KlikMojok – Semarak Maulid Dalas Fest 2026 berhasil menghidupkan suasana di Icon Mall Gresik pada Rabu, 26 Agustus 2026. Acara yang digagas oleh SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini menyajikan beragam penampilan kreatif siswa, mulai dari nasyid, kisah Islami, peragaan busana, hingga pertunjukan musik band. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat mereka sembari meneladani akhlak Rasulullah.
Nuansa religi dan semangat kreativitas sudah terasa sejak lantunan nasyid yang merdu memenuhi area acara di Icon Mall Gresik pada hari itu. SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik secara khusus merancang “Grand Celebration of Maulid Dalas Fest 2026” sebagai perayaan yang penuh inovasi dan kesempatan bagi para siswa dari berbagai jenjang untuk memamerkan kemampuan mereka di atas panggung.

Dengan mengusung tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah, Berkarya, Berprestasi, Menginspirasi”, festival ini secara harmonis memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat kreativitas. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. pun dihadirkan dengan cara yang lebih relevan dan akrab bagi dunia siswa, tidak sekadar melalui ceramah atau tausiah.
Lebih dari sekadar mendengarkan nasihat, para siswa diajak untuk menerjemahkan rasa cinta dan penghormatan mereka kepada Rasulullah melalui berbagai bentuk karya seni. Oleh karena itu, panggung Dalas Fest menjadi titik pertemuan antara pesan-pesan agama, ekspresi seni, keberanian, dan inovasi.
Rangkaian penampilan dibuka dengan persembahan nasyid bernuansa religi yang dibawakan oleh siswi kelas VIII Erbium. Lantunan merdu tersebut mengalun indah, menciptakan atmosfer yang semarak dan penuh kekhidmatan di awal acara. Selanjutnya, panggung beralih kepada Kayyisah Zarifa dari kelas VIII Boron.
Kayyisah memukau penonton dengan seni berkisah berjudul “Ketika Bulan Terbelah”. Melalui penuturannya yang memikat, ia berhasil membawa audiens menyimak salah satu kisah kenabian yang penuh makna dan inspirasi. Semarak Maulid Dalas Fest 2026 terus berlanjut dengan ragam penampilan yang semakin menarik dan bervariasi.
Setelah sesi seni berkisah, panggung berubah menjadi ajang peragaan busana dengan nuansa Islami. Agenda “Syar’i Fashion Parade” menampilkan para siswa yang anggun dalam balutan busana muslim. Suasana semakin hidup dengan iringan nyanyian dari Kamaniya (kelas VIII Ferrum) dan Princhessia (kelas VIII Germanium) yang bertindak sebagai vokalis. Perpaduan harmonis antara peragaan busana dan musik membuat penampilan ini terasa sangat dinamis dan memukau.
Kemudian, perhatian penonton beralih kepada penampilan Band Dalas. Kelompok musik ini menarik perhatian karena formasi anggotanya terdiri dari siswa-siswa lintas jenjang. Aqilla Naufa dari kelas IX Hadramaut memegang posisi vokalis utama, sementara Kayla Shafa Arcilla, juga dari kelas IX Hadramaut, piawai memainkan keyboard.
Di bagian bass, ada Laras Pramita Dihyantari dari kelas IX Granada, dan Syazani Yafi Mahardika dari kelas IX Istanbul mengisi posisi gitar. Posisi drum diisi oleh Zhafran Khairy Kurniawan dari kelas VII Ibnu Sina. Meskipun berasal dari jenjang yang berbeda, mereka mampu membangun harmoni yang solid di atas panggung.
Band Dalas membawakan beberapa lagu selama penampilan mereka. Sebagai penutup pertunjukan yang mengesankan, mereka memilih lagu “Dengan NafasMu” dari Ungu. Tepuk tangan meriah dari penonton mengiringi akhir penampilan mereka, menandai perpaduan apik antara nuansa religi yang kental di awal acara dengan energi musik para siswa yang penuh semangat.
Di balik seluruh kemeriahan dan beragam penampilan ini, pihak sekolah memang secara sengaja memberikan ruang yang luas bagi kreativitas siswa. Setiap penampilan yang disuguhkan menjadi bagian integral dari pesan besar yang ingin disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. tersebut.
Semarak Maulid Dalas Fest 2026 tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi warga sekolah, tetapi juga berfungsi sebagai platform penting bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, dan kreativitas mereka. PIC acara Maulid Dalas Fest 2026, Rusdiah Arifaini, S.Pd., menjelaskan konsep di balik kegiatan tersebut.
Menurut Rusdiah, panggung acara disiapkan secara khusus agar para siswa dapat menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka. Ia menegaskan, “Melalui kegiatan ini, kami memberikan ruang kepada siswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka.”
Rusdiah juga menambahkan bahwa setiap penampilan yang disajikan tetap terhubung dengan tema utama Maulid Dalas Fest. Dengan demikian, kreativitas siswa dapat berjalan seiring dengan pesan keteladanan Rasulullah. “Setiap penampilan kami hadirkan sebagai bagian dari tema meneladani akhlak Rasulullah,” tuturnya, menekankan relevansi spiritual di balik setiap karya.
Pesan keteladanan ini menjadi sangat penting karena akhlak mulia tidak hanya dapat disampaikan melalui kata-kata. Siswa juga dapat belajar dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui proses berkarya, berlatih, berani tampil di muka umum, serta menghargai karya-karya teman mereka.
Selain berbagai penampilan seni, acara ini juga menghadirkan sejumlah agenda lain yang melengkapi kemeriahan. Kegiatan tilawah, sambutan dari pihak terkait, pembacaan doa, dan sesi talkshow Maulid turut mengisi rangkaian acara. Pelantikan Remaja Masjid juga menjadi bagian penting dari perayaan ini, diikuti dengan agenda awarding dan pemberian reward kepada siswa-siswa berprestasi.
Rangkaian kegiatan yang beragam ini menjadikan Maulid Dalas Fest memiliki banyak warna dan dimensi. Ada ruang untuk beribadah dan memperdalam spiritualitas, ada ruang untuk belajar dan mengembangkan diri, sekaligus ada ruang untuk berekspresi secara bebas dan kreatif.
Pada akhirnya, panggung Icon Mall Gresik bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat pertunjukan. Di sana, para siswa belajar bahwa kreativitas dan nilai-nilai keislaman dapat berjalan harmonis. Nasyid berhasil menghidupkan suasana dengan syahdu, seni berkisah menghadirkan pesan-pesan mendalam, fashion parade menunjukkan keberanian dalam berbusana syar’i, dan musik menyatukan perbedaan dalam harmoni.
Semua elemen ini kemudian bertemu dalam satu tema besar: Meneladani akhlak Rasulullah, berkarya, berprestasi, dan menginspirasi. Melalui pendekatan inovatif ini, Maulid Nabi Muhammad saw. hadir dalam bahasa yang akrab dan mudah dipahami oleh generasi muda. Keteladanan Nabi tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi perlahan mereka terjemahkan dan wujudkan melalui karya-karya nyata yang mereka tampilkan.













