KlikMojok – Dini hari di Dusun Taman Jaya, RT 14/RW 03, Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, mestinya masih diselimuti keheningan. Namun, Senin (26/10/2026) itu, sekitar pukul 01.15 WIB, sebuah peristiwa nahas merobek ketenangan: rumah milik Taji dilalap api. Musibah kebakaran Bondowoso ini tak hanya menghanguskan material, tetapi juga menguji ketabahan sebuah keluarga dan memantik bara solidaritas di tengah masyarakat.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, pemicu yang kerap kali luput dari perhatian hingga musibah datang menjemput. Api yang membesar dengan cepat itu tak memberi ampun pada rumah berukuran 4 x 5 meter tersebut. Kerusakan yang dialami tergolong sedang, namun cukup untuk membuat Taji dan keluarganya kehilangan tempat bernaung. “Sementara sejumlah perabotan rumah tangga ikut terbakar,” ujar Kristianto Putro Prasojo, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, menggambarkan seberapa besar kerugian yang diderita.
Beruntung, di tengah kepanikan, semangat gotong royong warga Dusun Taman Jaya tak padam. Sebelum bantuan resmi tiba, tangan-tangan sigap tetangga dan warga sekitar bahu-membahu memadamkan api. Mereka berjuang bersama, memastikan kobaran tidak merembet ke rumah-rumah lain, menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di pedesaan. Upaya kolektif ini membuahkan hasil: api berhasil dijinakkan, meski jejak-jejak kehancuran tetap membekas.
Laporan mengenai insiden ini baru diterima BPBD Bondowoso pada pukul 08.35 WIB, beberapa jam setelah api pertama kali berkobar. “Setelah menerima laporan, petugas BPBD Bondowoso mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan mendata dampak kebakaran,” papar Kristianto. Tim gabungan dari BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Taman Krocok, serta Pemerintah Desa Taman kemudian bekerja sama untuk menindaklanjuti. Fokus utama mereka adalah memastikan tidak ada korban jiwa, sebuah kabar baik di tengah duka. Setelah asesmen rampung, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bondowoso segera melaporkan hasilnya kepada pimpinan untuk langkah-langkah selanjutnya.
Kini, Taji dan keluarganya harus beradaptasi dengan kenyataan pahit. “Sementara itu, pemilik rumah untuk sementara tinggal di rumah saudara terdekat karena rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut,” terang Kris, sapaan akrab Kalaksa BPBD. Kisah rumah terbakar di Taman Krocok ini bukan hanya tentang kerugian materi, tetapi juga pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik, serta betapa tak ternilainya peran gotong royong dan solidaritas sosial. Dalam setiap musibah, ada hikmah dan pengingat akan kekuatan komunitas yang tak lekang oleh waktu, sebuah pendidikan tak langsung yang menguatkan sendi-sendi kemanusiaan.












