KlikMojok – Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, harga daging ayam potong di berbagai pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup drastis. Lonjakan harga ini terjadi karena adanya peningkatan permintaan dari masyarakat yang akan mengadakan berbagai kegiatan syukuran dan hajatan.
Di salah satu pasar tradisional di Sidoarjo, harga ayam potong yang sebelumnya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, kini telah menembus angka Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu per kilogram. Kenaikan ini dirasakan signifikan oleh para pedagang maupun pembeli.

Bubadari, seorang pedagang daging ayam potong, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini mulai terasa intens menjelang momen Maulid Nabi. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya harga ayam berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram, namun kini telah mencapai Rp 43 ribu per kilogram. “Sebelum Maulid harganya masih Rp 30 ribu, sekarang naik jadi Rp 43 ribu. Naik lumayan banyak,” ujarnya pada Selasa (25/8).
Tidak hanya ayam potong biasa, harga ayam seleksi juga turut mengalami kenaikan. Saat ini, ayam seleksi dijual dengan harga sekitar Rp 55 ribu per kilogram. Menurut Bubadari, tingginya permintaan dari masyarakat menjelang Maulid Nabi menjadi faktor utama di balik kenaikan harga ini. Banyak warga membeli ayam dalam jumlah besar untuk keperluan acara hajatan, syukuran, sedekah, serta kegiatan makan bersama di masjid maupun lingkungan tempat tinggal mereka.
“Karena Maulid, banyak yang membeli untuk acara syukuran dan kegiatan warga. Penjualan jadi lebih cepat,” tambah Bubadari. Tingginya permintaan tersebut secara langsung turut mendongkrak volume penjualan para pedagang. Penjualan ayam di lapak Bubadari, misalnya, mencapai sekitar tiga kuintal atau 300 kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata penjualan pada hari-hari biasa. Selain itu, pasokan ayam yang menjadi lebih terbatas di sejumlah pasar juga turut mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang.
Pedagang lain bernama Nurul juga membenarkan bahwa harga ayam potong telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ia menyebutkan bahwa saat ini harga berada di kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu per kilogram. “Harga daging ayam terus mengalami kenaikan. Meski harga naik, alhamdulillah masih banyak pembeli karena menjelang Maulid Nabi,” ungkapnya.
Kondisi kenaikan harga ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pembeli. Matsujai, salah satu pembeli, menuturkan bahwa harga ayam saat ini sudah berada di kisaran Rp 40 ribuan per kilogram. Padahal, sebelumnya ia biasa membeli dengan harga sekitar Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. “Sekarang sudah Rp 42 ribu-Rp 43 ribu per kilogram,” ujarnya.
Para pedagang memperkirakan bahwa harga ayam masih akan bertahan di level tinggi selama periode meningkatnya permintaan masyarakat, yakni menjelang hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung.













