KlikMojok – Suasana penuh kehangatan dan gelak tawa memenuhi Bima Resto Surabaya ketika ratusan alumni lintas angkatan berkumpul untuk merayakan 45th Anniversary Alumni Petra 81 Siang. Mengangkat tema “Friendship Never Last”, momen istimewa ini menjadi sarana untuk mengenang masa lalu dan mempererat tali silaturahmi yang tak lekang oleh waktu.
“Hari ini kita merayakan 45 tahun kelulusan kita dari angkatan ’81. Terus kemudian kita mengajak kakak kelas kita ’80, juga ada ’82, dan juga ada Ibu Dewi, kakak kelas kita juga. Beliau seorang yang sangat luar biasa,” ungkap Ketua Panitia, Anita, pada hari Rabu (7/10/2026).
Reuni akbar ini sengaja dirancang berbeda dari pertemuan rutin tahunan yang biasanya hanya dihadiri oleh kelompok kecil. Panitia secara khusus menjemput para guru senior untuk turut hadir dan merasakan kebersamaan di tengah acara.
Anita menjelaskan alasan di balik keputusan ini, “Mereka kan juga sudah sepuh ya. Jadi kalau kita ndak mengajak 45 tahun, nunggu 50 tahun, kita enggak tahu apa yang bakal terjadi kedepannya.”
Selain merajut kembali kenangan lama, perayaan ulang tahun ke-45 ini juga diwarnai dengan kegiatan kepedulian sosial yang ditujukan kepada para mantan pendidik. Anita menegaskan bahwa ikatan kekeluargaan di antara alumni Petra didasari oleh rasa kebersamaan yang kuat, tanpa memandang perbedaan angkatan.
“Jadi kita bisa berbagi kasih dengan guru hari ini. Mereka kita jemput, mereka juga senang, meskipun mereka enggak bakalan ingat kita ini siapa. ‘Kamu dulu murid kelas berapa?’, ‘Namamu siapa?’, mereka enggak mungkin ingat. Kita juga aja kadang sama teman juga enggak ingat. Ini juga guru kita,” kata Anita.
Kebersamaan ini semakin istimewa dengan kehadiran para senior yang memberikan teladan dan motivasi hidup kepada rekan-rekan alumni. Salah satu figur inspiratif adalah Dewi, alumni Petra angkatan ’75, yang aktif dalam bidang sosial dan pendampingan anak berkebutuhan khusus.
Anita mengungkapkan kekagumannya, “Jadi saya selalu mengajak beliau karena saya bangga. Beliau mendirikan panti asuhan juga untuk anak kanker dan lain-lain. Hari ini juga beliau ikut mau memberikan tali kasih untuk guru-guru juga.”
Kehadiran Dewi dalam acara ini memberikan inspirasi mendalam melalui kisah perjuangan dan ketelatenannya dalam mendampingi sang cucu. Kisah sukses pendampingan anak berkebutuhan khusus ini menjadi wadah penyemangat bagi sesama orang tua dan keluarga alumni Petra yang mungkin menghadapi tantangan serupa.
“Saya diundang untuk memberikan motivasi karena cucu saya kebetulan anak kebutuhan khusus. Jadi nanti mungkin saya sedikit bercerita menceritakan sedikit story-nya agar misalnya ada yang punya anak kebutuhan khusus, bisa mereka punya wadah ya, untuk ini supaya mereka juga semangat lah, gitu,” jelas Dewi.
Berkat ketelatenan dan dukungan penuh dari keluarga, karya lukisan sang cucu yang kini berusia 23 tahun telah berhasil dipamerkan secara internasional dan meraih berbagai penghargaan. Bahkan, galeri seni milik cucunya yang berlokasi di G-Walk CitraLand Surabaya dijadwalkan akan menerima kunjungan khusus dari petinggi maskapai internasional Cathay Pacific.
Dewi menambahkan detail menarik, “Dia kan senang dari kecil itu senang gambar pesawat sama kereta api. Jadi kemarin enggak tahu gimana connect sama Cathay Pacific. Jadi ini petingginya Cathay Pacific mau datang ke galeri ini untuk enggak tahu memberikan apa, saya enggak tahu.”
Kemeriahan perayaan 45 tahun Alumni Petra 81 Siang diakhiri dengan alunan musik, dansa, permainan interaktif, serta pembagian doorprize. Seluruh alumni yang hadir larut dalam kebahagiaan dan bertekad untuk terus menjaga kehangatan ikatan alumni ini setiap tahunnya.
“Beliau pandai berdansa, jadi nanti ada acara dansa juga, ada game, ada doorprize sumbangan dari Bu Dewi juga. Pokoknya kita hari ini semuanya maunya happy. Semuanya kita itu temen, tidak ada perbedaan angkatan berapa, asal kita semua alumni Petra,” pungkas Anita.












