arena pelatihan di Taman, Sidoarjo. Tantangan besar dalam mengelola 56 masjid di Kabupaten Lumajang kini dihadapi dengan optimisme tinggi dan strategi yang lebih terukur.
Pelatihan marbot dan pengelola masjid yang rencananya akan diselenggarakan di Lumajang di masa mendatang diharapkan menjadi tonggak awal bagi lahirnya era baru kemasjidan di wilayah tersebut. Era ini mencakup berbagai aspek, mulai dari marbot yang mampu memberikan pelayanan prima (service excellence) dengan kesantunan, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, pemanfaatan media komunikasi modern, hingga tercapainya kemandirian ekonomi jamaah. Semua tujuan ini berawal dari komitmen kuat untuk merestorasi tata kelola masjid.
Dengan semangat yang didapatkan dari AM3, LPCRPM PDM Lumajang siap melangkah maju: mewujudkan masjid sebagai rumah yang hangat dan inklusif bagi setiap umat, sekaligus menjadikannya pusat pencerahan yang mampu memakmurkan masyarakat Lumajang secara berkelanjutan. (Jurnalis: Ferdi Irwansyah, Penyunting: Sugeng Purwanto)













