KlikMojok – Malam di Jalan K.H. Agus Salim, Kabupaten Tuban, biasanya memeluk kota dengan sunyi, hanya sesekali dipecah oleh deru kendaraan yang melintas. Namun, pada dini hari Senin, 19 Oktober 2026, ketenangan itu terkoyak oleh aksi nekat seorang maling. Dua entitas bisnis yang berjajar di jalan tersebut, Klinik Gigi Dokter Issac Gunarsa dan Dokter Gigi Evania, serta toko sentra baut Bintang Jaya Motor, mendadak menjadi saksi bisu penetrasi yang mengoyak rasa aman. Sebuah kamera CCTV sempat merekam detik-detik menegangkan pukul 01.51 WIB, menyingkap cara licik pelaku membobol atap bangunan.
Pelaku, dengan keberanian yang terkesan meremehkan pengawasan, mulanya menyasar atap Klinik Gigi Dokter Issac Gunarsa. Dengan cermat, ia membongkar paku pada lembaran asbes, menggesernya perlahan, lalu menjebol plafon untuk meraih akses masuk. Dokter Issac (33) menceritakan, “Pelaku sempat terekam kamera CCTV saat turun, habis itu tahu kalau ada kamera CCTV, pelaku langsung cabut kabel CCTVnya.” Sebuah manuver yang menunjukkan kecepatan berpikir dan pengalaman. Namun, setelah berhasil masuk, sang maling agaknya tak menemukan target berharga di dalam klinik. “Gak ada yang hilang, cuman ya ada uang receh-receh buat kembalian itu, paling ya cuman Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu gitu,” terang Dokter Issac, menggambarkan minimnya hasil curian di sana.
Merasa hampa di satu tempat, nafsu kejahatan sang maling tak surut. Ia kemudian mengalihkan sasarannya ke toko sentra baut Bintang Jaya Motor yang tepat bersebelahan. Dengan modus serupa, atap toko itu pun dibobol. Pagi harinya, kengerian itu terkuak saat Rina Novia Mardiana (22), seorang karyawan toko, tiba untuk memulai aktivitasnya.
“Buka toko plafonnya itu sudah bolong sama barang-barang di laci itu berserakan semua,” ujar Rina Novia Mardiana pada Selasa, 20 Oktober 2026, dengan nada terkejut. Pemandangan berantakan itu menjadi bukti nyata keganasan aksi pencurian tersebut. Meskipun belum dapat memastikan jumlah pasti uang tunai yang raib dari laci atau apakah ada barang lain yang ikut dicuri mengingat tumpukan barang yang berserakan, Rina segera mengambil tindakan. “Setelah saya tahu itu langsung saya telfon bosnya,” tambahnya, menunjukkan respons cepat dalam menghadapi situasi tak terduga.
Insiden pencurian yang menimpa dua usaha sekaligus dalam satu malam ini sontak mengundang perhatian pihak berwajib. Tim Kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, mengumpulkan bukti, dan mendalami jejak pelaku. Harapan besar kini tertumpu pada aparat penegak hukum agar dapat segera meringkus sang maling. “Iya harapannya pelaku bisa ditangkap supaya tidak meresahkan masyarakat,” tutup Dokter Issac, menyuarakan keresahan yang kini membayangi warga Tuban, terutama para pemilik usaha kecil yang rentan menjadi target kejahatan. Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kewaspadaan dan urgensi penegakan hukum demi menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat.












