Menu

Mode Gelap
Prabowo ‘Gebrak’ Riau: Perintahkan Tuntas Hotspot Sebelum Jadi Api, Siapkan Sumur Bor! Prof Zudan Lantik Dewan Hakim MTQ VIII KORPRI 2026, Tekankan Nilai Al-Qur’an Wajib Masuk Birokrasi! Mengukir Harmoni di Ngoro: Seruan Gus Barra Menjaga Warisan Bumi Mojopahit Gema Berkah dari Koin yang Tertebar: Rombekan, Tradisi Maulid Nabi yang Eratkan Warga Mojokerto Mata Ketiga di Ruang Publik: Dilema Kacamata Pintar Meta Ray-Ban dan Bayang-Bayang Privasi SMP Al-Ikhlas Lumajang Tanamkan Kepedulian Sosial Melalui Donasi Gempa NTT ke Lazismu

Berita Terkini

Inflasi Terkendali: Jurus Jitu BI dan Daerah Tekan Harga?

badge-check


					Inflasi Terkendali: Jurus Jitu BI dan Daerah Tekan Harga? Perbesar

Jakarta, IDN Times – Kabar baik nih, gaes! Bank Indonesia (BI) kasih lampu hijau soal inflasi Agustus yang tetap kalem di angka 2,5 plus minus 1 persen. Artinya, harga-harga masih aman terkendali, terutama berkat deflasi di sektor makanan dan harga yang diatur pemerintah.

Kalau kita bedah data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus memang deflasi tipis sebesar 0,08 persen (mtm). Alhasil, inflasi tahunan IHK melandai jadi 2,13 persen (yoy). Mantap!

“Inflasi yang adem ayem ini adalah bukti nyata dari konsistensi kebijakan moneter. Selain itu, sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) juga makin solid,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025).

1. Kenapa Inflasi Inti Masih Jalan Terus?

Oke, mari kita bahas lebih detail. Kelompok inti ternyata masih mengalami inflasi. Agustus ini, inflasi inti tercatat 0,06 persen (mtm), memang lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,13 persen (mtm). Tapi kok bisa?

Usut punya usut, biang keladinya adalah biaya pendidikan dan harga emas perhiasan. Uang kuliah dan biaya masuk SD ikutan naik, ditambah lagi harga emas global juga lagi tinggi-tingginya. Tapi tenang, ekspektasi inflasi masih terjaga kok. Secara tahunan, inflasi inti Agustus 2025 berada di angka 2,17 persen (yoy), turun dari bulan sebelumnya yang 2,32 persen (yoy).

2. Tomat dan Cabai Selamatkan Dompet Kita dari Inflasi Makanan

Nah, ini dia pahlawan kita! Kelompok *volatile food* alias makanan bergejolak justru mengalami deflasi sebesar 0,61 persen (mtm). Siapa saja yang berjasa? Tomat, cabai rawit, dan bawang putih! Pasokan lagi melimpah karena panen raya dan impor bawang putih juga lancar. Alhamdulillah dompet tetap tebal!

Meski begitu, secara tahunan, kelompok *volatile food* masih mencatatkan inflasi sebesar 4,47 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 3,82 persen (yoy). Tetap waspada ya, gaes!

“Ke depannya, inflasi *volatile food* diprediksi tetap terkendali berkat sinergi apik antara Bank Indonesia, TPIP, dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” imbuh Ramdan.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi, Mana Lebih Berbahaya?
Ekonomi Indonesia Deflasi 0,37 Persen pada Mei 2025
Harga Konsumen di China Turun Lagi, Tekanan Deflasi Makin Dalam

3. Harga Tiket Pesawat Bikin Kelompok Harga yang Diatur Pemerintah Ikutan Turun

Kabar gembira lainnya datang dari kelompok *administered prices* alias harga yang diatur pemerintah. Agustus ini, kelompok ini deflasi sebesar 0,08 persen (mtm), berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang inflasi 0,09 persen (mtm).

Penyebabnya? Diskon harga tiket pesawat dalam rangka HUT RI 2025 dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Lumayan banget kan buat liburan atau mudik?

“Perkembangan ini didorong oleh implementasi diskon harga tiket pesawat dalam rangka peringatan HUT RI 2025 dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Secara tahunan, kelompok *administered prices* tercatat inflasi sebesar 1,00 persen (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,32 persen (yoy),” pungkasnya.

Ringkasan

Inflasi Agustus terkendali di angka 2,5 plus minus 1 persen berkat deflasi di sektor makanan dan harga yang diatur pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) deflasi 0,08 persen (mtm), sehingga inflasi tahunan menjadi 2,13 persen (yoy). Konsistensi kebijakan moneter dan sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Daerah menjadi kunci utama.

Deflasi didorong oleh penurunan harga tomat, cabai rawit, bawang putih, dan tiket pesawat. Namun, inflasi inti masih terjadi karena biaya pendidikan dan harga emas perhiasan yang meningkat. Bank Indonesia memperkirakan inflasi volatile food akan tetap terkendali melalui sinergi dengan TPIP dan TPID.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini