KlikMojok – Tawa riang anak-anak dan tepuk tangan meriah memenuhi ruangan saat seorang pendongeng beraksi di panggung, menyisipkan pesan tentang kepedulian, semangat berbagi, serta cinta kasih kepada sesama. Inilah pendekatan dakwah kreatif yang dipilih oleh Lazismu Kabupaten Lumajang, menghadirkan pengalaman edukatif yang membekas di hati para pelajar. Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan menyongsong momentum Maulid Nabi Muhammad Saw, Lazismu Lumajang meluncurkan program Safari Dongeng dan Monolog yang akan berlangsung selama satu bulan penuh di berbagai sekolah di Kabupaten Lumajang.
Program edukasi ini menargetkan peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) yang tersebar di wilayah Kabupaten Lumajang. Desain penyampaian materi pun disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk siswa TK, MI, dan SD, pesan-pesan moral disampaikan melalui format dongeng interaktif yang menghibur. Sementara itu, bagi pelajar SMP dan SMA/SMK, Lazismu menyajikan pertunjukan monolog yang diawali dengan atraksi pantomim, diikuti dengan sesi motivasi khusus untuk membangun semangat generasi muda.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mengangkat tema besar “Kemerdekaan dan Maulid Nabi: Memerdekakan Anak Yatim dan Duafa”. Sosok yang mengawal dan mengisi program ini adalah Rendi Astomo, seorang pendongeng profesional dan pelaku seni pantomim yang juga merupakan kader aktif Pemuda Muhammadiyah Lumajang.
Melalui media seni pertunjukan yang dibawakannya, Rendi Astomo berupaya mengajak para pelajar untuk memahami makna kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya sebatas kebebasan dari belenggu penjajahan, melainkan juga mencakup upaya membebaskan anak-anak yatim dan kaum duafa dari berbagai keterbatasan, khususnya dalam akses pendidikan dan peluang meraih masa depan yang lebih baik.
Agenda Safari Dongeng dan Monolog ini secara resmi dimulai pada hari Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di SD Kreatif Muhammadiyah Lumajang. Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa di lokasi pertama ini menjadi pemicu semangat bagi tim Lazismu untuk terus melanjutkan perjalanan ke berbagai institusi pendidikan lainnya.
Selanjutnya, agenda kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, di Aula Abdi Manaf SMK Muhammadiyah Lumajang. Acara ini berhasil menarik partisipasi sekitar 600 siswa dan turut dihadiri langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah Lumajang, Dr. Amarlian Bilqisthi Agustin.
Dr. Amarlian Bilqisthi Agustin mengungkapkan pandangannya bahwa pendidikan karakter akan jauh lebih efektif dan mudah diterima oleh siswa apabila disampaikan melalui metode yang kreatif serta menyenangkan. Beliau menyatakan, “Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Lazismu Lumajang. Apalagi dalam kegiatan ini disisipkan nilai-nilai penting tentang berbagi kepada sesama.”
Lebih lanjut, Amarlian menjelaskan bahwa pihak sekolah juga secara aktif mengimbau seluruh siswa untuk membawa infak terbaik mereka. Dana infak yang terkumpul ini nantinya akan disalurkan melalui Lazismu untuk mendukung pendidikan anak-anak yatim dan kaum duafa yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang.
Beliau juga menambahkan, “Inovasi seperti ini perlu dikolaborasikan dengan sekolah-sekolah lainnya. Kami bersama Lazismu tidak hanya bekerja sama dalam kegiatan ini saja. Saat Ramadan pun kami sering menghadirkan syekh dari Palestina. Sejak dini anak-anak kami didik agar memiliki kepedulian dan semangat berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan.”
Di sisi lain, Manajer Lazismu Lumajang, Said Romdhon, menjelaskan bahwa program Safari Dongeng dan Monolog ini merupakan salah satu wujud dari dakwah kemanusiaan. Program ini sengaja dikemas secara kreatif untuk memastikan pesan-pesan kebaikan dapat diterima dengan mudah dan efektif oleh generasi muda.
Said Romdhon mengungkapkan, “Alhamdulillah, hingga saat ini sudah terjadwal sekitar 20 sekolah yang siap menjadi lokasi Safari Dongeng dan Monolog.” Ia menambahkan bahwa tim fundraising Lazismu tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, melainkan juga terbuka lebar untuk menjalin kolaborasi dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta lainnya.
Ia menegaskan, “Kami ingin gerakan berbagi ini menjadi gerakan bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh sekolah untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan duafa.”
Bagi sekolah-sekolah yang berminat untuk menghadirkan program Safari Dongeng dan Monolog ini ke institusi mereka, Said Romdhon menginformasikan bahwa dapat menghubungi Tim Fundraising Lazismu Lumajang melalui nomor admin 0853-7793-4344.
Bagi Lazismu Lumajang, dongeng dan monolog tidak hanya dipandang sebagai bentuk hiburan semata atau sekadar pertunjukan seni. Keduanya berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan ranah pendidikan. Momen ketika anak-anak tersenyum, merasa terhibur, dan kemudian tergerak hatinya untuk menyisihkan sebagian rezeki demi membantu sesama, pada saat itulah panggung sederhana ini bertransformasi menjadi arena lahirnya generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kaya akan kepedulian sosial.













