KlikMojok – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bojonegoro telah berhasil menggalang dana untuk disalurkan kepada warga yang menjadi penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses pengumpulan sumbangan ini melibatkan seluruh jaringan organisasi IPM di bawah kepengurusan mereka.
Pada Rabu, 2 September 2026, sejumlah pengurus IPM Bojonegoro melakukan kunjungan ke Kantor Lazismu setempat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerahkan seluruh hasil penggalangan dana yang telah terkumpul, yang nantinya akan didistribusikan kepada warga yang terdampak musibah gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Organisasi pelajar Muhammadiyah di Bojonegoro ini berhasil menghimpun dana kemanusiaan dengan total mencapai Rp11 juta. Donasi signifikan tersebut kemudian diserahkan melalui Lazismu Bojonegoro, sebuah lembaga yang memiliki peran vital dalam mengelola berbagai dana, mulai dari zakat, infak, sedekah, hingga dana kemanusiaan.
Proses penyerahan donasi ini dilakukan secara langsung oleh Ketua IPM Bojonegoro, Muhammad Adam F., yang didampingi oleh perwakilan dari IPM Cabang dan Ranting se-Bojonegoro. Di sisi penerima, donasi diterima oleh Sartono, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro.
Muhammad Adam F. menjelaskan bahwa inisiatif penggalangan dana ini merupakan upaya kolektif yang dilaksanakan bersama-sama, dengan melibatkan seluruh jaringan IPM dari berbagai tingkatan yang tersebar di wilayah Bojonegoro. “Donasi ini kami kumpulkan selama kurang lebih satu minggu dari seluruh IPM Cabang dan Ranting se-Bojonegoro. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Adam, menegaskan tujuan mulia dari aksi tersebut.
Gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh IPM Bojonegoro ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar tidak hanya memiliki peran dan tanggung jawab dalam ranah pendidikan formal, tetapi juga mampu mengambil bagian aktif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Semangat untuk berbagi yang tumbuh dan berkembang di kalangan pelajar menjadi elemen krusial dalam proses pendidikan karakter serta pembentukan kepedulian sosial yang mendalam.
Dari sudut pandang Lazismu Bojonegoro, donasi sebesar Rp11 juta yang berhasil dihimpun oleh para pelajar Muhammadiyah ini adalah sebuah afirmasi kuat bahwa gerakan kemanusiaan bisa tumbuh dan berkembang dari siapa saja, tanpa memandang usia atau latar belakang, termasuk dari kalangan pelajar. Sartono menyampaikan apresiasi yang tinggi, mengatakan, “Saya mewakili Lazismu Bojonegoro mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan IPM se-Bojonegoro yang telah menunjukkan kepedulian dan keikhlasannya. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal jariyah terbaik, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi keberkahan bagi para donatur serta keluarga.”
Lebih lanjut, Sartono menambahkan bahwa kolaborasi yang terjalin antara organisasi pelajar dan lembaga filantropi semacam ini merupakan energi positif yang sangat penting dalam membangun budaya kepedulian di tengah masyarakat luas. Melalui sinergi yang efektif ini, semangat berbagi dapat dikelola dengan lebih terarah dan sistematis, memastikan bahwa manfaatnya dapat tersalurkan secara optimal kepada pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan. Sartono juga menyoroti bahwa inisiatif penggalangan donasi yang dilakukan oleh IPM Bojonegoro ini menjadi sebuah teladan nyata, menunjukkan bahwa tindakan kebaikan tidak perlu menunggu seseorang mencapai usia dewasa atau memiliki sumber daya yang melimpah.
Dengan berbekal kebersamaan, semangat kepedulian, dan keikhlasan yang tulus, para pelajar terbukti mampu menghadirkan kontribusi nyata yang signifikan bagi sesama. Semangat berbagi dan menolong ini sangat selaras dengan nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam yang senantiasa mendorong umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kepedulian yang ditunjukkan terhadap para penyintas bencana tidak hanya sekadar bentuk solidaritas sosial, melainkan juga manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan universal serta implementasi dari semangat fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.













