Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Nusantara di Layar Dunia: Merajut Kisah Leluhur dengan Teknologi AI dari Singhasari

badge-check

Nusantara di Layar Dunia: Merajut Kisah Leluhur dengan Teknologi AI dari Singhasari Perbesar

KlikMojok – Delapan abad silam, tanah Singhasari di Malang, Jawa Timur, menjadi pusat peradaban yang kaya akan teknik, seni, ilmu pengetahuan, dan tata negara, diperkaya oleh pertukaran budaya dengan India. Kini, di atas fondasi sejarah yang megah itu, sebuah kolaborasi modern terjalin, membawa semangat yang sama untuk inovasi dan pertukaran. Collective Studios, Galleri5, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari bersatu padu untuk mengangkat cerita-cerita Nusantara ke panggung global, mengubahnya menjadi film, serial, dan kekayaan intelektual (IP) orisinal yang berpotensi menembus pasar internasional. Inisiatif ambisius ini diumumkan dalam forum Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026, pada 24 Oktober.

Kemitraan strategis ini merupakan jembatan antara kekayaan budaya dan talenta kreatif Indonesia dengan kemajuan teknologi produksi audiovisual India. Collective Studios, sebagai bagian dari Collective Artists Network, membawa lini pengembangan IP orisinal bernama Historyverse, yang berfokus pada narasi-narasi mendalam. Sementara itu, Galleri5, perusahaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam ekosistem Collective, hadir dengan platform produksi inovatif yang dirancang khusus untuk industri perfilman dan ekonomi kreatif, membuka dimensi baru dalam penciptaan konten.

Inti dari kolaborasi ini adalah mengolah cerita-cerita yang berakar kuat pada budaya Indonesia – mulai dari mitologi kuno, fantasi epik, sejarah heroik, hingga animasi yang memukau – menjadi karya audiovisual berkualitas tinggi. Perpaduan antara pemahaman mendalam talenta kreatif lokal Indonesia dengan kapabilitas pengembangan IP orisinal Collective Studios, serta teknologi dan alur kerja produksi berbasis AI milik Galleri5 dari India, diharapkan mampu melahirkan karya-karya yang otentik dan kompetitif di kancah global.

Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif ini dengan penekanan pada pemberdayaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya peran AI sebagai alat yang menguatkan, bukan menggeser, posisi kreator lokal. “Kecerdasan artifisial harus memberdayakan kreator, bukan menggantikan mereka,” tegas Menko Airlangga dalam forum tersebut. Ia juga menekankan bahwa setiap kemitraan harus memastikan keterlibatan talenta dan cerita Indonesia, sekaligus melindungi, mengembangkan, dan meningkatkan nilai tambah kekayaan intelektual nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, KEK Singhasari, dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, diarahkan untuk mengembangkan Singhasari Creative-Tech Sandbox. Inisiatif percontohan untuk subsektor Teknologi Baru dan Konten Digital ini diharapkan dapat memberikan dampak terukur dalam menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan kekayaan intelektual lokal. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melihat kolaborasi ini sebagai buah dari upaya mempertemukan dua kekuatan kreatif. “Melalui berbagai diskusi, kami melihat peluang untuk menghubungkan kekayaan cerita budaya dan talenta kreatif Indonesia dengan kemampuan India yang maju dalam bidang teknologi dan produksi audiovisual. Visi bersama inilah yang melahirkan Indonesia–India Creative-Tech Corridor, sekaligus pengembangan Creative-Tech Sandbox yang akan membuka peluang kolaborasi bagi kreator dan mitra industri,” ujar Menteri Ekraf. Ia juga menegaskan komitmen kementeriannya untuk mendukung pengembangan talenta, kemitraan industri, perlindungan IP, dan perluasan akses pasar, sesuai dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 yang kini mencakup 21 subsektor, termasuk Teknologi Baru dan Konten Digital.

Direktur Utama KEK Singhasari, David Santoso, melihat kemitraan ini sebagai kelanjutan dari hubungan sejarah dan budaya panjang antara Indonesia dan India. “Delapan abad lalu, di tanah tempat KEK Singhasari berdiri hari ini, Kerajaan Singhasari menjadi pusat teknik, seni, ilmu pengetahuan, dan tata negara, sebuah peradaban yang diperkaya oleh pertukaran berabad-abad dengan India. Hari ini, bersama mitra-mitra dari India, kita menghidupkan kembali sejarah itu, kali ini dengan menguasai transformasi AI. Tujuan kita adalah membangun daya saing baru Indonesia di subsektor Teknologi Baru dan Konten Digital, dengan talenta dan kekayaan intelektual Indonesia sebagai intinya,” ujar David Santoso. KEK Singhasari, yang berbasis di Malang, Jawa Timur, memang tengah membangun ekosistem komprehensif yang menghubungkan pendidikan, talenta digital, riset, teknologi, industri kreatif, dan investasi. Melalui PT Lokanima Kreatif Nusantara, kawasan ini mengembangkan Lokanima 2.0 dan Singhasari Creative-Tech Sandbox untuk mendorong peralihan dari produksi berbasis jasa menuju kepemilikan kekayaan intelektual, sebuah langkah maju dalam ekosistem pendidikan dan ekonomi kreatif. Dalam kemitraan ini, KEK Singhasari akan berperan sebagai penghubung antara Collective Studios dan Galleri5 dengan kreator, studio, calon investor, distributor, serta institusi ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Teknologi canggih menjadi tulang punggung kolaborasi ini. Galleri5 mengembangkan G5 AI Studio, sebuah platform yang mengintegrasikan lebih dari 200 model AI dengan alur kerja khusus untuk seluruh spektrum produksi audiovisual, mulai dari storyboarding, desain karakter dan dunia cerita, animasi, efek visual (VFX), hingga produksi video sinematik. Teknologi ini telah terbukti efektivitasnya, digunakan untuk memproduksi lebih dari 10.000 iklan dan video, menjadi dasar bagi perintisan produksi hiburan berbasis AI di India. Contoh nyata adalah serial Mahabharat: Ek Dharmayudh, yang diluncurkan JioStar dan Collective Media Network untuk Star Plus dan JioHotstar, di mana Galleri5 mengembangkan dan menerapkan teknologi produksi film berbasis AI. Galleri5 juga tengah menggarap alur kerja teknologi untuk beberapa proyek layar lebar dalam portofolio Historyverse milik Collective Studios, termasuk Chiranjeevi Hanuman – The Eternal dan Krishna.

Pandangan global dari para pelaku industri menegaskan potensi besar Indonesia. Founder & Group CEO Collective Artists Network, Vijay Subramaniam, meyakini bahwa waralaba hiburan global berikutnya tidak akan melulu lahir dari Hollywood. “Setiap negara memiliki cerita yang layak menjangkau audiens lebih luas, dan Indonesia memiliki kekayaan cerita yang luar biasa. Melalui Collective Studios’ Historyverse, kami ingin bekerja bersama para kreator Indonesia untuk mengembangkan cerita-cerita tersebut menjadi film, serial, dan karya hiburan yang dapat dikenal dunia. Galleri5 memberi kami pendekatan baru untuk meningkatkan skala produksi, sementara visi kreatif dan kekuatan cerita tetap menjadi pusat dari semua yang kami lakukan,” ujar Vijay. Senada, Founder & CEO Galleri5 sekaligus Partner Collective Artists Network, Rahul Regulapati, menambahkan bahwa teknologi akan membuka cara baru dalam memproduksi karya audiovisual. “Generasi berikutnya dari perfilman global akan dibangun di atas fondasi teknologi yang sangat berbeda. Di Galleri5, kami membangun fondasi tersebut melalui G5 AI Studio, yang menggabungkan model AI mutakhir dan alur kerja produksi film dalam satu platform. Kami telah menunjukkan kemampuan teknologi ini melalui produksi film dan televisi di India. Kini, bersama talenta kreatif Indonesia yang luar biasa dan kemampuan studio Collective, kita memiliki kesempatan untuk membawa cerita yang berakar pada budaya lokal kepada audiens dunia,” ujar Rahul.

Salah satu konsep awal yang sedang dalam pembahasan adalah Echoes of Nusantara—judul sementara—sebuah proyek orisinal bergenre petualangan dan mitologi yang terinspirasi dari kekayaan cerita Nusantara. Collective Studios melalui Historyverse akan memimpin pengembangan kreatif, produksi studio, dan penyiapan paket IP, melibatkan talenta kreatif Indonesia dengan target memperoleh pendanaan, produksi, dan distribusi internasional. Meskipun masih pada tahap pembahasan konsep, kolaborasi ini membuka ruang signifikan bagi cerita Indonesia untuk dikembangkan dalam format audiovisual baru, dengan tetap menempatkan perspektif kreator lokal dan keaslian budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari proses kreatif.

Kemitraan ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata. Menko Airlangga mengarahkan agar kerja sama tersebut diterjemahkan menjadi proyek nyata, dengan hasil awal yang ditargetkan untuk ditampilkan pada World Audio Visual & Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India. Arah ini sejalan dengan harapan Kementerian Ekonomi Kreatif agar komitmen kolaborasi ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas, memperkuat perlindungan kekayaan intelektual, dan memperluas akses pasar internasional bagi karya serta talenta Indonesia. Melalui penggabungan cerita-cerita adiluhung Indonesia, pengalaman industri hiburan India yang matang, dan teknologi produksi AI yang mutakhir, Collective Studios, Galleri5, dan KEK Singhasari berupaya menghadirkan lebih banyak film, serial, serta kekayaan intelektual orisinal Nusantara yang mampu bersaing dan mengukir nama di panggung dunia, sekaligus menjadi edukasi dan inspirasi bagi generasi kreatif masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Kabut Jobolarangan: Pelajaran Kemanusiaan dari Evakuasi Wanita Tanpa Identitas di Magetan

3 Nov 2026 - 18:46 WIB

Di Balik Kabut Jobolarangan: Pelajaran Kemanusiaan dari Evakuasi Wanita Tanpa Identitas di Magetan

Revolusi Senyap di Tambak Kerapu: Ketika IoT dan AI Merawat Harapan Baru Petambak Lamongan

3 Nov 2026 - 15:18 WIB

Revolusi Senyap di Tambak Kerapu: Ketika IoT dan AI Merawat Harapan Baru Petambak Lamongan

Air Mata Langit di Bumi Arema: Jejak Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang

3 Nov 2026 - 15:18 WIB

Air Mata Langit di Bumi Arema: Jejak Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang

Siswa SMK Mutu Gondanglegi Raih Juara 3 Robot Sumo, Buktikan Keunggulan Mekatronika

3 Nov 2026 - 15:17 WIB

Siswa SMK Mutu Gondanglegi Raih Juara 3 Robot Sumo, Buktikan Keunggulan Mekatronika

Melatih Ketelitian dan Berpikir Kritis: 29 Murid Mamuda Banyutengah Ikuti Tes Kemampuan Akademik

3 Nov 2026 - 15:16 WIB

Melatih Ketelitian dan Berpikir Kritis: 29 Murid Mamuda Banyutengah Ikuti Tes Kemampuan Akademik
Trending di Pendidikan