KlikMojok – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Swasta se-Kabupaten Sidoarjo baru saja menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang berfokus pada peningkatan kapasitas manajerial, khususnya dalam hal pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pelatihan ini ditujukan bagi para kepala sekolah dan bendahara yang memiliki tanggung jawab dalam administrasi keuangan sekolah.
Acara yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.STP M.A.P, ini berhasil menarik perhatian sekitar 200 peserta. Peserta tersebut merupakan perwakilan dari 100 Sekolah Dasar (SD) swasta yang tersebar di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Antusiasme terlihat jelas dari para undangan yang hadir pada pagi hari, (1/9/2026), di Hotel Luminor Sidoarjo.

Selain dihadiri oleh para peserta yang antusias, kegiatan ini juga mendapat kehormatan dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah. Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Ridho Prasetyo, turut hadir, begitu pula Kabid Mutu Pendidikan, Lilik Sulistyowati, M.Pd, yang bertindak sebagai salah satu pemateri. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono, S.H, juga tampak hadir, memberikan dukungan moral sekaligus menjadi pemateri lain dalam sesi tersebut.
Kehadiran para pejabat daerah ini tidak hanya sekadar seremonial, namun menjadi penanda dukungan kuat serta motivasi berharga bagi para penyelenggara dan seluruh pihak sekolah swasta yang hadir. “Sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur atas dukungan yang diberikan, panitia turut membagikan kain batik secara khusus kepada para bendahara sekolah,” ungkap Ketua K3S SD Swasta se Sidoarjo, Muhammad Sugeng, S.Pd.I, seusai acara pembukaan berlangsung.
Pak Sugeng, sapaan akrabnya, menjelaskan lebih lanjut mengenai urgensi pelatihan ini. Ia menggarisbawahi bahwa tata kelola dana BOS memiliki kaitan yang sangat erat dengan berbagai aturan hukum yang berlaku. “Oleh karena itu, pelatihan ini ditujukan agar dana bantuan pemerintah, baik dana BOS maupun Bosda, dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Harapannya, dana yang diterima tidak disalahgunakan atau dialokasikan untuk hal-hal di luar ketentuan. Dengan begitu, kepala sekolah dan bendahara dapat mempertanggungjawabkannya dengan baik demi kemajuan sekolah masing-masing.” Pernyataan ini menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap regulasi dalam pengelolaan keuangan pendidikan.
Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Ridho Prasetyo, dalam arahannya menyampaikan poin-poin krusial terkait aspek manajerial dalam pengelolaan keuangan sekolah. Ia secara tegas menyatakan bahwa keberhasilan dalam peningkatan mutu pendidikan sangatlah berkaitan erat dengan praktik tata kelola keuangan yang dijalankan secara transparan dan akuntabel.
“Meski mengelola keuangan sekolah terbilang rumit dan penuh tantangan, ia optimistis jika dijalankan dengan baik dan teliti, hasilnya akan membawa dampak positif bagi perkembangan sekolah,” jelasnya. Ridho Prasetyo juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung sekolah-sekolah swasta agar terus berkembang dan mampu meningkatkan kualitasnya. Ia meyakini bahwa forum pertemuan berkala semacam ini menjadi platform yang sangat efektif untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Sidoarjo.













