Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Review

Mahasiswa Turun ke Jalan, Penulis Senior Pilih Literasi: Perjuangan Jaga Demokrasi Lewat Aksi dan Tinta

badge-check

Mahasiswa Turun ke Jalan, Penulis Senior Pilih Literasi: Perjuangan Jaga Demokrasi Lewat Aksi dan Tinta Perbesar

KlikMojok – Demonstrasi atau unjuk rasa merupakan salah satu bentuk ekspresi krusial dalam kehidupan berdemokrasi. Ketika mahasiswa, buruh, maupun organisasi masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, sesungguhnya mereka sedang menghadirkan denyut demokrasi di ruang publik. Suara yang terdengar di jalanan bukan semata-mata kebisingan, melainkan bentuk kegelisahan rakyat yang ingin didengar oleh para pemegang kekuasaan.

Penulis artikel ini secara pribadi memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa sebagai kaum intelektual muda yang idealis dan memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik. Sejarah Indonesia telah berulang kali menunjukkan bahwa mahasiswa kerap mengambil peran penting dalam mengawal perubahan bangsa. Mereka bukanlah musuh negara, melainkan salah satu kekuatan moral yang dimiliki bangsa ini. Kritik yang disampaikan dengan penuh tanggung jawab semestinya dipandang sebagai vitamin bagi demokrasi, bukan ancaman yang harus segera dibungkam.

Pada usianya yang telah menginjak 74 tahun, perjuangan penulis tentu mengambil jalan yang berbeda dari generasi muda. Jika generasi muda memilih untuk menyampaikan suara melalui aksi di jalanan, penulis memilih berjuang melalui literasi: membaca, menulis, berdiskusi, dan menerbitkan buku. Media perjuangannya memang berbeda, namun tujuannya sama, yakni ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga Indonesia agar tetap berpikir sehat, kritis, dan beradab.

Bagi seorang jurnalis, keberpihakan kepada kebenaran merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab moral. Jurnalis seharusnya tidak bersikap netral terhadap kebohongan dan ketidakadilan. Keberpihakan ini bukan berarti kehilangan independensi, melainkan sebuah sikap berdiri di atas fakta dan hati nurani, terutama ketika suara masyarakat kecil tidak memperoleh ruang yang cukup untuk didengar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Krisis Air di Magetan: Telaga Sarangan Surut Drastis, Pariwisata dan Pertanian Tercekik Kemarau Panjang

15 Okt 2026 - 21:06 WIB

Krisis Air di Magetan: Telaga Sarangan Surut Drastis, Pariwisata dan Pertanian Tercekik Kemarau Panjang

Dari Duta Pariwisata hingga Atlet Basket, Naomi Adriela Yundzira Melangkah ke Miss Indonesia 2026

15 Okt 2026 - 18:47 WIB

Dari Duta Pariwisata hingga Atlet Basket, Naomi Adriela Yundzira Melangkah ke Miss Indonesia 2026

Lonjakan Wisman ke Tumpak Sewu Lumajang, Pemkab Perkuat Akses dengan Tangga Tambahan

13 Okt 2026 - 18:48 WIB

Lonjakan Wisman ke Tumpak Sewu Lumajang, Pemkab Perkuat Akses dengan Tangga Tambahan

Casa Pilates Surabaya Hadirkan Solusi Bugar untuk Ibu Hamil: Kelas Personal dengan Harga Terjangkau

13 Okt 2026 - 15:19 WIB

Casa Pilates Surabaya Hadirkan Solusi Bugar untuk Ibu Hamil: Kelas Personal dengan Harga Terjangkau

Titik Kumpul Surabaya: Mahjong Jadi Jembatan Interaksi Sosial di Era Digital

13 Okt 2026 - 06:14 WIB

Titik Kumpul Surabaya: Mahjong Jadi Jembatan Interaksi Sosial di Era Digital
Trending di Review