KlikMojok – Dalam upaya adaptasi terhadap era digital, Yayasan Pusat Pengembangan TK/TP Al-Quran (PPTKA) Gresik membekali puluhan guru Al-Quran dengan keterampilan kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini bertujuan menciptakan inovasi media dakwah visual yang lebih relevan dan menarik bagi generasi muda masa kini.
Suasana khidmat menyelimuti Gedung Yayasan Pusat Pengembangan TK/TP Al-Quran (PPTKA) Gresik pada Sabtu, 5 September 2026. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang syahdu oleh Ustaz Syahirul Alim, S.Pd., menandai dimulainya sebuah agenda penting.
Setelah sesi pembukaan yang dipandu oleh Didik Hermawan, S.Pd., puluhan guru Al-Quran tampak antusias dan siap menyerap pengetahuan baru. Pada hari itu, PPTKA Gresik secara resmi meluncurkan Pelatihan Artificial Intelligence (AI), sebuah program yang dirancang untuk membekali para pendidik agama dengan keahlian teknologi modern. Langkah proaktif ini diharapkan menjadi fondasi penting agar para pengajar dapat beradaptasi secara lincah dan menyelaraskan metode dakwah mereka di tengah pesatnya arus digitalisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan PPTKA Gresik, Sholikhul Amin, S.Sos.I., menekankan urgensi penguasaan teknologi bagi para pendidik Al-Quran. Beliau menegaskan bahwa integrasi antara teknologi dan media dakwah visual bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Menurutnya, pembelajaran agama harus disajikan dalam format yang segar dan adaptif agar senantiasa relevan dan mampu menarik perhatian generasi muda.
Sesi inti pelatihan menampilkan Danil Setiawan, S.T., seorang praktisi digital marketing, asesor sertifikasi, sekaligus Pendiri Ininetwork Media Indonesia. Danil secara komprehensif mengupas berbagai teknik pemanfaatan AI dalam produksi konten digital. Ia juga mengingatkan seluruh peserta tentang prinsip fundamental dalam mengoperasikan teknologi modern, yaitu “Human in Control” atau manusia sebagai pengendali utama.
“AI adalah alat bantu yang semakin canggih, tetapi manusia tetap harus menjadi pemegang kendali. Output yang dihasilkan AI wajib diverifikasi dan dikoreksi sebelum digunakan agar terhindar dari risiko kesalahan informasi,” tegas Danil di hadapan para peserta pelatihan, menekankan pentingnya peran manusia dalam validasi.
Untuk mendemonstrasikan kapabilitas canggih teknologi ini, Danil memeragakan bagaimana AI dapat digunakan untuk membuat video promosi melalui teknik “prompt engineering”. Ia kemudian mengajak para guru untuk secara langsung mempraktikkan penyusunan instruksi terstruktur guna merancang sebuah video promosi untuk produk keripik buah “Rasa Risa”.
Formulasi perintah yang dipraktikkan meliputi berbagai aspek, mulai dari penentuan karakter dan penampilan influencer, penataan lokasi serta suasana tempat, pergerakan dan sudut pengambilan kamera, penyusunan naskah dialog promosi, aplikasi gaya visual yang realistis dan sinematik, hingga penggunaan negative prompt untuk menghilangkan elemen-elemen yang tidak diinginkan.
Danil kemudian menampilkan simulasi alur visual yang terdiri dari tiga adegan (scene) yang memukau. Adegan pertama memperlihatkan seorang influencer sedang mencicipi keripik buah di dalam sebuah kafe. Adegan berikutnya bergeser ke area rooftop dengan latar belakang golden hour yang menawan, disertai pesan emosional. Simulasi berlanjut dengan penjelasan teknis mendetail mengenai eksekusi video. Melalui simulasi interaktif ini, para peserta mendapatkan gambaran nyata tentang potensi besar teknologi AI jika dimanfaatkan secara bijak dan tepat oleh manusia.
Dengan mengikuti pelatihan berharga ini, para pengajar Al-Quran diharapkan tidak hanya mahir dalam menyampaikan materi secara konvensional di kelas. Lebih dari itu, mereka juga akan mampu memproduksi media dakwah dan promosi pendidikan secara lebih kreatif, terukur, dan aman, seluruhnya berbasis pada pemanfaatan kecerdasan buatan.












