KlikMojok – SIDOARJO – Jutaan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di seluruh Indonesia setiap harinya memanfaatkan beragam layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penanganan medis darurat. Tingginya tingkat pemanfaatan ini menjadi indikasi kuat bahwa Program JKN semakin mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat sebagai jaminan kesehatan yang dapat diandalkan kapan saja dan di mana saja. Untuk memastikan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara maksimal, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, pada Selasa (1/9), menegaskan bahwa peserta perlu memahami beberapa hal mendasar sebelum mengakses layanan kesehatan.
“Program JKN dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh peserta dalam mengakses layanan kesehatan. Agar manfaat ini bisa dirasakan secara maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami peserta sebelum berobat,” ujar Munaqib.

Menurut Munaqib, hal pertama yang krusial bagi peserta adalah memastikan status kepesertaan mereka tetap aktif. BPJS Kesehatan telah menghadirkan beragam kemudahan, terutama bagi peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, untuk menjaga keaktifan kepesertaan mereka dengan lebih praktis. Munaqib mengimbau peserta mandiri agar disiplin membayar iuran tepat waktu, paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Untuk semakin mempermudah proses pembayaran, BPJS Kesehatan menyediakan fitur autodebit, yang memungkinkan iuran terpotong secara otomatis dari rekening bank yang telah didaftarkan. Peserta juga disarankan untuk secara berkala mengecek mutasi rekening guna memastikan proses pendebetan berjalan lancar dan sesuai.
Selain melalui fitur autodebit, peserta JKN juga dapat memantau status kepesertaannya dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, atau menghubungi Care Center 165 yang beroperasi 24 jam penuh.
Hal kedua yang tak kalah penting, lanjut Munaqib, adalah pemahaman peserta mengenai alur pelayanan kesehatan yang berjenjang. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap peserta memperoleh penanganan medis yang sesuai dengan kebutuhan mereka secara tepat dan efisien.
“Program JKN menerapkan sistem rujukan berjenjang, yang artinya peserta terlebih dahulu memperoleh pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik mandiri. Apabila berdasarkan indikasi medis peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, dokter FKTP akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit. Sistem ini memastikan setiap peserta ditangani sesuai jenjang kebutuhan medisnya,” jelas Munaqib.
Namun, Munaqib menambahkan, terdapat pengecualian khusus untuk kondisi gawat darurat. Dalam situasi ini, peserta dapat langsung mengakses Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat tanpa memerlukan surat rujukan terlebih dahulu. Hal ini merupakan bentuk komitmen Program JKN untuk memberikan penanganan cepat pada kasus-kasus yang mengancam jiwa.
“Kondisi gawat darurat yang dimaksud meliputi keadaan yang dapat mengancam nyawa, seperti gangguan jalan napas, gangguan pernapasan, gangguan sirkulasi, penurunan kesadaran, hingga kondisi darurat medis lainnya. Ini merupakan bentuk komitmen Program JKN agar peserta tetap memperoleh penanganan cepat sesuai kebutuhan medisnya,” tutur Munaqib.
Kunci ketiga yang turut mendukung kelancaran proses berobat adalah kesabaran peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelayanan yang berlaku. Munaqib menjelaskan bahwa sikap ini merupakan bentuk kerja sama antara peserta dan fasilitas kesehatan demi terciptanya pelayanan yang tertib dan nyaman bagi semua pihak. Dengan jutaan peserta JKN yang memanfaatkan layanan setiap harinya, mengikuti prosedur serta antrean yang berlaku akan sangat membantu menciptakan proses pelayanan yang lebih teratur dan nyaman. Apabila peserta membutuhkan bantuan atau informasi selama proses pelayanan, mereka dapat menghubungi petugas BPJS SATU atau petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang selalu siap sedia di rumah sakit.
Dari seluruh penjelasan tersebut, Munaqib menegaskan bahwa terdapat tiga kunci utama yang dapat membantu peserta merasakan manfaat JKN secara optimal. Kunci-kunci tersebut meliputi memastikan status kepesertaan tetap aktif, memahami alur pelayanan yang berlaku, serta bersabar dalam mengikuti setiap tahapan pelayanan.
“Mari bersama-sama memastikan status kepesertaan tetap aktif, memahami alur pelayanan yang berlaku serta bersabar mengikuti setiap tahapan proses. Dengan begitu, peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan Program JKN pun dapat terus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.













