KlikMojok – SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya baru-baru ini menggelar rapat konsolidasi penting bersama 60 wali murid di Historica Coffee and Pastry, Surabaya, pada Rabu (26/8/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga, memastikan pendidikan anak dapat tumbuh optimal melalui dukungan dari dua lingkungan utama secara bersamaan.
Faktanya, pendidikan anak tidaklah berhenti saat bel sekolah berbunyi. Menyadari hal tersebut, SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya mengambil inisiatif untuk memperkuat sinergi dengan mengumpulkan 60 wali murid dalam sebuah rapat konsolidasi yang bertempat di Historica Coffee and Pastry, Surabaya, pada tanggal 26 Agustus 2026.

Para wali murid hadir dalam agenda rapat konsolidasi Komite Sekolah SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya. Forum strategis ini secara khusus mempertemukan perwakilan dari pihak sekolah, Komite Sekolah, serta para koordinator wali murid.
Namun, pertemuan tersebut tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan. Ada sesuatu yang jauh lebih esensial dan penting dari sekadar menyusun jadwal atau kegiatan sekolah semata.
Mereka bertekad untuk membangun sebuah jembatan komunikasi yang lebih kokoh dan transparan, yang pada akhirnya akan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. Oleh karena itu, percakapan yang terjadi tidak terbatas pada program-program sekolah saja.
Keluarga juga diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan berbagai perhatian, kebutuhan, serta gagasan-gagasan konstruktif mereka. Dari interaksi dua arah inilah, kolaborasi antara sekolah dan rumah mulai menemukan bentuk dan wujudnya yang nyata.
Ketua Komite Kreatif, Anda Marzudinta, memandang kolaborasi semacam ini sebagai fondasi yang sangat penting dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, sebuah institusi pendidikan seperti sekolah sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang terkait.
Anda Marzudinta menegaskan, “Kehadiran, arahan, serta masukan dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan koordinator wali murid sangat penting.”
Lebih lanjut, Anda menjelaskan bahwa komite sekolah dan koordinator wali murid memiliki posisi yang sangat strategis. Keduanya berperan sebagai penghubung utama antara pihak keluarga di rumah dan lingkungan sekolah.
“Kita ingin komunikasi antara sekolah dan wali murid semakin terbuka,” tuturnya, menekankan pentingnya transparansi.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Anda Marzudinta secara resmi memperkenalkan sembilan anggota pengurus Komite Kreatif yang baru. Selain itu, ia juga memperkenalkan jajaran Koordinator Kelas (Korlas) dan Wakil Koordinator Kelas (Wakorlas) kepada seluruh peserta yang hadir.
Langkah pengenalan ini bertujuan untuk memperjelas peran serta tanggung jawab setiap unsur dalam mendukung dan menyukseskan program-program sekolah. Dengan demikian, koordinasi dapat berjalan lebih terarah, terstruktur, dan tidak lagi tanpa arah yang jelas.
Di sisi lain, Kepala SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif dari para wali murid dan komite sekolah tersebut.
Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh komite dan wali murid telah memberikan kontribusi yang sangat nyata dalam memperkuat sinergi yang ada. Bahkan, berbagai kegiatan sekolah mendapatkan energi dan semangat tambahan berkat keterlibatan mereka yang proaktif.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada komite sekolah dan koordinator wali murid,” ujar Ely dengan penuh penghargaan.
Lebih lanjut, Ely menjelaskan bahwa keterlibatan para wali murid terlihat jelas dalam beragam kegiatan sekolah. Mulai dari festival, program parenting, hingga proses pembelajaran sehari-hari, semuanya melibatkan dukungan dan partisipasi aktif dari wali murid.
“Sebagai mitra sekolah kami sangat bersyukur,” ungkapnya, menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk kemitraan yang perlu terus dirawat dan diperkuat. Sebab, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama dan tidak mungkin hanya bertumpu pada sekolah seorang diri.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri,” katanya, menekankan pentingnya kolaborasi.
Dengan demikian, untuk mencapai tujuan pendidikan yang maksimal, dibutuhkan keselarasan tujuan yang sama antara pihak sekolah dan keluarga di rumah.
Pesan serupa yang menguatkan datang dari Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Heru Tjahyono mengajak para wali murid untuk senantiasa memberikan perhatian penuh pada setiap perkembangan anak. Menurutnya, perhatian orang tua tidak seharusnya berhenti hanya pada pencapaian akademik semata.
“Jangan pernah merasa bosan untuk tumbuh kembang anak kita,” tutur Heru, memberikan motivasi kepada para orang tua.
Meskipun terdengar sederhana, kalimat tersebut menyimpan pesan yang sangat mendalam dan panjang. Anak-anak membutuhkan kehadiran orang dewasa yang terus-menerus mendampingi dalam setiap tahapan pertumbuhannya.
Selain itu, Heru juga menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten dari para wali murid selama berbagai program sekolah berlangsung. Menurutnya, keterlibatan aktif tersebut sangat membantu dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik dan bermakna bagi anak-anak.
“Alhamdulillah jenengan semua adalah mitra yang sangat baik,” ujarnya, menggarisbawahi kualitas kemitraan tersebut.
Oleh karena itu, Heru berharap agar kolaborasi yang terjalin ini dapat terus memberikan ruang yang optimal bagi anak-anak untuk berkembang. Dengan demikian, setiap anak dapat belajar dan tumbuh dengan kemampuan serta karakter terbaik yang mereka miliki.
Sementara itu, Kaur SDI Maulana Muhammad juga turut menyoroti peran sentral keluarga dalam ekosistem pendidikan yang holistik.
Menurutnya, nilai-nilai positif yang dibangun dan diajarkan di sekolah sangat membutuhkan kesinambungan serta penguatan di lingkungan rumah. Oleh karena itu, keluarga memiliki peran krusial untuk berjalan beriringan bersama sekolah.
“Keluarga menjadi partner sekolah dan berjalan beriringan guna Leader in Me bisa berjalan dengan baik,” kata Maulana, menjelaskan visi kolaborasi tersebut.
Pesan tersebut semakin mempertegas satu hal penting yang tak terbantahkan. Pendidikan karakter tidaklah cukup hanya dibicarakan dan diajarkan di lingkungan sekolah. Sebaliknya, nilai-nilai luhur tersebut perlu terus diperkuat dan diimplementasikan melalui keterlibatan aktif keluarga di rumah.
Rapat konsolidasi kemudian berlanjut ke sesi tanya jawab yang berlangsung lebih interaktif. Dalam sesi ini, para wali murid diberikan ruang yang leluasa untuk membahas berbagai program dan kebijakan sekolah.
Selain itu, mereka juga mendiskusikan peran dan fungsi komite sekolah serta koordinator wali murid. Melalui diskusi yang mendalam tersebut, percakapan berlangsung sebagai upaya kolektif untuk mencari pola kerja yang lebih terarah dan efektif.
Dengan demikian, rapat konsolidasi ini benar-benar menemukan makna yang sesungguhnya. Pertemuan ini bukan sekadar menyampaikan arahan satu arah dari pihak sekolah kepada para wali murid.
Sebaliknya, forum ini secara aktif membuka ruang komunikasi dua arah yang konstruktif. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur, setiap pihak dapat dengan leluasa menyampaikan pandangan, masukan, serta memahami kebutuhan dari pihak lain.
Bagi Komite Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, forum ini menjadi langkah awal yang sangat berarti. Selanjutnya, mereka berencana untuk membangun pola kerja yang lebih terstruktur, transparan, dan komunikatif guna memperkuat sinergi secara berkelanjutan di masa mendatang.
Sementara itu, pihak sekolah memperoleh penguatan atas pentingnya keterlibatan dan dukungan dari keluarga. Pada akhirnya, kolaborasi yang kuat ini menjadi bagian integral dari upaya besar untuk menghadirkan pendidikan yang benar-benar berpihak pada kepentingan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.













