Menu

Mode Gelap
Dekan Fikes Umla Paparkan Strategi Mahasiswa Bertahan dan Berdampak di Tengah Gempuran AI Terbang Tinggi Cita-cita: Santri MBS Porong Belajar Makna Tujuan Lewat Pesawat Kertas Siswa Wajib “Makan Tanpa Dicerna”? Ternyata Ini Kunci Belajar Mendalam Lewat Refleksi Kelas! PPPK Guru Menuju PNS 2027: Polemik Tes Kompetensi Bagi Lulusan PPG dan 500 Ribu Formasi yang Bikin Heboh! Adelyne, Peserta Jawa di DiDi MeiMei Surabaya 2026, Gaungkan Toleransi Budaya Dari Pesantren ke Ruang UGD: Ketika Janji Makan Bergizi Gratis Berujung Nestapa Keracunan Santri di Sidoarjo

Pendidikan

Api yang Melahap Ingatan: Ketika Jantung Administratif Taman Nasional Meru Betiri Terbakar

badge-check


					Api yang Melahap Ingatan: Ketika Jantung Administratif Taman Nasional Meru Betiri Terbakar Perbesar

KlikMojok – Malam itu, 31 Agustus 2026, seharusnya menjadi malam yang tenang di Jalan Sriwijaya, Kabupaten Jember. Namun, ketenangan itu mendadak sirna ketika api mulai menjilat di kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Di tengah kesibukan rapat daring melalui Zoom, Kepala Balai TNMB Wiwied Widodo, bersama beberapa pegawai yang masih beraktivitas di aula, tak menyangka bahwa ancaman serius tengah mengintai.

Sekitar pukul 19.30, percikan api pertama kali terlihat di gudang belakang, sebuah titik awal yang tak terduga namun fatal. Dengan cepat, si jago merah merambat, melahap kamar mandi, musala, hingga akhirnya merangsek ke ruang staf. Kepanikan tak terhindarkan. Wiwied Widodo sigap meminta jajaran pegawainya untuk bergerak cepat, mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Upaya heroik namun terbatas itu tak mampu membendung keganasan api yang terus membesar. Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba, membantu mengamankan barang-barang penting, termasuk kendaraan dinas, dari amukan api.

Namun, api terlalu perkasa. Upaya pemadaman awal oleh para pegawai gagal total. Kobaran api terus meluas, melahap separuh bagian gedung kantor yang menjadi pusat administrasi dan operasional salah satu taman nasional penting di Jawa Timur ini. “Meihat api besar, kami menghubungi Posko Rambipuji,” kenang Wahyudi, Komandan Regu C Unit Pemadam Kebakaran Pemkab Jember, menggambarkan skala musibah yang terjadi. Butuh setidaknya tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk akhirnya menaklukkan api setelah perjuangan selama satu jam penuh.

Beruntung, di tengah kerugian material yang besar, tidak ada korban jiwa yang jatuh. “Setelah berhasil memadamkan api, kami melakukan pendinginan,” tambah Wahyudi, lega karena tidak ada nyawa yang melayang dalam insiden tersebut. Namun, kerugian non-material mungkin tak terhingga. Dua gedung yang terbakar, menurut informasi dari kepolisian, adalah gedung arsip dan keuangan. Kehilangan arsip-arsip penting ini bisa berarti hilangnya catatan sejarah, data penelitian, hingga dokumen-dokumen vital terkait pengelolaan dan konservasi Taman Nasional Meru Betiri, yang merupakan rumah bagi flora dan fauna endemik.

Kepala Balai TNMB Wiwied Widodo sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, ia tak menampik bahwa sebelumnya memang kerap terjadi hubungan arus pendek atau konsleting listrik yang menyebabkan listrik anjlok di area tersebut. Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Sumbersari Komisaris Heri Supadmo masih terus menginventarisasi kerusakan dan merinci kerugian akibat kebakaran, sembari mendalami penyebab pasti di balik musibah ini. Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan bangunan fisik, tetapi juga berpotensi mengganggu ritme kerja dan keberlanjutan misi pendidikan serta konservasi yang diemban oleh Balai TNMB, memaksa mereka untuk membangun kembali dari puing-puing, tak hanya fisik namun juga memori dan data yang hilang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dekan Fikes Umla Paparkan Strategi Mahasiswa Bertahan dan Berdampak di Tengah Gempuran AI

2 September 2026 - 10:04 WIB

Terbang Tinggi Cita-cita: Santri MBS Porong Belajar Makna Tujuan Lewat Pesawat Kertas

2 September 2026 - 10:00 WIB

Dari Pesantren ke Ruang UGD: Ketika Janji Makan Bergizi Gratis Berujung Nestapa Keracunan Santri di Sidoarjo

2 September 2026 - 06:14 WIB

Bayang-bayang Keracunan MBG di Manbaul Hikam: Ketika Pejabat Turun Tangan Menenangkan Kecemasan Santri dan Orang Tua

2 September 2026 - 06:13 WIB

Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis

1 September 2026 - 21:52 WIB

Trending di Pendidikan