KlikMojok – Pada Jumat (30/10/2026), rombongan santri dari Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tiba di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu daerah yang terdampak gempa. Kedatangan mereka bertujuan untuk menjalankan pengabdian masyarakat dan menyampaikan kesiapan penuh dalam membantu warga setempat.
Para santri secara terbuka mempersilakan warga untuk meminta bantuan dalam berbagai jenis pekerjaan. Lebih dari itu, mereka juga meminta warga untuk tidak segan menegur apabila menemukan santri berbuat kesalahan selama masa pengabdian di Waso.
Pernyataan kesediaan untuk membantu dan menerima teguran ini disampaikan dalam sesi perkenalan yang berlangsung setelah pelaksanaan salat Subuh berjemaah. Salat tersebut dilaksanakan di masjid darurat yang telah dibangun oleh masyarakat setempat pada Jumat (30/10/2026).
Pelaksanaan salat Subuh berjemaah tersebut diimami oleh Raisul Islam, seorang santri dari kelas XI SMA Kader Ulama eLKISI. Jemaah yang hadir memenuhi dua hingga tiga saf untuk laki-laki dan dua saf untuk perempuan, menunjukkan antusiasme warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bahy Althof Mujahidin, santri kelas XI SMA Azhari eLKISI, berdiri di hadapan jemaah untuk memperkenalkan seluruh rombongan santri. Dia juga menjelaskan maksud utama kedatangan mereka, yaitu sebagai relawan yang siap membantu masyarakat di wilayah NTT yang membutuhkan.
Bahy Althof Mujahidin menegaskan komitmen mereka dengan menyatakan, “Barangkali Bapak-Bapak atau Ibu-Ibu ingin menyuruh kami, silakan suruh saja. Misalnya, membantu membuat kandang ayam dan sebagainya. Jika ingin memarahi kami ketika kami berbuat salah, marahi saja, tidak apa-apa.”
Kehadiran para santri ini mendapat sambutan hangat dari warga Waso, bahkan memunculkan harapan agar sepuluh santri yang bertugas dapat tetap mengabdi di wilayah mereka.
Ustaz Tauhid, selaku penanggung jawab kegiatan pengabdian ini, mengonfirmasi bahwa warga Waso sangat menyambut baik kedatangan para santri. Beliau menambahkan bahwa masyarakat Waso secara khusus berharap agar sepuluh santri yang telah tiba dapat melanjutkan tugas mereka di wilayah tersebut, mengingat kebutuhan akan bantuan mereka masih sangat tinggi.
Sebelumnya, sebagian dari rombongan santri telah menerima pembagian tugas untuk mengabdi di wilayah Ronting, yang juga terletak di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara (Laut), Kabupaten Manggarai Timur. Ustaz Tauhid juga menjelaskan bahwa terdapat sekitar lima masjid di area Waso yang akan menjadi pusat kegiatan dakwah para santri.
Dalam rangka mendukung kegiatan ini, H. Daeng Muhammad Ramli, M.Sc., seorang tokoh dakwah nasional yang dikenal aktif berdakwah di daerah pedalaman NTT, dijadwalkan akan berkunjung pada Sabtu (31/10/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan koordinasi lebih lanjut terkait pembagian tugas dakwah para santri di kedua lokasi, baik Waso maupun Ronting.
Ustaz Tauhid kembali menegaskan pentingnya interaksi awal ini, “Pertemuan setelah salat Subuh tersebut menjadi awal komunikasi antara para santri relawan dan masyarakat Waso dalam menentukan bentuk kegiatan serta pembagian tugas selama pelaksanaan pengabdian di wilayah Manggarai Timur.”












