Menu

Otomatis
Breaking News

Surabaya Raya

Taman Pintar Juanda JAPFA: Edukasi Regenerative Agriculture Lewat Konsep Unik Sow N Tell

badge-check

Taman Pintar Juanda JAPFA: Edukasi Regenerative Agriculture Lewat Konsep Unik Sow N Tell Perbesar

KlikMojok – Sow N Tell berinovasi dengan merancang dan membangun konsep Taman Pintar Juanda JAPFA, sebuah ruang edukasi yang dirancang khusus untuk memperkenalkan prinsip-prinsip regenerative agriculture. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendidik anak-anak tentang hubungan timbal balik antara pertanian, peternakan, lingkungan, dan sumber pangan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran akan keberlanjutan.

Taman Pintar Juanda JAPFA dirancang sebagai kawasan pembelajaran terpadu yang mengintegrasikan berbagai elemen dalam satu ekosistem holistik. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan area seperti Food Forest, Kitchen Garden, peternakan ayam dan kelinci, serta fasilitas pengelolaan limbah organik. Keberadaan fasilitas-fasilitas ini memungkinkan anak-anak untuk mengamati secara langsung bagaimana sektor pertanian dan peternakan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Sejak akhir Agustus 2026, Taman Pintar Juanda JAPFA telah dibuka untuk kunjungan pelajar. Kawasan ini merupakan wujud kolaborasi antara JAPFA dan Sow N Tell dalam menyediakan ruang belajar yang tidak hanya mengenalkan sumber pangan, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian tanah dan lingkungan demi keberlanjutan sistem pangan nasional.

Fahmi Aliyudin Khairi, selaku Project Manager Regenerative Agriculture Sow N Tell, menjelaskan bahwa konsep regenerative agriculture yang diterapkan dalam rancang bangun Taman Pintar Juanda JAPFA berfokus pada hubungan dan siklus antara tanaman, hewan, tanah, serta pemanfaatan kembali material organik. “Model regenerative agriculture di Taman Pintar Juanda JAPFA mampu menjadi lahan edukasi untuk pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Limbah dari budidaya peternakan ayam, peternakan kelinci, maupun limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan kondisi dan kesuburan tanah,” ujar Fahmi.

Lebih lanjut, Fahmi menambahkan, “Selain itu, terdapat berbagai pojok taman yang bisa digunakan sebagai sarana edukasi untuk pengenalan pancaindra, budidaya tanaman pangan di Food Forest, serta tanaman untuk kebutuhan dapur seperti di Kitchen Garden. ”

Dalam perancangan kawasan ini, aspek penggunaan material alami juga menjadi perhatian penting. Mayoritas bangunan dan fasilitas menggunakan material bambu, yang menjadikan perawatan berkelanjutan sebagai elemen krusial untuk menjaga kelestarian kawasan.

R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA, menyatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan ini diarahkan untuk mendekatkan anak-anak dengan sumber pangan sekaligus memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan. “Dukungan JAPFA untuk membangun dan menata kembali Taman Pintar Juanda JAPFA adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong edukasi kepada anak-anak agar mengenali kembali sumber pangan mereka. Terlebih, pengelolaan pertanian dengan metode regenerative agriculture di Taman Pintar Juanda JAPFA dapat mengajak anak untuk memahami praktik budidaya yang berkelanjutan,” ujar Artsanti.

Dalam komunikasi melalui telepon dengan penulis, Artsanti menjelaskan lebih lanjut mengenai penerapan keberlanjutan dalam pemeliharaan kawasan dan pemanfaatan kembali bahan organik. “Kami juga ingin keberlanjutan di Taman Pintar Juanda JAPFA tidak hanya terlihat dari kegiatan pertaniannya. Karena sebagian besar bangunan di kawasan ini menggunakan bambu, pengelola juga mendapatkan pengetahuan mengenai perawatan bambu agar fasilitas dapat terjaga dan digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, melalui pelatihan eco-enzyme, kami ingin mengenalkan bagaimana sisa bahan organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna dan tidak menjadi limbah,” jelas Artsanti.

Penerapan konsep regenerative agriculture ini semakin diperkuat melalui pelatihan yang diselenggarakan bagi para pengelola pada tanggal 20 hingga 21 Agustus 2026. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar regenerative agriculture, teknik pemanfaatan limbah peternakan dan pertanian untuk memperbaiki kondisi tanah, metode perawatan bambu, serta proses pembuatan eco-enzyme.

Fahmi menegaskan kembali harapannya bahwa Taman Pintar Juanda JAPFA tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi semata, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai prinsip regenerative agriculture. “Regenerative agriculture bukan hanya tentang teknik bertani, tetapi tentang bagaimana kita membangun kembali hubungan antara tanah, tanaman, hewan, manusia, dan lingkungan. Melalui Taman Pintar Juanda JAPFA, kami ingin menunjukkan bahwa prinsip tersebut dapat diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang sederhana dan mudah dipahami, terutama oleh anak-anak,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan, “Harapannya, anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan berasal dari pertanian atau peternakan, tetapi juga memahami bahwa ada ekosistem yang harus dijaga agar sumber pangan tersebut dapat terus tersedia. Inilah semangat yang ingin kami sebarkan.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Forkopimka Gedangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo Berjalan Higienis dan Tepat Sasaran

7 Sep 2026 - 09:44 WIB

Forkopimka Gedangan Pastikan Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo Berjalan Higienis dan Tepat Sasaran

RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi

4 Sep 2026 - 18:53 WIB

RSU Anwar Medika Sidoarjo Berikan Klarifikasi dan Minta Maaf atas Kelalaian Administrasi

Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan

4 Sep 2026 - 15:27 WIB

Soroti Stunting Sukodono, Komisi D DPRD Sidoarjo Usulkan Solusi Administrasi Kependudukan

IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG

4 Sep 2026 - 15:26 WIB

IPAL SPPG Kalitengah Sidoarjo Disorot Akibat Bau Got Menyengat Pasca Dugaan Keracunan MBG

Dukung Pemulihan Santri, Dokkes Polresta Sidoarjo Gencarkan Patroli Kesehatan di Ponpes Manbaul Hikam

4 Sep 2026 - 12:35 WIB

Dukung Pemulihan Santri, Dokkes Polresta Sidoarjo Gencarkan Patroli Kesehatan di Ponpes Manbaul Hikam
Trending di Surabaya Raya