KlikMojok – Warga di Kecamatan Waru, Sidoarjo, baru-baru ini dikejutkan oleh penemuan limbah medis berbahaya yang tercecer di kawasan Tambak Sumur. Penemuan ini, meliputi jarum suntik dan kantong obat berbahan kertas, segera memicu respons cepat dari aparat kepolisian setempat. Pihak berwenang langsung turun tangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait temuan limbah medis yang diduga berasal dari rumah sakit ini.
Setelah menerima pengaduan, personel kepolisian dari Polsek Waru segera mendatangi lokasi penemuan limbah medis tersebut. Mereka bertugas mengumpulkan berbagai barang bukti dan melakukan pengecekan awal untuk menelusuri asal-usul limbah medis yang mencemari lingkungan itu.

Kapolsek Waru, Kompol Miftahul Amin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan limbah medis ini. Menanggapi laporan tersebut, petugas segera diterjunkan ke titik lokasi untuk melakukan penanganan awal. Kompol Miftahul Amin menegaskan, “Kami sudah menerima pengaduan dari masyarakat dan langsung menerjunkan tim ke lokasi di kawasan Tambak Sumur. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti.”
Setelah proses penanganan awal dan pengumpulan barang bukti oleh Polsek Waru selesai, kasus penemuan limbah medis berbahaya ini kemudian dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo. Pelimpahan ini bertujuan agar penyelidikan lebih lanjut dapat dilakukan secara mendalam untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan limbah tersebut.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra Suma, turut mengonfirmasi bahwa kasus penemuan limbah medis tersebut kini sepenuhnya ditangani oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo. Saat dimintai keterangan, beliau hanya memberikan pernyataan singkat, “Iya, masih dalam penyelidikan.”
Sebelumnya, warga memang menemukan sejumlah limbah medis yang tercecer di sebuah saluran air di kawasan Tambak Sumur. Di antara barang bukti yang ditemukan, terdapat jarum suntik dan kantong obat berbahan kertas yang secara jelas mencantumkan tulisan nama salah satu rumah sakit yang berlokasi di Surabaya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi asal-usul pasti limbah medis tersebut, termasuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab atas pembuangannya, serta alasan mengapa limbah berbahaya itu bisa sampai berada di kawasan Tambak Sumur.













