KlikMojok – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro secara aktif mendorong Kopi Ledre untuk menjadi ikon kuliner baru yang merepresentasikan daerah. Minuman hasil inovasi dari camilan khas Bojonegoro ini diproyeksikan tidak hanya sebagai suguhan bagi tamu pemerintah daerah, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperluas pengenalan ledre kepada masyarakat di luar wilayah Bojonegoro.
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, ketika menghadiri Festival Ledre perdana yang diselenggarakan di Kecamatan Purwosari. Menurutnya, perpaduan unik antara aroma kopi yang kuat dengan cita rasa manis dan legit khas pisang yang terdapat pada ledre memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai minuman khas yang mampu merepresentasikan identitas kuliner Bojonegoro secara otentik.
Wabup Nurul Azizah menyampaikan apresiasinya pada Minggu (11/10/2026), menegaskan bahwa Kopi Ledre memiliki potensi besar. “Rasanya enak. Nanti kopi ledre ini, ketika ada tamu-tamu di Pemkab, kita jadikan suguhan khas Bojonegoro. Biar jadi tren Bojonegoro, minuman selamat datangnya adalah kopi ledre,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung pengembangan Kopi Ledre ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar segera mengurus perizinan usaha dan produk mereka. Selain itu, kolaborasi dan kajian bersama Dinas Kesehatan juga dianggap penting untuk mengetahui secara pasti kandungan produk, yang merupakan bagian integral dari upaya mendukung pengembangan minuman khas tersebut.
“Langkah itu diharapkan dapat mendukung pengembangan Kopi Ledre agar semakin dikenal dan berpeluang menjadi salah satu produk unggulan baru Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Wabup Nurul Azizah, menekankan pentingnya langkah-langkah tersebut untuk masa depan Kopi Ledre.
Pada gelaran Festival Ledre, peracik Kopi Ledre Bojonegoro, Anang Ma’ruf, memperkenalkan ekstrak ledre berwarna kuning keemasan yang menjadi bahan utama dalam racikannya. Ekstrak ini dibuat dari bahan-bahan asli ledre, termasuk pisang, untuk memastikan cita rasa khas camilan tersebut tetap hadir dalam bentuk minuman.
Anang menjelaskan lebih lanjut bahwa resep Kopi Ledre telah berhasil didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Namun, ada keputusan sengaja untuk tidak mendaftarkan nama Kopi Ledre Bojonegoro. Tujuannya adalah agar nama tersebut tetap dapat digunakan secara bebas oleh para pencinta kopi maupun peracik lainnya yang memiliki keinginan untuk turut serta mempromosikan minuman khas Bojonegoro ini.
“Untuk resepnya sudah terdaftar HAKI. Kecuali untuk namanya tidak kami daftarkan agar nama Kopi Ledre Bojonegoro masih bisa dipakai sama pencinta maupun peracik kopi yang ingin sama-sama menggelorakan Kopi Ledre Bojonegoro,” tuturnya.
Selain varian Kopi Susu Ledre yang sudah dikenal, Anang juga aktif mengembangkan inovasi minuman lain yang berbahan dasar ekstrak ledre, seperti Cokelat Ledre dan Matcha Ledre. Pengembangan berbagai varian ini membuka peluang diversifikasi produk olahan ledre yang lebih luas, sehingga dapat menjangkau konsumen dengan preferensi rasa yang lebih beragam dan modern.
Kopi Susu Ledre sendiri merupakan perpaduan harmonis antara kopi arabika dan robusta dengan sentuhan rasa pisang yang legit. Kombinasi unik ini tidak hanya memberikan karakter rasa yang berbeda dari minuman kopi pada umumnya, tetapi juga berhasil menghadirkan unsur kuliner lokal yang kuat dalam sajian yang modern dan kekinian.
Dukungan berkelanjutan dari Pemkab Bojonegoro, yang meliputi promosi, fasilitasi pengurusan perizinan, dan kajian produk, diharapkan mampu memperkuat pengembangan Kopi Ledre. Dengan melibatkan aktif pelaku UMKM dan membuka kesempatan promosi yang lebih luas, inovasi kuliner ini berpotensi besar untuk memperkenalkan ledre dalam bentuk baru, sekaligus menambah daya tarik dan kekayaan kuliner khas Kabupaten Bojonegoro di mata nasional maupun internasional.












