Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Review

Geger! Menteri Agama Nasaruddin Umar Lepas Jabatan Demi Kursi Ketum PBNU, Perebutan Kian Panas

badge-check

Geger! Menteri Agama Nasaruddin Umar Lepas Jabatan Demi Kursi Ketum PBNU, Perebutan Kian Panas Perbesar

KlikMojok – Sebuah manuver politik keagamaan yang mengejutkan publik nasional baru saja terjadi. Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dikabarkan telah secara resmi melayangkan surat pengunduran diri dari Kabinet Merah Putih per Rabu, 26 Agustus 2026. Keputusan drastis ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi memuluskan jalannya maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan dihelat pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Langkah lepas jabatan publik ini secara gamblang mengonfirmasi komitmen kuat Nasaruddin Umar terhadap aturan internal PBNU. Aturan tersebut secara tegas mewajibkan seluruh calon ketua umum untuk terbebas dari rangkap jabatan publik di pemerintahan, sebuah etika kelembagaan yang diapresiasi luas. Sumber dari pihak Istana Presiden bahkan telah membenarkan bahwa surat pengunduran diri mantan Wakil Menteri Agama itu telah diterima dan pada prinsipnya mendapatkan restu langsung dari Presiden. Pemerintah secara khusus memuji kejelasan sikap politik dan etika yang ditunjukkan oleh Prof. Nasaruddin, yang dinilai krusial untuk menjaga netralitas serta independensi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang memang kian memanas, menjadi sorotan publik seiring bermunculannya figur-figur potensial yang siap bertarung. Masuknya nama Nasaruddin Umar ke dalam bursa calon pimpinan puncak PBNU diyakini membawa pengaruh yang sangat signifikan pada peta kekuatan geopolitik jam’iyyah NU. Pengalaman panjangnya di ranah birokrasi keagamaan, dipadu dengan latar belakang akademis yang kuat, menjadikannya salah satu figur sentral yang paling diperhitungkan oleh para pemilik suara dari Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang NU se-Indonesia. Ini adalah sinyal jelas bahwa persaingan menuju kursi PBNU-1 akan semakin sengit dan menarik perhatian.

Track record Nasaruddin Umar di kancah nasional terbilang sangat solid dan mumpuni. Pria kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959 ini menapaki karier keagamaan dan akademisnya dari bawah dengan penuh dedikasi. Sebelum diamanahi portofolio Menteri Agama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, ia telah lama mengabdi sebagai Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun 2005. Kapasitas keilmuannya juga diakui secara luas, bahkan hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar Luar Biasa di Universitas Indonesia pada rentang waktu 2006–2010. Di lini pengabdian publik, kepemimpinan Nasaruddin teruji saat memimpin Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama periode 2006–2012, sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakil Menteri Agama RI dari tahun 2012 hingga 2014. Dengan rekam jejak yang impresif ini, tidak heran jika pencalonannya menjadi buah bibir dan mengubah kalkulasi politik di internal NU.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lonjakan Wisman ke Tumpak Sewu Lumajang, Pemkab Perkuat Akses dengan Tangga Tambahan

13 Okt 2026 - 18:48 WIB

Lonjakan Wisman ke Tumpak Sewu Lumajang, Pemkab Perkuat Akses dengan Tangga Tambahan

Casa Pilates Surabaya Hadirkan Solusi Bugar untuk Ibu Hamil: Kelas Personal dengan Harga Terjangkau

13 Okt 2026 - 15:19 WIB

Casa Pilates Surabaya Hadirkan Solusi Bugar untuk Ibu Hamil: Kelas Personal dengan Harga Terjangkau

Titik Kumpul Surabaya: Mahjong Jadi Jembatan Interaksi Sosial di Era Digital

13 Okt 2026 - 06:14 WIB

Titik Kumpul Surabaya: Mahjong Jadi Jembatan Interaksi Sosial di Era Digital

Mengajak Pengunjung Kembali ke Era 90-an: Nostalgia Jajanan Tempo Doeloe di PRJ Surabaya

13 Okt 2026 - 06:13 WIB

Mengajak Pengunjung Kembali ke Era 90-an: Nostalgia Jajanan Tempo Doeloe di PRJ Surabaya

Lebih dari Sekadar Jalan Sehat: Sheraton Surabaya Gelar Pink Morning Club Ajak 800 Peserta Peduli Kanker Payudara

12 Okt 2026 - 18:47 WIB

Lebih dari Sekadar Jalan Sehat: Sheraton Surabaya Gelar Pink Morning Club Ajak 800 Peserta Peduli Kanker Payudara
Trending di Review