KlikMojok – SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan kokurikuler inovatif yang menghadirkan suasana pembelajaran berbeda dan interaktif. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Smamdela sukses memadukan tiga elemen utama: senam gimnastik, kreasi minuman berbahan kopi dan herbal, serta praktik berbahasa Inggris.
Sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.00 WIB, halaman sekolah Smamdela telah dipenuhi oleh aktivitas siswa kelas X dan XI. Seluruh area itu hidup dengan beragam gerakan energik, riuhnya suara, dan semerbak aroma yang berpadu harmonis. Mengusung tema besar ‘Feel the Move, Taste the Innovation’, kegiatan kokurikuler ini dirancang untuk memberikan dua pengalaman belajar yang simultan dan mendalam. Para siswa kelas X fokus pada penampilan senam gimnastik, sementara siswa kelas XI berkreasi dengan menyajikan beragam minuman inovatif yang terbuat dari bahan dasar kopi dan herbal.
Di satu sisi, siswa kelas X terlihat aktif bergerak mengikuti irama musik yang menghentak. Melalui aktivitas senam ini, mereka tidak hanya melatih fisik, tetapi juga belajar banyak hal penting seperti menjaga kekompakan tim, mengatur formasi gerakan dengan presisi, serta menampilkan setiap gerakan dengan penuh percaya diri di hadapan penonton.
Sementara itu, di sisi lain, siswa kelas XI tampak sibuk dan teliti memastikan setiap racikan minuman mereka siap untuk disajikan. Proses pembelajaran mereka tidak hanya berhenti pada aspek rasa minuman semata, melainkan juga meluas ke berbagai pertimbangan penting lain, seperti memikirkan tampilan visual yang menarik, merancang kemasan produk yang inovatif, hingga menyusun strategi efektif dalam memperkenalkan produk mereka kepada para pengunjung yang hadir.
Baik melalui gerakan senam yang dinamis maupun proses peracikan minuman yang cermat, seluruh rangkaian kegiatan kokurikuler ini berfungsi sebagai wadah autentik bagi siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman. Mereka didorong untuk tidak hanya memiliki gagasan-gagasan kreatif, namun juga mampu merealisasikan ide-ide tersebut ke dalam bentuk nyata, baik berupa penampilan yang memukau maupun produk minuman yang siap untuk dinilai, bahkan memiliki potensi untuk dipasarkan di kemudian hari.
Aspek menarik lainnya adalah bagaimana kegiatan ini secara cerdas diintegrasikan sebagai bagian dari upaya pembiasaan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan Smamdela. Para siswa secara aktif menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai konteks, mulai dari penulisan deskripsi pada kemasan produk, saat melakukan presentasi produk mereka, hingga dalam pelafalan kosakata serta istilah-istilah yang mereka gunakan selama berinteraksi.
Melalui pendekatan ini, siswa memperoleh keuntungan besar karena tidak hanya terpaku pada pembelajaran bahasa Inggris melalui buku teks atau latihan-latihan di dalam kelas. Sebaliknya, mereka mendapatkan kesempatan berharga untuk mengaplikasikan bahasa tersebut dalam situasi-situasi nyata dan relevan, misalnya ketika harus menjelaskan bahan-bahan yang digunakan, memperkenalkan produk mereka, atau menyampaikan keunggulan dari racikan minuman kepada orang lain.
Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kokurikuler yang telah dilaksanakan oleh para siswa selama sepekan penuh. Ia mengungkapkan harapannya, “Semoga bisa bermanfaat untuk menjadi generasi yang unggul dan cerdas, serta mampu berkolaborasi dalam satu tim.”
Pesan mengenai pentingnya kolaborasi dan kerja sama tim tersebut tampak jelas tercermin dalam seluruh proses persiapan yang dilakukan oleh para siswa. Mereka tidak bekerja secara individu, melainkan secara aktif berbagi peran dan tanggung jawab. Beberapa siswa fokus menyiapkan bahan baku, yang lain sibuk merancang kemasan produk, ada juga yang menyusun materi presentasi, hingga memastikan bahwa produk akhir siap untuk ditampilkan kepada publik.
Suasana pembelajaran yang mendalam semakin diperkuat dengan kehadiran dua tokoh penting, yaitu M. Ismail Fahmi dan Ahmad Muslikhul Amin. Bapak Fahmi, yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik, hadir bersama Bapak Amin, pemilik dari El.Kopi sekaligus pengelola bimbingan bahasa Inggris terkemuka di Pare. Kedua praktisi ini turut mendampingi para siswa, tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga membagikan gambaran realistis mengenai seluk-beluk dunia kewirausahaan.
Kehadiran para praktisi dari dunia nyata ini berhasil membuat proses belajar menjadi jauh lebih relevan dan dekat dengan realitas. Siswa tidak hanya diwajibkan untuk menghasilkan sebuah produk semata, melainkan juga diajak untuk belajar memahami berbagai aspek krusial lainnya, seperti standar kualitas produk, teknik penyajian yang menarik, pentingnya efisiensi dalam penggunaan bahan, serta potensi dan peluang pengembangan produk di masa mendatang.
Vivin, yang merupakan penanggung jawab kokurikuler untuk kelas XI, menyatakan rasa terharunya saat menyaksikan kesungguhan dan dedikasi tinggi para siswa dalam mempersiapkan produk mereka. Ia mengungkapkan, “Aku terharu, Bu. Anak-anak benar-benar niat. Tidak ada kesan eksperimen asal-asalan. Mereka benar-benar berpikir dan menakar dengan matang sampai menghasilkan produk yang layak jual hari ini.”
Kesungguhan dan komitmen para siswa ini terlihat jelas dari ketelitian mereka dalam menyiapkan setiap detail kecil. Mereka melalui siklus mencoba, melakukan perbaikan berdasarkan evaluasi, dan kemudian menimbang kembali hasil kerja mereka secara berulang hingga mencapai kualitas yang diinginkan.
Seluruh proses yang dilalui ini menjadikan kegiatan kokurikuler tersebut jauh lebih dari sekadar sebuah pameran biasa. Ini adalah sebuah arena pelatihan nyata bagi siswa untuk mengembangkan keberanian dalam mengambil keputusan serta melatih kemampuan mereka untuk bertanggung jawab penuh atas setiap hasil kerja yang telah mereka lakukan.
Salah satu pengajar, Dewi, turut memberikan apresiasi dengan gaya yang santai dan diselingi candaan. Ia berkomentar, “Sambil bercanda, ya seni, ya sporty, ya panas.”
Kalimat yang diucapkan Dewi tersebut seolah-olah berhasil merangkum esensi dari suasana kegiatan yang, meskipun dilakukan dengan serius, namun tetap terasa sangat menyenangkan. Di dalamnya terkandung unsur seni dalam cara siswa menyajikan dan menampilkan produk, semangat sporty atau keolahragaan yang kental dalam setiap gerakan senam, serta kehangatan kebersamaan yang membuat seluruh rangkaian aktivitas terasa lebih ringan dan berkesan.
Pada intinya, kegiatan kokurikuler ini berhasil mempertemukan dan mengintegrasikan berbagai aspek pembelajaran penting dalam satu ruang yang komprehensif. Aspek-aspek tersebut meliputi kebugaran fisik, pengembangan kreativitas, pemahaman dasar kewirausahaan, keterampilan komunikasi, dan peningkatan kemampuan berbahasa. Melalui kegiatan ini, siswa secara aktif belajar untuk bergerak bersama dalam harmoni, menyusun gagasan-gagasan inovatif, mengolah bahan baku menjadi produk, menyampaikan presentasi yang efektif, serta bekerja sama dalam tim, baik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Melalui tema ‘Feel the Move, Taste the Innovation’, Smamdela secara nyata menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak selalu monoton dan dapat hadir dalam berbagai bentuk yang menarik. Pembelajaran bisa saja bermula dari satu gerakan senam yang dilakukan secara serempak dan penuh semangat, atau dari secangkir minuman yang teracik dengan penuh perhitungan dan inovasi. Dari seluruh rangkaian kegiatan kokurikuler ini, para siswa memperoleh pelajaran berharga bahwa sebuah karya yang berkualitas dan berdampak positif lahir dari keberanian untuk terus mencoba, kemauan kuat untuk berkolaborasi dengan sesama, serta kesediaan untuk senantiasa memperbaiki diri demi mencapai hasil terbaik.












