KlikMojok – Di tengah dinamika tren dan estetika modern, hobi merangkai bunga telah berevolusi dari sekadar penataan sederhana menjadi sebuah seni yang menuntut daya tarik visual kuat. Perkembangan ini mendorong para perangkai untuk tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga inovasi yang memikat pandangan.
Stefanny Margaretha, pemilik Claviere Florist, mengungkapkan bahwa saat ini, tren yang sedang populer dalam dunia merangkai bunga adalah gaya Korean Style. Menurutnya, gaya ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari teknik merangkai tradisional.
Stefanny menjelaskan, “Gayanya menonjolkan penggunaan banyak daun dengan susunan yang seimbang. Berbeda dengan gaya zaman dulu yang cenderung rata dan asal tancap, sehingga terlihat membosankan,” ujarnya saat di Surabaya pada Senin (5/10/2026).
Salah satu teknik utama yang menjadi ciri khas merangkai bunga Korean Style adalah teknik leveling. Teknik ini secara khusus menonjolkan dimensi dalam rangkaian bunga, dengan penekanan pada pengaturan tinggi rendahnya setiap elemen bunga dalam satu kesatuan.
“Dengan teknik leveling ini, rangkaian bisa terlihat besar dan bervolume meskipun jumlah bunganya sedikit,” terang Stefanny lebih lanjut.
Selain tren gaya Korean Style yang menarik, peningkatan minat terhadap keterampilan merangkai bunga juga menjadi sorotan, terutama karena potensi besarnya sebagai peluang usaha. Peningkatan ini didorong oleh kesadaran bahwa keahlian merangkai bunga dapat dimanfaatkan secara profesional untuk memulai bisnis.
Stefanny sendiri telah membuktikan hal ini melalui workshop merangkai bunga yang ia adakan di salah satu hotel di Surabaya, di mana ia melatih 12 peserta dalam seni merangkai bunga.
“Kegiatan ini ditujukan kepada perempuan penggemar bunga, tetapi mereka belum pernah bereksperimen dengan bunga. Karena itu kami menggelar workshop,” paparnya.
Selama workshop, para peserta menerima pengajaran komprehensif mengenai berbagai teknik merangkai dan menata bunga agar menghasilkan tampilan yang memukau. Materi yang disampaikan disesuaikan khusus untuk pemula, mengingat mayoritas peserta adalah mereka yang baru memulai.
Stefanny menambahkan, “Sasaran kami adalah orang-orang yang belum tahu bagaimana cara merangkai bunga. Harapannya setelah kegiatan ini mereka sudah bisa mengaplikasikan di rumah.”
Rangkaian bunga Korean Style seringkali memadukan harmonisasi antara jenis bunga lokal dan impor. Stefanny menjelaskan bahwa jenis bunga yang digunakan dalam rangkaian tersebut adalah kombinasi dari varietas lokal dan impor. Ia merinci, “Meliputi Rose Holland, Daun Filler Lepidium, Baby’s Breath, Scabiosa dan Gerbera.”
Durasi yang dibutuhkan untuk proses merangkai bunga bervariasi. Khususnya bagi peserta pemula, waktu yang diperlukan umumnya berkisar antara tiga hingga empat jam untuk menyelesaikan satu rangkaian.
Workshop merangkai bunga, seperti Flower Basket, telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan dua kali setiap bulan. Yussy Kirana, Marcom Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, membenarkan bahwa kegiatan Flower Basket tersebut merupakan agenda rutin yang diadakan dua kali dalam sebulan.
“Workshop ini sebenarnya kami gelar rutin, setiap bulan dua kali. Namun, tidak hanya dengan satu florist, tetapi berganti,” ungkap Yussy.
Menurut Yussy, penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya hotel untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki minat terhadap bunga dan berkeinginan untuk mengasah kemampuan merangkai mereka. “Kami ingin mengakomodasi para penggemar bunga yang ingin meningkatkan keterampilannya dalam merangkai bunga. Saat ini memang trennya sedang naik,” pungkasnya.












