KlikMojok – Mohammad Nur Akbar, seorang siswa berprestasi, berhasil meraih 197 suara dalam Pemilihan Raya Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Pemira PR IPM) SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik untuk periode 2026–2027. Kemenangan ini menempatkannya pada posisi kepemimpinan baru dengan tanggung jawab besar, yaitu mewujudkan organisasi yang hangat, aktif, serta menjadi wadah pengembangan diri bagi seluruh pelajar.
Pemilihan Raya Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Pemira PR IPM) Smamdela telah sukses diselenggarakan, menandai lahirnya pemimpin baru yang akan mengemban tanggung jawab besar bagi organisasi pelajar tersebut. Mohammad Nur Akbar, siswa dari kelas XE, secara resmi meraih dukungan sebanyak 197 suara dalam Pemira yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik. Kemenangan yang diraih pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, ini menjadi tonggak awal perjalanan kepemimpinannya untuk satu periode ke depan, yaitu 2026–2027.
Proses pengumuman hasil Pemira dilaksanakan pada pukul 15.50 hingga 16.30 WIB di ruang kelas XD. Dalam kontestasi ini, Akbar berhasil mengungguli kandidat nomor urut 1, Aluno Kenathra Saragosa, yang berasal dari kelas XI IPA 1. Aluno Kenathra Saragosa memperoleh 134 suara, sehingga Akbar memimpin dengan selisih 63 suara. Perolehan suara tersebut secara definitif mengamankan posisi Akbar sebagai ketua umum untuk periode kepengurusan yang akan datang.
Tercatat sebanyak 420 pemilih terdaftar memiliki hak suara dalam Pemira ini. Dari jumlah tersebut, 331 orang aktif menggunakan hak pilihnya, yang menunjukkan tingkat partisipasi mencapai 78,8 persen. Sementara itu, 89 pemilih lainnya tidak memberikan suara. Statistik ini menegaskan adanya keterlibatan mayoritas pemilih dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Smamdela di masa depan.
Namun demikian, kemenangan dalam pemilihan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal. Setelah pengumuman hasil, Mohammad Nur Akbar dihadapkan pada tanggung jawab baru yang menanti. Ia diharapkan mampu menerjemahkan kepercayaan yang telah diberikan oleh para pemilih menjadi kerja nyata dan kolaborasi yang solid bersama seluruh anggota organisasi.
Dalam pidato singkatnya setelah terpilih, Akbar menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan, “Terima kasih atas kepercayaannya. Insyaallah kita jaga bersama, jadikan IPM Smamdela sebagai ruang tumbuh dan keluarga yang hangat. Mohon bimbingan dan kerja samanya selama satu periode ke depan.”
Pernyataan tersebut secara jelas menempatkan semangat kebersamaan sebagai elemen krusial dalam kepemimpinan yang akan diemban. Sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada sosok seorang ketua, melainkan juga pada kesediaan seluruh anggotanya untuk bergerak dan berkolaborasi secara aktif. Dari sinilah, perjalanan kepengurusan baru IPM Smamdela akan dimulai, disertai dengan berbagai harapan dan tugas yang menanti untuk diselesaikan.
Senada dengan semangat kolaborasi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lukman Arif, S.Pd.I., turut menyampaikan harapannya kepada kepengurusan yang baru terpilih. Ia berharap agar para pengurus baru dapat melanjutkan berbagai program dan inisiatif positif dari periode sebelumnya. Lebih lanjut, Lukman Arif menekankan pentingnya bagi pengurus untuk menjadi teladan yang baik serta mampu mendorong seluruh pelajar untuk berkontribusi secara positif dalam berbagai kegiatan.
Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Gresik, Fairuz Arsya, juga memberikan pesan yang relevan. Ia mengingatkan akan esensi penting dalam memahami jabatan sebagai sebuah amanah. Menurut Fairuz Arsya, organisasi bukanlah ajang untuk mencari kekuasaan, melainkan sebuah posisi yang menuntut kepedulian tinggi dan semangat perjuangan demi kemajuan bersama.
Seluruh pesan dan harapan ini menjadi pengingat berharga bagi Mohammad Nur Akbar dan seluruh rekan-rekannya yang akan bertugas. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya tercermin dari jabatan struktural atau daftar susunan pengurus semata. Lebih jauh lagi, kepemimpinan sejati harus terwujud dalam setiap keputusan yang diambil, program yang dijalankan, serta melalui cara setiap anggota bekerja sama secara harmonis.
Dari kepengurusan sebelumnya, Ketua Umum PR IPM Smamdela periode 2025–2026, Ulil Albab, juga menitipkan pesan penting. Ia berpesan agar pengurus yang baru dapat menjaga dan mempererat hubungan baik dengan ranting-ranting IPM di lingkungan sekitar sekolah. Ulil Albab menekankan bahwa melalui jalinan silaturahmi yang kuat, mereka dapat saling bertukar pengalaman, berbagi ide, serta merancang berbagai bentuk kolaborasi yang bermanfaat. Dengan demikian, pergantian kepemimpinan ini tidak akan memutus hubungan baik yang telah terjalin selama ini.
Berbagai harapan yang disampaikan oleh berbagai pihak tersebut secara jelas menunjukkan satu benang merah yang sama: keberhasilan dan kemajuan organisasi sangat bergantung pada semangat kerja sama yang solid. Oleh karena itu, pengurus baru sangat dianjurkan untuk senantiasa membuka ruang komunikasi yang inklusif, aktif mendengarkan setiap aspirasi anggota, serta menghargai setiap perbedaan pendapat sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat.
Pada akhirnya, kepercayaan yang telah diberikan melalui proses pemilihan ini harus terus tumbuh dan berkembang melalui tindakan nyata dalam setiap aktivitas sehari-hari. Setiap anggota organisasi memiliki kesempatan dan peran penting untuk berkontribusi. Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif tersebut, organisasi IPM Smamdela diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang hangat, sekaligus tempat bagi para pelajar untuk mengasah rasa tanggung jawab dan mengembangkan potensi diri.
Setelah proses pengumuman hasil Pemira, panitia segera melanjutkan kegiatan dengan agenda penandatanganan berita acara dan pembentukan susunan kepengurusan yang baru. Dokumen penting tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum periode sebelumnya, Ulil Albab; Ketua Umum terpilih, Mohammad Nur Akbar; serta Pembina IPM, Liset Ayuni, S.Psi. Langkah ini merupakan bagian krusial dalam mendokumentasikan secara resmi proses pergantian kepemimpinan di IPM Smamdela.
Dalam susunan kepengurusan yang baru ini, Mohammad Nur Akbar secara resmi menjabat sebagai Ketua Umum. Ia akan berkolaborasi erat dengan Valmay Zhafira yang menempati posisi Sekretaris Umum, dan Nadia Fathikatus sebagai Bendahara Umum. Selain itu, Labib Azhafir dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Sekretaris I, sementara Mazda Arifatun ditunjuk sebagai Bendahara I.
Untuk mendukung kelancaran berbagai kegiatan organisasi, pengurus juga telah menetapkan enam ketua bidang. Bintang Nagara ditunjuk untuk memimpin Bidang Perkaderan, sementara Avril Queensa akan memimpin Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan. Selanjutnya, tanggung jawab sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik diemban oleh Maxel Marvelinho.
Sementara itu, Vivian Elvina akan memimpin Bidang Kajian Dakwah Islam. Geo Evradhana diberikan amanah untuk mengemban Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga. Adapun Bela Navela A. dipercaya untuk memimpin Bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan.
Struktur pembagian bidang ini dirancang untuk membuka beragam ruang pengembangan diri bagi para pelajar. Lingkupnya sangat luas, mulai dari bidang perkaderan dan pengkajian ilmu pengetahuan, hingga dakwah, advokasi, apresiasi seni budaya dan olahraga, serta pengembangan kreativitas dan kewirausahaan. Meskipun setiap bidang memiliki fokus dan tugas yang berbeda, penting bagi mereka untuk bergerak secara selaras dan terkoordinasi demi mencapai tujuan bersama organisasi.
Kendati struktur kepengurusan telah terbentuk, hal ini belum secara otomatis menandai dimulainya seluruh program kerja. Para pengurus baru masih harus melalui tahap pelantikan resmi sebelum dapat menggelar rapat kerja. Melalui rapat kerja inilah, mereka akan secara komprehensif membahas dan merumuskan berbagai program, serta menentukan arah kegiatan organisasi selama satu periode kepengurusan.
Oleh karena itu, tantangan bagi kepengurusan baru IPM Smamdela tidak hanya terbatas pada penyusunan agenda dan program kerja. Mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap anggota memperoleh ruang yang cukup untuk belajar, menyampaikan gagasan dan aspirasi, serta berkontribusi secara aktif. Aktivitas organisasi akan menjadi jauh lebih bermakna apabila setiap program yang dijalankan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Dengan mengusung semangat “United by Purpose, Forged to Lead”, pengurus baru IPM Smamdela diharapkan tidak hanya melanjutkan berbagai capaian positif dari periode sebelumnya, tetapi juga mampu membuka ruang lebar bagi munculnya gagasan-gagasan segar dan inovatif. Pemira memang telah menentukan sosok ketua umum, namun perjalanan satu periode kepengurusan ini baru saja dimulai. Keberhasilan organisasi di masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pengurus dan anggota dalam menjaga kepercayaan yang diberikan, serta kesediaan untuk bertumbuh dan berkembang bersama.












