KlikMojok – Pada Jumat, 16 Oktober 2026, suasana di MI Al-Karimah yang berlokasi di Jalan Simo Jawar VII No. 54, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya, tampak berbeda. Area parkir sepeda sekolah diubah menjadi ruang baca dadakan, menyambut kedatangan mobil perpustakaan keliling. Kunjungan ini sangat dinantikan, terutama karena sebagian besar koleksi buku di perpustakaan sekolah telah habis dibaca oleh para siswa. Antusiasme yang tinggi terlihat jelas, bahkan memicu permintaan dari sebagian anak agar waktu membaca diperpanjang.
Pagi harinya, para siswa dengan sigap memindahkan sepeda-sepeda mereka ke lapangan upacara. Langkah ini diambil untuk memastikan area parkir utama benar-benar kosong dan siap digunakan sebagai lokasi utama kegiatan literasi, menyambut kedatangan mobil Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan Kota Surabaya.
Inisiatif kunjungan perpustakaan keliling ini bermula dari keprihatinan Kurniais Rosariningtyas, S.Pd., selaku Kepala Perpustakaan MI Al-Karimah. Beliau telah mengamati selama beberapa bulan terakhir bahwa hampir seluruh koleksi buku yang tersedia di perpustakaan sekolah sudah tuntas dibaca oleh para siswa.
Kondisi tersebut kemudian ia sampaikan kepada Kepala MI Al-Karimah, Sugeng Purwanto, S.Pd., serta para guru lainnya. Dari diskusi ini, muncullah sebuah gagasan cemerlang untuk menghadirkan perpustakaan keliling. Tujuannya jelas, yakni agar para siswa dapat menikmati beragam pilihan bacaan baru yang segar dan menarik.
Bagi sebagian besar siswa, kunjungan perpustakaan keliling kali ini merupakan pengalaman perdana mereka dalam mengikuti kegiatan literasi semacam itu langsung di lingkungan sekolah mereka.
Tiga orang petugas dari Dinas Perpustakaan Kota Surabaya turut serta mendampingi seluruh rangkaian kegiatan ini. Mereka adalah Windya Cahya S., Mochammad Rafli, dan Machluf Hasanaini, S.IP.
Para siswa berangsur-angsur keluar dari ruang kelas mereka, bergerak menuju lokasi kegiatan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh wali kelas masing-masing. Mereka kemudian duduk dengan tertib dan rapi, menunggu dimulainya sesi literasi.
Kunjungan perpustakaan keliling ini diatur dalam dua sesi berbeda. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB, diperuntukkan bagi siswa kelas I, II, dan III. Dalam sesi ini, selain berkesempatan memilih dan membaca buku, mereka juga menikmati sesi mendongeng yang interaktif.
Selanjutnya, giliran siswa kelas IV, V, dan VI yang mengikuti kegiatan, dimulai pukul 09.30 WIB. Khusus untuk siswa kelas atas ini, sesi diisi dengan kegiatan membaca, literasi, dan juga latihan membaca nyaring atau read aloud.
Koleksi buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling sangat bervariasi, mencakup berbagai genre mulai dari komik yang menarik, cerita-cerita daerah yang kaya budaya, hingga buku-buku edukasi yang informatif.
Selain menyediakan beragam bacaan, para petugas juga mengemas kegiatan ini secara menarik melalui sesi mendongeng, bercerita, membaca bersama, dan read aloud. Pendekatan ini memastikan bahwa siswa tidak hanya datang untuk sekadar memilih buku, melainkan juga aktif terlibat dalam kegiatan literasi yang menyenangkan dan edukatif.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para wali kelas turut mendampingi siswa-siswa mereka. Nama-nama wali kelas yang hadir antara lain Masbachatul Ilmiyah, S.Pd.; Saidatul Nikmah, S.Pd.; Yuli Wiji Lestari, S.Pd.; Diana Aril Wafa, S.Pd.; Endang Sri Supadmi, S.Pd.; Nur Sochifah, S.Pd.; Syaidah, S.Ag.; Suparni, S.Pd.; Mochammad Taufik, S.Pd.; dan Rizky Aditia, S.Pd.
Syaidah, S.Ag., yang akrab disapa Bu Ida, menjelaskan bahwa upaya untuk menghadirkan perpustakaan keliling ini telah dimulai sejak 29 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, pihak sekolah berhasil mendapatkan tautan resmi untuk mengajukan permohonan kunjungan kepada Dinas Perpustakaan Kota Surabaya.
Pengajuan yang diajukan oleh pihak sekolah tersebut kemudian mendapatkan respons positif, dan jadwal kunjungan pun disesuaikan agar selaras dengan agenda kegiatan sekolah.
Bu Ida mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara. “Jadi, langsung sama pihak sekolah dibuatkan jadwal yang menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Setelah dicocokkan, ternyata sekolah kosong di tanggal 16 Oktober ini dan kabar baiknya pihak perpustakaan keliling juga menyanggupi tanggal yang kita beri. Akhirnya final dan alhamdulillah terlaksana dengan baik hari ini,” ujarnya.
Antusiasme luar biasa dari para siswa terhadap koleksi buku baru justru memunculkan sebuah permintaan yang tak terduga. Sebagian besar dari mereka merasa bahwa durasi waktu yang dialokasikan untuk membaca terlalu singkat.
Bu Ida menambahkan bahwa ada beberapa siswa yang terpaksa harus mengembalikan buku yang mereka baca, padahal belum sempat menyelesaikan seluruh isinya.
“Tadi ada yang bilang kurang jamnya. Memang perpustakaan keliling ini cuma satu jam saja. Jadi warga sekolah, khususnya anak-anak, berharap ditambah jamnya agar mereka lebih puas lagi membaca, karena sempat ada yang belum selesai membaca tapi harus dikembalikan bukunya,” tutur Bu Ida sambil tersenyum.
Oleh karena itu, Bu Ida sangat berharap agar kunjungan perpustakaan keliling semacam ini dapat dilaksanakan lebih sering di masa mendatang, tentunya dengan durasi waktu yang lebih panjang.
Harapan tersebut tidak hanya didasari oleh tingginya minat siswa terhadap buku-buku baru yang dibawa. Lebih dari itu, kegiatan literasi ini juga berhasil mengungkap sejumlah potensi tersembunyi pada diri siswa yang sebelumnya mungkin belum banyak terlihat.
Bu Ida secara khusus menyebutkan bahwa ia menemukan beberapa siswa yang ternyata memiliki bakat dan kemampuan luar biasa dalam membaca nyaring (read aloud) serta mendongeng.
“Jangan sampai malas membaca. Itulah kenapa saya sering meminta anak-anak untuk bercerita, mendorong anak-anak untuk membaca. Bahkan tadi saya tidak menyangka ternyata ada anak-anak yang sudah pintar membaca seperti mendongeng. Sayang kalau tidak dikembangkan. Jadi, ayo, jangan malas membaca,” pesan Bu Ida dengan penuh semangat.
Kunjungan perpustakaan keliling ini merupakan salah satu strategi penting MI Al-Karimah dalam upaya menghidupkan kembali budaya membaca. Menurut Bu Ida, budaya literasi di kalangan siswa sempat mengalami penurunan atau meredup setelah masa pandemi Covid-19.
Baginya, kegiatan membaca bukan sekadar sarana untuk menambah pengetahuan semata. Lebih jauh, literasi juga berfungsi sebagai wadah efektif untuk pembinaan karakter siswa, sekaligus membantu mereka dalam mengenal dan memahami dunia yang lebih luas.
Respons positif dan antusiasme tinggi dari para siswa terhadap kunjungan perpustakaan keliling pada hari itu menjadi catatan penting bagi pihak sekolah. Terbukti, ketika variasi bacaan baru tersedia dan kegiatan dikemas dengan cara yang lebih menarik, anak-anak secara spontan menunjukkan keinginan untuk mendapatkan kesempatan membaca yang lebih panjang. (#)












