KlikMojok – Hiruk pikuk Malang Raya, dengan dinamika perkotaan yang terus menggeliat, kerap menghadirkan tantangan tersendiri bagi mobilitas warganya. Jalanan yang kian padat, laju kendaraan pribadi yang tak terbendung, menjadi pemandangan sehari-hari yang menuntut solusi berkelanjutan. Di tengah kebutuhan akan sistem transportasi yang lebih terpadu dan efisien, harapan itu kini bersemi dengan diresmikannya Trans Jatim Koridor 2.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sebuah babak baru dalam sejarah transportasi publik Jawa Timur dibuka. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung meresmikan pengoperasian koridor kedua Trans Jatim tersebut di Pendopo Panji, Kabupaten Malang. Kehadiran tiga kepala daerah Malang Raya—Bupati Malang HM Sanusi didampingi Wakil Bupati Hj Lathifah Shohib, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto—menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan transportasi publik. “Hari ini bersama kita berikhtiar bahwa public services kita ingin maksimalkan pelayanannya. Maksimal itu artinya secara kualitas, secara kuantitas,” ujar Khofifah, menyoroti pentingnya perluasan akses bagi masyarakat sekaligus mendorong pergeseran paradigma dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Lebih dari sekadar penambahan rute, ia menekankan bahwa peningkatan layanan juga harus berlandaskan pada keamanan, kenyamanan, dan kebersihan armada, aspek fundamental yang tak bisa ditawar.
Salah satu terobosan signifikan dari kehadiran Koridor 2 ini adalah konektivitas yang mulus dengan Koridor 1 di kawasan aglomerasi Malang Raya. Penumpang kini dapat menikmati perjalanan yang saling terhubung dengan tarif yang tetap sama, asalkan perpindahan antarkoridor dilakukan dalam kurun waktu tidak lebih dari dua jam. “Kalau tadi semula di Koridor 1 kemudian harus terkoneksi dengan Koridor 2, bayarnya tetap sama asal tidak lebih dari dua jam,” jelas Khofifah. Konektivitas ini diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat menjangkau berbagai destinasi, termasuk fasilitas pendidikan dan sentra ekonomi, tetapi juga secara signifikan mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan mengatasi kemacetan yang kerap menjadi momok kota-kota besar. Ajakan Khofifah kepada masyarakat untuk beralih ke transportasi publik merupakan seruan untuk bersama-sama membangun ekosistem transportasi massal yang lebih kuat dan berkelanjutan di Malang Raya.
Tak hanya berhenti pada perluasan rute, Trans Jatim juga merangkul inovasi teknologi untuk efisiensi dan kemudahan pengguna. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa aplikasi TransJatim Ajaib telah diunduh sekitar 100.000 pengguna, menjadi bukti respons positif masyarakat terhadap layanan berbasis digital ini. Setiap armada Trans Jatim dilengkapi dengan fasilitas modern seperti CCTV, running text, dan sistem pemantauan secara real-time dari ruang kendali Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.
Terobosan lainnya adalah pengembangan layanan pengiriman barang melalui fitur Trans Jatim Ekspedisi. Dengan metode point-to-point, layanan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan PT Satria Antaran Prima (SAP) dan PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE). Proses pengiriman paket dapat dipantau melalui aplikasi TransJatim Ajaib, dan yang tak kalah penting, pengiriman tersebut mendapat perlindungan asuransi dari PT Jasa Raharja Putra. “Trans Jatim Ekspedisi telah bekerja sama dengan UMKM di tujuh kabupaten/kota yang dilalui dengan tujuan meningkatkan produktivitas penjualan UMKM,” ungkap Nyono, menunjukkan komitmen Trans Jatim untuk tidak hanya melayani mobilitas individu, tetapi juga menjadi pilar penggerak ekonomi lokal.
Berdasarkan hasil kajian mendalam, keberadaan Trans Jatim Koridor 2 di Malang Raya diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang substansial. Potensi penghematan biaya transportasi mencapai Rp117,6 miliar per tahun, peningkatan aktivitas ekonomi sebesar Rp1,2 miliar per tahun, serta manfaat keselamatan dan lingkungan senilai Rp14 miliar per tahun. “Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, penghematan biaya transportasi per kepala keluarga diperkirakan mencapai sekitar 76 persen apabila beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” tandas Nyono, menggarisbawahi potensi besar efisiensi yang bisa dinikmati masyarakat.
Trans Jatim Koridor 2 bukan sekadar jalur baru, melainkan sebuah manifestasi dari visi transportasi publik yang terintegrasi, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Malang Raya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inklusif, di mana setiap warga memiliki akses setara menuju kesempatan, termasuk pendidikan, dan setiap perjalanan adalah bagian dari kemajuan bersama.












