KlikMojok – Empat puluh siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 16 Karangasem Paciran mengikuti sebuah program unik yang berfokus pada penanaman jiwa kepemimpinan sejak dini. Melalui Leadership Training IPM Kids, para siswa belajar memaknai esensi kepemimpinan dengan pendekatan pengalaman langsung. Kegiatan ini diselenggarakan di Kebun Lela-leha, Dusun Padeg Sumuran, Paciran, pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan tujuan utama untuk menumbuhkan keberanian, tanggung jawab, semangat kerja sama, serta akhlak mulia pada diri peserta.
Pada tanggal tersebut, siswa kelas 4, 5, dan 6 MIM 16 Karangasem Paciran diajak untuk menemukan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak hanya belajar teori, melainkan terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejak usia dini.

Meskipun lokasi pelatihan berpindah dari ruang kelas ke area terbuka di Dusun Padeg Sumuran, Paciran, esensi kegiatan ini jauh melampaui sekadar perubahan latar tempat. Program ini dirancang untuk memberikan dampak yang lebih mendalam pada pemahaman siswa tentang kepemimpinan.
Lebih lanjut, Leadership Training IPM Kids secara aktif mengajak para siswa untuk memahami kepemimpinan melalui pengalaman praktis. Para peserta diajarkan bahwa peran seorang pemimpin tidak hanya terbatas pada kemampuan memberikan arahan atau perintah kepada orang lain.
Sebaliknya, seorang pemimpin sejati dituntut untuk memiliki keberanian dalam mengambil tanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Selain itu, pelatihan ini menekankan pentingnya kemampuan bekerja sama dalam tim dan menjaga kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam memimpin.
Untuk mencapai tujuan tersebut, materi Kepemimpinan dan Ke-IPM-an (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) menjadi komponen krusial dalam seluruh rangkaian kegiatan. Materi-materi ini disajikan dengan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, sehingga membantu siswa untuk lebih mudah mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif ini, siswa tidak hanya sekadar menerima pengetahuan teoritis. Mereka juga diberikan ruang yang luas untuk secara aktif membangun dan mengembangkan karakter pribadi mereka melalui interaksi langsung dengan teman sebaya dan para pembimbing.
Suasana alami Kebun Lela-leha turut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan bagi seluruh peserta. Lingkungan terbuka tersebut secara efektif menghadirkan ruang belajar yang terasa lebih santai, nyaman, dan sangat dekat dengan dunia serta imajinasi anak-anak.
Dari pengalaman yang tampak sederhana ini, proses kaderisasi calon-calon pemimpin masa depan mulai menemukan pijakan yang kokoh. Pihak sekolah, dalam hal ini, menanamkan harapan besar agar setiap peserta pelatihan dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter kuat dan mulia.
Kepala MIM 16 Karangasem Paciran, Niayah, S.Ag., menyampaikan pandangannya bahwa kegiatan Leadership Training IPM Kids ini merupakan sebuah langkah yang sangat penting. Menurut Niayah, sangat fundamental bagi sekolah untuk mulai mengenalkan konsep dan praktik kepemimpinan sejak anak-anak masih duduk di bangku madrasah.
Ia secara langsung mengutip, “Dengan adanya kegiatan kepemimpinan IPM Kids, kami berharap murid-murid hebat MIM 16 belajar menjadi pemimpin.”
Bagi Niayah, pemahaman tentang kepemimpinan melampaui sekadar kemampuan untuk mengarahkan atau mengendalikan orang lain. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang sejati memerlukan karakter yang kuat dan kemampuan untuk menjadi teladan yang baik bagi lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini juga diartikan sebagai bagian integral dari proses kaderisasi yang berkelanjutan. Sekolah memiliki visi untuk menyiapkan anak-anak didiknya agar memiliki bekal dan kapasitas yang memadai untuk menjadi pemimpin di masa depan.
“Yang paling penting, kegiatan ini menjadi wahana kaderisasi pemimpin masa depan,” ungkap Niayah, menekankan pentingnya peran pelatihan ini dalam membentuk generasi penerus.
Niayah juga menyematkan harapan agar seluruh peserta pelatihan dapat tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Selain itu, ia berharap mereka mampu mengaplikasikan kurikulum berbasis cinta dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Senada dengan itu, Nurul Hikmah, S.Pd., yang menjabat sebagai guru sekaligus Ketua Panitia kegiatan, menegaskan fokus utama dari Leadership Training IPM Kids. Ia menyatakan bahwa pembentukan karakter kepemimpinan dini merupakan tujuan paling utama yang ingin dicapai melalui pelatihan ini.
“Kegiatan ini fokus pada pembentukan karakter kepemimpinan dini,” jelas Nurul Hikmah, memperjelas arah dan sasaran program.
Menurut Nurul Hikmah, materi kepemimpinan yang disajikan oleh Dr. Afan Alfian, S.IP., M.I.Kom., selaku Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan, dan materi Ke-IPM-an yang disampaikan oleh Afif Albab Al Muslich dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Paciran, dirancang dengan tujuan yang sangat spesifik dan penting.
Materi-materi tersebut dirancang khusus untuk merangsang dan mendukung perkembangan karakter kepemimpinan pada anak-anak melalui metode pembelajaran yang aktif, interaktif, dan tentunya menyenangkan.
Pendekatan semacam ini dinilai sangat penting karena anak-anak cenderung membutuhkan pengalaman yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Mereka akan jauh lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai luhur melalui kegiatan-kegiatan yang mereka alami secara langsung.
Di samping itu, proses pembelajaran yang diterapkan dalam pelatihan ini juga memberikan kesempatan berharga bagi para siswa untuk belajar bersama. Melalui interaksi aktif dengan teman sebaya, mereka dapat secara langsung mengenali dan memahami arti penting dari kerja sama tim.
Nurul Hikmah juga menekankan bahwa pembiasaan merupakan kunci utama dalam pembentukan karakter kepemimpinan pada anak. Ia menjelaskan bahwa karakter yang kuat tidak dapat terbentuk hanya melalui satu atau dua kegiatan saja, melainkan memerlukan proses yang berkelanjutan.
“Jika anak ini terbiasa dengan pembelajaran kepemimpinan, insyaallah pada saatnya nanti mereka dapat mengaktualisasikannya,” tuturnya, menyoroti pentingnya konsistensi.
Oleh karena itu, efek dan pembelajaran dari Leadership Training IPM Kids tidak seharusnya berhenti begitu kegiatan selesai. Pengalaman berharga yang didapatkan selama pelatihan perlu terus dilanjutkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari anak, baik di lingkungan sekolah maupun di dalam keluarga.
Anak-anak dapat diajarkan untuk mengambil tanggung jawab melalui pemberian tugas-tugas sederhana yang sesuai dengan usia mereka. Selain itu, mereka juga bisa belajar tentang pentingnya bekerja sama melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok.
Lebih lanjut, keberanian dapat dilatih dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pendapat dan ide-ide mereka. Sementara itu, kedisiplinan akan tumbuh dan berkembang ketika anak-anak belajar untuk menghargai serta mematuhi aturan-aturan yang ada.
Dari serangkaian kebiasaan positif yang diterapkan secara konsisten tersebut, karakter kepemimpinan akan perlahan-lahan menemukan bentuknya yang utuh. Anak-anak pun akan mulai memahami bahwa menjadi seorang pemimpin tidak selalu berarti harus berada di posisi terdepan atau menjadi pusat perhatian.
Sebaliknya, seorang pemimpin sejati justru harus mampu mendengarkan dengan baik dan memahami perspektif orang lain. Selain itu, pemimpin juga dituntut untuk berani mengambil tanggung jawab penuh ketika dihadapkan pada berbagai persoalan atau tantangan.
Nilai-nilai kepemimpinan yang ditanamkan ini menjadi bekal yang sangat penting bagi para pelajar Muhammadiyah. Hal ini karena sekolah tidak hanya mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin dalam struktur organisasi semata.
Lebih dari itu, sekolah juga membekali mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Diharapkan, nilai-nilai luhur ini kelak dapat mereka aplikasikan dan bawa ke dalam kehidupan keluarga, lingkungan sekolah, masyarakat luas, dan juga dalam persyarikatan Muhammadiyah.













