Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Menjaga Suluh Kebenaran: Khofifah dan Misi Informasi Berkualitas di Tengah Arus Post-Truth

badge-check

Menjaga Suluh Kebenaran: Khofifah dan Misi Informasi Berkualitas di Tengah Arus Post-Truth Perbesar

KlikMojok – Malam itu, Gedung Negara Grahadi di Surabaya berselimutkan cahaya kebanggaan, menjadi saksi bisu pengakuan atas dedikasi dan komitmen. Di tengah semarak Penganugerahan AMSI Awards 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima apresiasi istimewa dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas upaya Gubernur Khofifah dalam menjaga nyala jurnalisme dan menguatkan masa depan media siber di Indonesia, sekaligus menegaskan urgensi informasi berkualitas di tengah tantangan era post-truth.

Dalam kesempatan berharga itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian personal, melainkan sebuah momentum kolektif untuk memperkuat komitmen. Komitmen untuk menjaga kualitas jurnalisme dan menghadirkan informasi yang dapat dipercaya masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap membingungkan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada AMSI atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas dan objektivitas informasi, sebuah tugas yang kian menantang seiring kemajuan teknologi. Menurutnya, “Di tengah fenomena post-truth, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang benar, objektif, dan berkualitas tetap menjadi hal mendasar,” ujarnya, menyoroti lanskap media saat ini.

Khofifah meyakini bahwa gagasan besar AMSI pada malam itu akan “meninggalkan jejak sejarah yang kuat.” Ia menekankan bahwa kemudahan teknologi dalam memproduksi dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral untuk memastikan kebenaran setiap fakta yang disajikan kepada publik. “Pada saatnya, proses pencarian sumber informasi yang benar dan objektif, akan menemukan jalannya. Kalau misalnya kita cerita post truth, dia juga akan tetap mencari jalannya. Kebenaran akan membukakan jalan bahwa masyarakat memang butuh informasi yang objektif dan berkualitas untuk bisa membangun pencerdasan kehidupan masyarakat bangsa dan negara,” tambahnya, menyerukan optimisme terhadap kekuatan kebenaran. Lebih jauh, Khofifah menyoroti tantangan etika di era digital. Ketika teknologi mampu meniru wajah dan suara, memproduksi informasi dalam hitungan detik, kejujuran menjadi komoditas yang tak ternilai. “Di era ketika teknologi dapat meniru wajah dan suara, kejujuran justru menjadi semakin penting. Teknologi dapat menghasilkan informasi dalam hitungan detik, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi dalam menjaga kebenaran,” jelasnya, menggarisbawahi fondasi utama integritas media.

Lebih dari sekadar menjaga integritas informasi, Gubernur Khofifah juga melihat media sebagai katalisator pembangunan, khususnya dalam mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) naik kelas dan memperluas pasar global. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membangun komunikasi yang transparan dengan media, melalui keterbukaan informasi dan kemudahan konfirmasi. Namun, kemitraan ini tetap menjunjung tinggi independensi pers dan fungsi kontrol media terhadap pemerintah. Baginya, media memiliki peran vital dalam membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang. Informasi berkualitas, lanjutnya, adalah kunci untuk memajukan berbagai sektor, termasuk ekonomi. Ia mencontohkan bagaimana pemberitaan yang baik dapat memperkenalkan potensi daerah dan membuka akses pasar bagi produk unggulan.

Dengan bangga, Khofifah mengisahkan inovasi petani kopi di Jawa Timur yang berhasil mengembangkan cita rasa khas melalui proses fermentasi, menarik perhatian hingga ke Eropa. “Betapa kreatifnya petani kita. Termasuk petani kopi kita. Mereka tidak berhenti berinovasi. Banyak orang Eropa datang tidak hanya ke Dampit tapi juga ke Kali Baru Banyuwangi. Sesungguhnya kita bisa melihat bagaimana daya upaya petani maka sesungguhnya negeri ini dianugerahi sumber daya manusia yang terus berinovasi,” ungkapnya, mengagumi semangat pantang menyerah para petani. “Maka proses ini membutuhkan ruang bagi mereka untuk tumbuh kembang dan market akses yang lebih luas lagi,” tegasnya, menyerukan dukungan lebih lanjut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tambahnya, terus menggalakkan program misi dagang dan investasi untuk memperluas pasar produk unggulan. Program ini secara aktif mempertemukan pelaku usaha Jatim dengan calon mitra bisnis dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, melalui kegiatan business matching. Khofifah mencontohkan keberhasilan misi dagang di Timor-Leste yang mampu mencetak potensi transaksi fantastis hingga Rp5,2 triliun. Namun, ia mengingatkan bahwa perluasan akses pasar harus diiringi dengan kemampuan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan secara berkelanjutan. “Harapan kita, UKM bisa naik kelas. Apa yang sudah dilakukan para pelaku usaha ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Pasarnya bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” tuturnya, menggambarkan visi besar untuk ekonomi Jatim. “Yang kita bawa adalah cita-cita agar semuanya bisa maju, tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama,” pungkasnya, menutup bagian ini dengan optimisme.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Khofifah tak lupa mengucapkan selamat kepada seluruh nomine dan penerima AMSI Awards 2026. Ia berharap penghargaan ini menjadi suntikan semangat bagi insan media untuk terus berkarya, menghasilkan jurnalistik yang inovatif, kredibel, dan bertanggung jawab. “Teruslah menghasilkan karya yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memberikan pemahaman. Tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga tepat dalam menyajikan fakta dan kebenaran,” pesannya, sebuah pengingat akan esensi sejati profesi jurnalis. Dari sisi AMSI, Ketua Umum Wahyu Dhyatmika menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Gubernur Khofifah, yang menjadikan malam penganugerahan itu semakin istimewa. “Ini puncak acara. Kami bersyukur Ibu Khofifah hadir di sini. Malam ini sangat membanggakan bagi kami, terlebih diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi yang megah,” ujar Wahyu, memancarkan kebanggaan. Ia menegaskan bahwa karya-karya yang mendapat penghargaan adalah bukti nyata pentingnya menjaga kredibilitas media di tengah lanskap informasi digital yang terus berubah. Media, menurutnya, harus terus memperkuat kualitas jurnalistik agar kepercayaan masyarakat tidak luntur. “Malam ini kita akan menutup acara dengan harapan, karena kita melihat karya-karya yang luar biasa. Ada kebutuhan bagi media untuk terus menjaga kredibilitas. Selamat kepada para pemenang AMSI Awards 2026,” pungkasnya, mengakhiri malam dengan harapan akan masa depan jurnalisme yang lebih baik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Merajut Asa Emas di Tanah Delta: Sidoarjo Membangun Generasi Juara untuk Porprov Jatim X 2027

30 Okt 2026 - 15:18 WIB

Merajut Asa Emas di Tanah Delta: Sidoarjo Membangun Generasi Juara untuk Porprov Jatim X 2027

Kisah Reizen, Balita Pejuang Penyakit Jantung Bawaan di Sidoarjo yang Membutuhkan Susu Khusus

30 Okt 2026 - 15:16 WIB

Kisah Reizen, Balita Pejuang Penyakit Jantung Bawaan di Sidoarjo yang Membutuhkan Susu Khusus

Menopang Daya Beli, BSU 2026 Siap Cair: Secercah Harapan Rp900 Ribu untuk Pekerja

30 Okt 2026 - 12:39 WIB

Menopang Daya Beli, BSU 2026 Siap Cair: Secercah Harapan Rp900 Ribu untuk Pekerja

Detik-detik Tak Terduga di SPBU Kruwul: Memetik Pelajaran dari Tragedi Kecelakaan Lamongan

30 Okt 2026 - 12:38 WIB

Detik-detik Tak Terduga di SPBU Kruwul: Memetik Pelajaran dari Tragedi Kecelakaan Lamongan

Pemuda Lamongan Himpun Aspirasi Warga Pantura, Perkuat Semangat Satu Abad Sumpah Pemuda

30 Okt 2026 - 12:38 WIB

Pemuda Lamongan Himpun Aspirasi Warga Pantura, Perkuat Semangat Satu Abad Sumpah Pemuda
Trending di Pendidikan