Menu

Mode Gelap
SDIT Ar Ruhul Jadid Wakili Kecamatan Jombang di Pesta Siaga 2026 Belajar Tanggap Bencana, Siswa MIT Nurul Amal Praktik Penanganan Kebakaran Bersama BPBD Magetan Delapan Sekolah Resmi Bergabung, Anggota JSIT Jatim Kini 452 Sekolah Bullying hingga NAPZA Jadi Bahasan dalam Program DASH di SMP PGRI 6 Surabaya Tak Didampingi Orang Tua, Anak TKIT Permata Hati Berani Ikuti Pawai Dari Bacaan hingga Akhlak, JSIT Jatim Samakan Persepsi Mutu Pembelajaran Al-Qur’an

Pendidikan

Naik Kelas Jadi Pemimpin Sekolah, Ini Alasan S2 Manajemen Pendidikan UNESA Diburu Guru Surabaya

badge-check


					Dari Guru ke Pemimpin Pendidikan, 100 Pendidik Surabaya Didorong Ambil S2 Manajemen UNESA Perbesar

Dari Guru ke Pemimpin Pendidikan, 100 Pendidik Surabaya Didorong Ambil S2 Manajemen UNESA

SURABAYA – Transformasi dunia pendidikan menuntut guru tidak hanya unggul dalam pedagogik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial. Menjawab tantangan tersebut, Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dinilai menjadi salah satu kunci lahirnya guru pemimpin di masa depan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Arah Kebijakan Pengembangan Kompetensi dan Karier Guru yang dihadiri sekitar 100 guru ASN dan PPPK se-Kota Surabaya, Selasa (23/12/2025). Kegiatan berlangsung di Star Room Lantai L2, BG Junction Surabaya, meski diguyur hujan sejak pagi hari.

Materi kebijakan disampaikan oleh Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya, Dr. Mamik Suparmi, M.Pd., MM. Ia memaparkan perubahan arah kebijakan pengembangan guru yang kini bergeser dari sekadar pemenuhan administrasi menuju peningkatan kompetensi substantif yang berdampak langsung pada pembelajaran.

Menurutnya, pengembangan profesionalisme guru saat ini menitikberatkan pada penguasaan teknologi pembelajaran, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, serta penguatan literasi dan numerasi sebagai indikator utama mutu pendidikan.

Selain itu, jalur karier guru kini dirancang lebih fleksibel dan bermakna. Guru tidak hanya diarahkan naik pangkat secara administratif, tetapi juga dapat memilih jalur kepemimpinan sebagai Guru Penggerak menuju kepala sekolah atau pengawas, maupun jalur pakar bagi guru yang ingin fokus mengembangkan keahlian di kelas.

“Kebijakan ini memberi ruang bagi guru untuk berkembang sesuai minat dan potensinya, tanpa meninggalkan peran utama sebagai pendidik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan UNESA, Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd., melakukan sosialisasi dan promosi penerimaan mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa pendidikan magister menjadi katalisator penting dalam membentuk guru yang mampu menganalisis kebijakan, mengelola sumber daya sekolah, serta mengambil keputusan berbasis riset.

Salah satu peserta, Banu Atmoko, yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara, menilai arah kebijakan pengembangan kompetensi guru saat ini semakin relevan dengan tantangan zaman.

Menurutnya, guru masa kini tidak cukup hanya “mengajar”, tetapi harus terus “belajar”. Integrasi antara pendidikan formal lanjutan, kepemimpinan sekolah, dan komunitas belajar kolaboratif akan memperkuat profesionalisme guru secara berkelanjutan.

“Gelar Magister Manajemen Pendidikan bukan sekadar tambahan akademik, tetapi bukti komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan S2, peluang kontribusi guru akan jauh lebih luas,” katanya.

Ia pun mengajak para guru untuk tidak ragu melanjutkan studi ke jenjang magister sebagai bagian dari ikhtiar membangun sekolah yang adaptif, profesional, dan berdaya saing.

“Guru hebat adalah guru yang tak berhenti belajar. Pemimpin hebat adalah mereka yang mampu mengelola perubahan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SDIT Ar Ruhul Jadid Wakili Kecamatan Jombang di Pesta Siaga 2026

13 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Belajar Tanggap Bencana, Siswa MIT Nurul Amal Praktik Penanganan Kebakaran Bersama BPBD Magetan

13 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Delapan Sekolah Resmi Bergabung, Anggota JSIT Jatim Kini 452 Sekolah

13 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Bullying hingga NAPZA Jadi Bahasan dalam Program DASH di SMP PGRI 6 Surabaya

13 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Tak Didampingi Orang Tua, Anak TKIT Permata Hati Berani Ikuti Pawai

13 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Trending di Pendidikan