Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Air Terjun Ribuan Mengalir, Kebutuhan Modern Terganjal: Dilema ATM di Wisata Tumpak Sewu

badge-check

Ketika Air Terjun Ribuan Mengalir, Kebutuhan Modern Terganjal: Dilema ATM di Wisata Tumpak Sewu Perbesar

KlikMojok – Di balik gemuruh ribuan tirai air yang jatuh dari ketinggian, menciptakan panorama bak negeri dongeng, Wisata Tumpak Sewu di Lumajang, Jawa Timur, kini menghadapi sebuah ironi modern. Destinasi yang dijuluki ‘Air Terjun Seribu’ ini telah menjelma menjadi primadona, terutama di mata wisatawan mancanegara. Namun, di tengah lonjakan kunjungan yang masif, sebuah kebutuhan fundamental masih luput: akses terhadap layanan perbankan dan penukaran mata uang asing. Inilah dilema yang kini bergerak cepat direspon oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Memahami potensi ekonomi yang luar biasa namun masih terhambat, Pemkab Lumajang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merencanakan penempatan unit mesin Automated Teller Machine (ATM) serta fasilitas money changer di kawasan wisata alam Tumpak Sewu. Langkah strategis ini bukan tanpa alasan; selama ini, destinasi unggulan yang terletak di Kecamatan Pronojiwo tersebut sama sekali belum memiliki akses layanan keuangan perbankan yang memadai, apalagi tempat penukaran mata uang asing.

Perencanaan vital ini mengemuka dalam forum penting bertajuk Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue yang diselenggarakan di kantor OJK Jember pada Senin, 19 Oktober 2026. Pertemuan bergengsi tersebut menjadi ajang berkumpulnya jajaran pimpinan perbankan regional, pihak OJK, serta dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Dialog ini menjadi cerminan nyata bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan keindahan alam, tetapi juga infrastruktur pendukung yang modern dan responsif terhadap kebutuhan pengunjung.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dengan gamblang menyampaikan bagaimana pesona lanskap Tumpak Sewu telah menjadi daya tarik utama yang sangat digemari oleh para pelancong dari berbagai belahan dunia. Namun, ia juga menyoroti kesenjangan krusial antara popularitas destinasi dan ketersediaan infrastruktur perbankan di sekitarnya. “Jadi, Lumajang lagi naik daun, wisata Tumpak Sewu, tapi tidak ada mesin ATM di sana. Padahal setiap hari 500-600 kunjungan turis asing, belum lagi weekend, dan long weekend,” ujar Bupati Indah Amperawati pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Angka kunjungan yang mencapai ratusan turis asing setiap hari, bahkan ribuan saat akhir pekan dan libur panjang, menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya teroptimalkan. Pemerintah Daerah sangat berharap potensi ekonomi dari melimpahnya kunjungan wisatawan asing tersebut dapat dimaksimalkan dengan memberikan kemudahan transaksi keuangan, baik secara non-tunai maupun penarikan tunai secara cepat. Ini adalah pelajaran penting dalam pengembangan pariwisata: kemudahan akses finansial adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata yang nyaman dan modern.

Menanggapi urgensi tersebut, Kepala Kantor OJK Jember, Aris Budiman, mengonfirmasi bahwa pihak regulator bersama industri perbankan tengah menggarap skema penyediaan mesin ATM di Tumpak Sewu. “Ini arah ke depan nanti itu seperti Bank BRI akan ada relokasi rencana ATM di satu tempat tadi ke Tumpak Sewu,” terang Aris Budiman, menggambarkan langkah konkret yang akan segera diambil. Relokasi ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan mendesak para wisatawan yang kerap kesulitan bertransaksi.

Lebih lanjut, selain percepatan pengadaan unit ATM, OJK juga secara proaktif mendorong perbankan daerah, khususnya Bank BRI dan Bank Jatim, untuk tidak hanya berhenti pada penyediaan ATM. Dorongan ini meluas hingga pembukaan gerai layanan money changer, bahkan kantor cabang pembantu di sekitar Kecamatan Pronojiwo. “Money changer juga tadi sudah ada yang pasti di daerah Pronojiwo dari Bank BRI maupun Bank Jatim. Nanti kita arahkan supaya mereka punya cabang di lokasi tempat wisata,” pungkas Aris. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih mandiri dan terintegrasi secara finansial.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, OJK, dan perbankan ini menjadi sebuah pendidikan berharga tentang bagaimana pertumbuhan pariwisata harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur penunjang yang komprehensif. Dengan hadirnya ATM dan money changer, diharapkan para wisatawan dapat menikmati keindahan Tumpak Sewu tanpa terkendala masalah transaksi keuangan, sekaligus membuka keran potensi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Lumajang. Ini adalah langkah maju menuju pariwisata yang tidak hanya memukau mata, tetapi juga nyaman dan berkelanjutan bagi semua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menjelajahi Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca 20-21 Oktober 2026 yang Dinamis

20 Okt 2026 - 09:45 WIB

Menjelajahi Langit Malang Raya: Prakiraan Cuaca 20-21 Oktober 2026 yang Dinamis

PDNA Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kaderisasi Perempuan Muda untuk Kepemimpinan Baru PWNA Jatim

20 Okt 2026 - 09:44 WIB

PDNA Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kaderisasi Perempuan Muda untuk Kepemimpinan Baru PWNA Jatim

Kisah Inspiratif Prof. Uril Bahruddin: Strategi 14 Hari Kuasai Bahasa Arab di Pondok Karangasem

20 Okt 2026 - 09:42 WIB

Kisah Inspiratif Prof. Uril Bahruddin: Strategi 14 Hari Kuasai Bahasa Arab di Pondok Karangasem

Antrean Panjang di Balik Janji Aman: Pelajaran dari Sidak BBM di Sampang

20 Okt 2026 - 06:11 WIB

Antrean Panjang di Balik Janji Aman: Pelajaran dari Sidak BBM di Sampang

Ketika Antrean BBM Melilit Tulungagung: Mengurai Benang Kusut Pasokan dan Pergeseran Konsumen

20 Okt 2026 - 06:10 WIB

Ketika Antrean BBM Melilit Tulungagung: Mengurai Benang Kusut Pasokan dan Pergeseran Konsumen
Trending di Pendidikan