Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Abu di Balik Dini Hari: Refleksi dari Kebakaran Pasar Cukir Jombang

badge-check

Abu di Balik Dini Hari: Refleksi dari Kebakaran Pasar Cukir Jombang Perbesar

KlikMojok – Dini hari di Jombang, Kamis (22/10/2026), bukan lagi tentang keheningan yang menenangkan, melainkan gema sirine pemadam kebakaran yang memecah kesunyian. Di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, langit mendadak diwarnai jingga dan kelabu, ketika kobaran api hebat melahap jantung perekonomian lokal. Sekitar 30 kios, saksi bisu denyut nadi perdagangan warga, ludes dilalap si jago merah, menyisakan puing dan pertanyaan tentang masa depan bagi para pedagang di Pasar Cukir Jombang.

Kabar nahas ini pertama kali sampai ke telinga Kepala Desa Cukir, Sugito, sekitar pukul 01.30 WIB. Begitu informasi tentang kebakaran hebat itu diterima dari masyarakat, tanpa menunda, ia langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, Sugito dihadapkan pada pemandangan memilukan: api sudah berkobar begitu hebat, asap tebal mengepul tinggi ke angkasa, menyelimuti area pasar yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk transaksi.

“Api kira-kira berasal dari titik satu, dua dan tiga. Beruntung saat kejadian, para pedagang belum beraktivitas. Karena pasar ini aktivitasnya pagi hari,” tutur Sugito, menghela napas lega karena tidak ada korban jiwa, meski kerugian materiil tak terhindarkan. Ia menjelaskan, dari perkiraan awal, sekitar 30 kios hangus terbakar dalam peristiwa tragis tersebut. Sebagian besar kios yang terdampak merupakan lapak-lapak yang menjajakan pakaian, salah satu komoditas utama yang diperdagangkan di pasar ini.

Meski jumlah kios yang terbakar telah diperkirakan mencapai puluhan, pemerintah desa belum dapat memastikan total kerugian materiil akibat amukan api. Ada kekhawatiran mendalam, sebab para pedagang baru saja menambah stok barang dagangan mereka, mempersiapkan diri menghadapi musim belanja yang akan datang. “Kerugiannya pasti banyak. Karena mereka baru menyetok dagangan. Nilainya belum kita hitung,” lanjut Sugito, menggambarkan betapa beratnya pukulan ini bagi para pelaku ekonomi kecil.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang juga bergerak cepat. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku F Diaz, membenarkan adanya kebakaran di Pasar Cukir dan segera menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) ke lokasi. Pada tahap awal, fokus utama petugas adalah melakukan pemadaman api, mengendalikan agar tidak meluas lebih jauh. “Sekali lagi, kita masih fokus melakukan pemadaman. Soal penyebab dan kerugian nanti kita dalami lagi,” tegas Wiku F Diaz, menekankan prioritas penanganan darurat.

Hingga proses pemadaman berlangsung dan pendinginan dilakukan, dugaan sementara penyebab kebakaran Pasar Cukir masih mengarah pada korsleting listrik. Sebuah pengingat pahit akan kerapuhan sistem yang menopang aktivitas sehari-hari. Kepastian mengenai sumber api yang sesungguhnya dan total kerugian yang diderita masih menunggu hasil pemeriksaan serta pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait. Peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah tentang pentingnya mitigasi bencana, pemeriksaan infrastruktur secara berkala, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk. Kebakaran ini bukan hanya melahap bangunan, tetapi juga harapan dan mata pencarian, menuntut refleksi mendalam dan upaya kolektif untuk bangkit kembali.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ikrar Cinta di Balik Jeruji: Kisah Akad Nikah Tahanan Lapas Tulungagung

22 Okt 2026 - 09:44 WIB

Ikrar Cinta di Balik Jeruji: Kisah Akad Nikah Tahanan Lapas Tulungagung

Terik di Hari Santri: Tantangan Cuaca Panas Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

22 Okt 2026 - 09:43 WIB

Terik di Hari Santri: Tantangan Cuaca Panas Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

Kepala SD Mugres: Inovasi Media Manipulatif, Kunci Sukses Pembelajaran Inklusi untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

22 Okt 2026 - 09:43 WIB

Kepala SD Mugres: Inovasi Media Manipulatif, Kunci Sukses Pembelajaran Inklusi untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

BIM University Perkuat Inklusivitas Pendidikan dengan Beasiswa untuk Tiga Mahasiswa Hindu

22 Okt 2026 - 09:42 WIB

BIM University Perkuat Inklusivitas Pendidikan dengan Beasiswa untuk Tiga Mahasiswa Hindu

Ketika Langit Merangkul Bumi: Hujan dan Asa di Balik Asap Kebakaran TPA Paguan Bondowoso

22 Okt 2026 - 06:13 WIB

Ketika Langit Merangkul Bumi: Hujan dan Asa di Balik Asap Kebakaran TPA Paguan Bondowoso
Trending di Pendidikan