Menu

Mode Gelap
Renovasi Total Rumah Lansia Korban Kebakaran, Pemkab Sidoarjo Gelontorkan Dana BTT Panduan Berobat Lancar dengan JKN BPJS Kesehatan: Tiga Kunci Penting yang Wajib Diketahui Peserta di Surabaya Raya Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis Pramuka Pasuruan: Merajut Asa Swasembada Pangan di Tengah Gelora Indonesia Emas 2045 SD Almadany Cetak Bibit Unggul: Lima Atlet Taekwondo Raih Medali di Kejurprov Jatim 2026 Dilema Pasar Thai Tea Indonesia: Survei Jakpat Ungkap Popularitas Chatime-Kopi Kenangan, Namun Rasa Autentik Jadi Kunci

Pendidikan

Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis

badge-check


					Dari Dapur Pesantren ke UGD: 120 Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis Perbesar

KlikMojok – Suasana khidmat Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak terusik oleh kepanikan. Bukan karena ujian akhir atau kegiatan keagamaan, melainkan alarm kesehatan yang meraung-raung. Sebanyak 120 santri dari total sekitar 1.000 penghuni pondok tersebut, harus segera mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit. Dugaan kuat mengarah pada keracunan makanan, yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan.

Deretan mobil ambulans bergegas mengantarkan para santri ke fasilitas kesehatan terdekat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menjadi tujuan utama, menampung 80 santri yang kondisinya paling membutuhkan perhatian. Sisanya tersebar di Rumah Sakit Siti Hajar (19 santri), Rumah Sakit Delta Surya (12 santri), dan Rumah Sakit Pusura Gelam Candi (9 santri). Kehadiran para wali santri yang berdatangan, menambah kepadatan suasana di rumah sakit, masing-masing ingin memastikan kondisi putra-putrinya.

Bupati Sidoarjo, Subandi, segera turun tangan memastikan penanganan para santri berjalan optimal. Ia menyatakan bahwa seluruh santri yang menunjukkan gejala keracunan telah mendapatkan perawatan yang memadai. Mayoritas santri dilaporkan mengalami mual dan diare, namun kini kondisinya berangsur membaik dan dalam tahap pemulihan.

“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun,” ujar Subandi saat memberikan keterangan, Selasa (1/9/2026). Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran publik, terutama para orang tua santri, mengenai insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan berbasis agama tersebut. Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi santri, kini justru menjadi sorotan tajam akibat peristiwa ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pramuka Pasuruan: Merajut Asa Swasembada Pangan di Tengah Gelora Indonesia Emas 2045

1 September 2026 - 21:51 WIB

SD Almadany Cetak Bibit Unggul: Lima Atlet Taekwondo Raih Medali di Kejurprov Jatim 2026

1 September 2026 - 21:51 WIB

Api di Puncak Para Dewa: Pelajaran Berharga dari Karhutla Semeru yang Melahap Ratusan Hektare

1 September 2026 - 18:52 WIB

Bara Tungku yang Menguji Kewaspadaan: Refleksi dari Kebakaran Warung di Madiun

1 September 2026 - 18:52 WIB

Smamda Sidoarjo Wujudkan Pendidikan Berkarakter dengan Galang Donasi Rp21,3 Juta untuk Korban Bencana NTT

1 September 2026 - 18:51 WIB

Trending di Pendidikan