Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Bupati Bojonegoro Apresiasi Lazismu Salurkan Air Atasi Kekeringan

badge-check

Bupati Bojonegoro Apresiasi Lazismu Salurkan Air Atasi Kekeringan Perbesar

KlikMojok – Pada tanggal 20 Oktober 2026, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, secara resmi menganugerahkan penghargaan kepada Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) setempat atas kontribusi signifikan mereka dalam menyediakan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan parah di Kabupaten Bojonegoro. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap upaya Lazismu dalam mengatasi krisis air di musim kemarau.

Lazismu Bojonegoro menerima Piagam Penghargaan bernomor 002.6/2124/412.307/2026 dari Bupati Setyo Wahono. Piagam ini diberikan khusus sebagai pengakuan atas peran aktif serta partisipasi lembaga tersebut dalam penanganan bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2026.

Penyerahan penghargaan yang berlangsung pada 20 Oktober 2026 ini menunjukkan apresiasi mendalam dari pemerintah daerah atas keterlibatan Lazismu dalam meringankan beban masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat dampak kekeringan.

Apresiasi yang diberikan oleh pemerintah daerah tersebut selaras dengan komitmen dan aksi nyata yang telah dilakukan oleh Lazismu Bojonegoro, terutama dalam mendistribusikan bantuan air bersih ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

Laporan kegiatan Lazismu Bojonegoro mencatat bahwa selama periode 13 Agustus hingga 9 Oktober 2026, mereka berhasil menyalurkan total 531.000 liter air bersih. Bantuan vital ini didistribusikan ke 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan berbeda, dengan perkiraan jumlah penerima manfaat mencapai 1.471 kepala keluarga (KK). Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses distribusi ini tercatat sebesar Rp25,48 juta.

Pencapaian luar biasa ini menegaskan peran penting Lazismu dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga yang menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses air bersih selama puncak musim kemarau.

Program distribusi bantuan air bersih Lazismu menjangkau wilayah-wilayah yang tersebar luas di berbagai kecamatan di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Sebagai contoh, di Kecamatan Sugihwaras, bantuan disalurkan ke Desa Siwalan dan Desa Alasgung. Sementara itu, di Kecamatan Ngasem, bantuan krusial ini mencapai Desa Butoh, dan di Kecamatan Ngambon, Desa Nglampin menjadi salah satu penerima manfaat.

Jangkauan distribusi juga meliputi Desa Nganti yang berada di Kecamatan Ngraho; Desa Hargomulyo dan Desa Kawengan di Kecamatan Kedewan. Selain itu, tujuh desa di Kecamatan Sumberrejo juga turut menerima bantuan, yaitu Desa Butoh, Desa Tulungrejo, Desa Deru, Desa Tlogohaji, Desa Karangdowo, Desa Sumuragung, dan Desa Kayulemah.

Daftar wilayah penerima bantuan air bersih juga mencakup Desa Petak di Kecamatan Malo; Desa Kedungsari di Kecamatan Temayang; Desa Sumodikaran dan Desa Ngumpakdalem di Kecamatan Dander; Desa Kumpulrejo di Kecamatan Kapas; Desa Penganten dan Desa Mampil di Kecamatan Balen; Desa Balongcabe dan Desa Ngrandu di Kecamatan Kedungadem; serta Desa Ngaglik di Kecamatan Kasiman.

Dari sekian banyak wilayah yang menerima bantuan, beberapa di antaranya menerima volume distribusi yang cukup besar. Misalnya, Desa Butoh di Kecamatan Ngasem menerima 76.400 liter air bersih, diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan 160 kepala keluarga. Kemudian, Desa Sumodikaran di Kecamatan Dander mendapatkan 74.000 liter untuk sekitar 105 kepala keluarga. Sementara itu, Desa Kayulemah di Kecamatan Sumberrejo menerima 30.000 liter air, yang diperkirakan mencukupi kebutuhan 105 kepala keluarga.

Bantuan air bersih yang telah didistribusikan ini diharapkan dapat secara signifikan membantu memenuhi berbagai kebutuhan dasar sehari-hari warga, mulai dari keperluan memasak dan minum, hingga aktivitas mencuci dan menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga.

Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Bapak Sartono, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas pengakuan berupa penghargaan yang telah diberikan. Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, melainkan juga sebuah dorongan dan penyemangat bagi Lazismu untuk secara berkelanjutan meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas jangkauan program-program kemanusiaan mereka.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas penghargaan dari Bupati Bojonegoro. Bagi Lazismu, penghargaan ini bukan semata-mata kebanggaan lembaga, melainkan amanah dan motivasi untuk terus hadir membantu masyarakat. Apa yang telah kami lakukan merupakan hasil kepedulian dan dukungan banyak pihak, terutama para muzaki, donatur, relawan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mempercayakan amanah kebaikannya melalui Lazismu,” tutur Sartono saat dihubungi pada Selasa, 3 November 2026.

Sartono lebih lanjut menjelaskan bahwa penyaluran total 531.000 liter air bersih ke berbagai wilayah yang terdampak merupakan manifestasi nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan, semuanya demi membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mengambil bagian dalam program bantuan air bersih ini. Setiap bantuan yang diberikan sangat berarti bagi warga terdampak kekeringan. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” imbuh Sartono.

Beliau juga menyampaikan harapannya agar sinergi dan kolaborasi antara Lazismu, pemerintah daerah, para relawan, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan adanya kerja sama yang solid, berbagai persoalan sosial dan tantangan kemanusiaan yang ada di Bojonegoro diharapkan dapat ditanggapi dan diatasi dengan lebih cepat serta tepat sasaran.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Skandal Penyadapan Ilegal: Tiga Jenderal Polri Jadi Tersangka, Termasuk Dugaan Terhadap Presiden

3 Nov 2026 - 21:05 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal: Tiga Jenderal Polri Jadi Tersangka, Termasuk Dugaan Terhadap Presiden

Di Balik Kabut Jobolarangan: Pelajaran Kemanusiaan dari Evakuasi Wanita Tanpa Identitas di Magetan

3 Nov 2026 - 18:46 WIB

Di Balik Kabut Jobolarangan: Pelajaran Kemanusiaan dari Evakuasi Wanita Tanpa Identitas di Magetan

Nusantara di Layar Dunia: Merajut Kisah Leluhur dengan Teknologi AI dari Singhasari

3 Nov 2026 - 18:44 WIB

Nusantara di Layar Dunia: Merajut Kisah Leluhur dengan Teknologi AI dari Singhasari

Revolusi Senyap di Tambak Kerapu: Ketika IoT dan AI Merawat Harapan Baru Petambak Lamongan

3 Nov 2026 - 15:18 WIB

Revolusi Senyap di Tambak Kerapu: Ketika IoT dan AI Merawat Harapan Baru Petambak Lamongan

Air Mata Langit di Bumi Arema: Jejak Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang

3 Nov 2026 - 15:18 WIB

Air Mata Langit di Bumi Arema: Jejak Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang
Trending di Pendidikan