Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dedikasi Nur Afni Rahman: Mengemban Amanah Musywil Nasyiatul Aisyiyah Sambil Mengasuh Buah Hati

badge-check

Dedikasi Nur Afni Rahman: Mengemban Amanah Musywil Nasyiatul Aisyiyah Sambil Mengasuh Buah Hati Perbesar

KlikMojok – Pada Jumat, 16 Oktober 2026, di tengah hiruk pikuk Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, sebuah pemandangan inspiratif menarik perhatian banyak pihak. Nur Afni Rahman, salah satu kader perempuan yang bertugas sebagai panitia, terlihat mengemban amanah organisasinya sambil tetap menggendong buah hatinya. Situasi ini secara jelas menunjukkan bagaimana tanggung jawab organisasi dan peran sebagai seorang ibu dapat berjalan beriringan.

Sosok ibu yang dimaksud adalah Nur Afni Rahman, yang menjabat sebagai salah satu panitia pleno pada Musywil Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Di lokasi acara, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Afni tetap hadir bersama putrinya, menunjukkan komitmennya di tengah padatnya agenda organisasi yang menuntut fokus dan tanggung jawab penuh.

Sebagai seorang dosen di Politeknik Negeri Jember, perhatian Afni tentu saja terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tugas kepanitiaan yang harus diselesaikan dengan baik, namun di sisi lain, buah hatinya juga senantiasa membutuhkan kehadiran dan perhatian dari sang ibu. Ia dengan gigih menjalani kedua peran penting ini secara bersamaan.

Pemandangan seperti yang ditunjukkan oleh Afni ini memberikan narasi yang berbeda di balik hiruk pikuk persidangan, pembahasan program, dan dinamika musyawarah. Ini menyoroti realitas kader perempuan yang tidak hanya membawa gagasan serta tanggung jawab organisasi, tetapi juga tetap menjalani kehidupan sebagai seorang ibu dan anggota keluarga.

Meskipun bagi sebagian orang menggendong bayi adalah pemandangan yang lazim, namun di tengah kesibukan sebuah musyawarah wilayah, tindakan Afni ini menyimpan makna tersendiri. Ia terus berupaya menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh, tanpa sedikit pun mengabaikan peran esensialnya sebagai seorang ibu.

Peran sebagai panitia tentunya menuntut curahan waktu, tenaga, dan perhatian ekstra. Kelancaran jalannya persidangan sangat bergantung pada dukungan penuh dari para panitia agar seluruh agenda musyawarah dapat terlaksana sesuai rencana.

Di sisi lain, tanggung jawab sebagai seorang ibu tidak mengenal batasan jadwal rapat atau jeda persidangan; kebutuhan anak selalu menjadi prioritas utama.

Kedua tanggung jawab besar inilah yang berpadu dalam keseharian Afni selama gelaran Musywil. Ia hadir sebagai kader perempuan yang turut serta menyukseskan agenda penting organisasi, sekaligus sebagai ibu yang setia mendampingi dan mengasuh buah hatinya.

Situasi serupa kemungkinan besar juga dialami oleh banyak kader perempuan lainnya. Beberapa di antaranya harus menyesuaikan jadwal keluarga sebelum berangkat, sebagian lagi memilih menitipkan anak kepada anggota keluarga, dan tidak sedikit pula yang memutuskan untuk membawa serta buah hati mereka ke lokasi kegiatan.

Oleh karena itu, tidak semua perjuangan seorang kader terlihat secara langsung di podium atau tercatat dalam setiap keputusan sidang. Terkadang, dedikasi dan pengorbanan tersebut justru terwujud dalam hal-hal kecil, seperti mengatur waktu dengan cermat, menenangkan anak saat rewel, kemudian kembali fokus menyelesaikan tugas kepanitiaan.

Afni dengan sabar dan penuh ketekunan menjalani ritme ganda tersebut sepanjang berlangsungnya kegiatan Musywil.

Peran sebagai ibu telah membawa banyak perubahan signifikan bagi Afni, yang juga merupakan Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA Jatim) periode 2016-2022. Ia harus pintar membagi waktu, mengatur tenaga, dan bahkan keputusan-keputusan sederhana pun kerap kali harus mempertimbangkan kebutuhan sang anak.

Dalam kondisi seperti ini, keterlibatan aktif dalam organisasi tentu saja memerlukan berbagai penyesuaian yang tidak mudah.

Meski demikian, Afni tetap memilih untuk hadir dan mengambil bagian penting dalam Musywil. Kehadiran buah hatinya bukan menjadi alasan baginya untuk meninggalkan tanggung jawab kepanitiaan. Sebaliknya, tugas organisasi pun tidak lantas membuat kebutuhan sang anak dikesampingkan.

Bagi Nur Afni Rahman, membawa putrinya, Aghniya Kahla, ke berbagai kegiatan Nasyiatul Aisyiyah bukanlah sesuatu yang asing. Hampir setiap kali ia mengikuti agenda organisasi, Aghniya selalu ikut serta bersamanya.

Menjelaskan rutinitas ini, Afni mengungkapkan, “Kalau ada kegiatan Nasyiatul Aisyiyah, hampir selalu ikut saya. Dia juga senang kalau diajak ke kegiatan.”

Afni menambahkan bahwa Aghniya memang masih merasa sulit untuk berpisah dengannya. Oleh karena itu, pilihan untuk menitipkan putrinya di fasilitas daycare belum menjadi opsi yang mudah baginya.

Ia sempat mencoba mencari alternatif penitipan anak, termasuk fasilitas daycare gratis. Namun, Aghniya kurang merasa nyaman di sana. Putrinya justru lebih menyukai daycare berbayar yang sebelumnya pernah ia kenal.

“Dia memang masih susah kalau berpisah dengan saya. Daycare gratis sebenarnya ada, tetapi dia kurang cocok. Malah mintanya yang berbayar,” jelas Afni.

Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa Afni sering membawa Aghniya bersamanya saat harus mengikuti berbagai kegiatan Nasyiatul Aisyiyah, termasuk ketika ia menjalankan tugas sebagai panitia pleno Musywil Ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.

Bagi Afni, membawa sang anak ke kegiatan organisasi merupakan bagian dari penyesuaian yang harus ia lakukan sebagai seorang kader sekaligus ibu. Selama Aghniya merasa nyaman, ia akan terus berupaya menjalankan tugas organisasi dengan baik sambil tetap mendampingi putrinya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Spirit Santri Bergema di Lapangan Futsal: Ansor Probolinggo Menjaring Bibit Unggul di Hari Santri

16 Okt 2026 - 21:06 WIB

Ketika Spirit Santri Bergema di Lapangan Futsal: Ansor Probolinggo Menjaring Bibit Unggul di Hari Santri

Perkuat Jejaring, SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Studi Banding Program Unggulan ke Spemdalas

16 Okt 2026 - 21:03 WIB

Perkuat Jejaring, SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Studi Banding Program Unggulan ke Spemdalas

Aroma Kesendirian yang Terungkap: Kisah Pilu Novel Cholidi dan Panggilan Empati dari Jombang

16 Okt 2026 - 18:47 WIB

Aroma Kesendirian yang Terungkap: Kisah Pilu Novel Cholidi dan Panggilan Empati dari Jombang

Ketika Jaringan Menjerat Hak: Kisah Warga Madiun yang Lahannya Dipasangi Tiang Internet Tanpa Kejelasan

16 Okt 2026 - 18:46 WIB

Ketika Jaringan Menjerat Hak: Kisah Warga Madiun yang Lahannya Dipasangi Tiang Internet Tanpa Kejelasan

Koleksi Buku Habis Terbaca, Siswa MI Al-Karimah Antusias Minta Tambah Waktu di Kunjungan Perpustakaan Keliling

16 Okt 2026 - 18:45 WIB

Koleksi Buku Habis Terbaca, Siswa MI Al-Karimah Antusias Minta Tambah Waktu di Kunjungan Perpustakaan Keliling
Trending di Pendidikan