KlikMojok – Gempa susulan dengan kekuatan signifikan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores, hingga Senin (24/8/2026). Kondisi terkini pasca-gempa ini dilaporkan langsung oleh Muhammad Halim Rojab el-Karim, seorang relawan dari Lazismu Jawa Timur yang saat ini berada di lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan memantau kerusakan.
Berdasarkan laporan Halim, berbagai infrastruktur dan bangunan mengalami kerusakan parah di sekitar Posko Dampek. Kerusakan tersebut meliputi jalanan, rumah-rumah warga yang hancur, serta tiang-tiang listrik yang berada dalam kondisi hampir roboh.

Di area permukiman, kerusakan bangunan terlihat jelas di banyak titik. Runtuhnya tiang listrik mengakibatkan terputusnya aliran listrik di beberapa area. Bahkan, pemadaman listrik sering terjadi pada malam hari, khususnya dalam radius 500 meter dari posko utama.
Situasi di lapangan semakin mengkhawatirkan mengingat guncangan gempa susulan terus terjadi saat para relawan menjalankan misi kemanusiaan mereka. Oleh karena itu, tim relawan harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di seluruh wilayah yang terdampak bencana.
Halim juga melaporkan adanya serangkaian gempa susulan yang kembali mengguncang wilayah tersebut pada Senin pagi. Tercatat tiga kali guncangan terjadi antara pukul 05.20 hingga 05.30 WITA, dengan salah satu guncangan tercatat berkekuatan 5,2 Skala Richter.
Setelah itu, guncangan gempa kembali terasa sekitar pukul 06.55 WITA. Hanya berselang beberapa menit, tepatnya pada pukul 07.06 WITA, wilayah tersebut kembali diguncang oleh gempa susulan.
Mengutip pernyataannya, Halim melaporkan, “Baru saja pukul 06.55 WITA kita digoyang. Pukul 07.06 WITA terjadi goyangan kembali.”
Serangkaian gempa susulan ini menyebabkan kondisi di lokasi bencana tetap rawan dan tidak stabil. Kondisi ini menuntut para relawan untuk selalu menjaga kewaspadaan tinggi saat bergerak menyalurkan bantuan esensial kepada para warga terdampak.
Di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya stabil ini, relawan dari Lazismu Jawa Timur berkolaborasi dengan jaringan relawan Muhammadiyah untuk memberikan pertolongan kepada warga di berbagai lokasi terdampak.
Halim melaporkan bahwa tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan relawan Muhammadiyah telah berhasil menjangkau lima desa yang terdampak. Proses penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada setiap warga di rumah masing-masing.
Tim penolong memprioritaskan penyaluran bantuan kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan total atau roboh sehingga tidak lagi layak huni. Mengingat keterbatasan jumlah bantuan yang tersedia, para relawan harus melakukan seleksi untuk mengidentifikasi warga yang paling mendesak membutuhkan uluran tangan.
Meskipun sebagian penerima bantuan adalah warga Muhammadiyah dan simpatisan, Halim juga menyoroti bahwa masih banyak warga terdampak lainnya yang belum mendapatkan akses terhadap bantuan.
Banyak warga yang terdampak bencana terlihat berkumpul di sekitar lokasi posko. Tim relawan terus berupaya keras untuk menjangkau dan memberikan pertolongan kepada setiap warga yang membutuhkan bantuan.
Halim secara khusus menyoroti bahwa wilayah pesisir merupakan salah satu area yang sangat membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, para relawan terus memperluas jangkauan mereka untuk mencapai titik-titik terdampak lain yang tersebar.
Dengan adanya gempa susulan yang berkelanjutan, proses penanganan bencana di lapangan memerlukan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Para relawan tetap melanjutkan tugas mereka, namun selalu dengan mempertimbangkan kondisi keamanan baik bagi warga maupun bagi seluruh anggota tim.
Halim menekankan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak masih sangat besar. Selain bantuan untuk keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah roboh, masyarakat juga memerlukan dukungan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari selama kondisi di wilayah tersebut belum sepenuhnya kembali normal.
Untuk meringankan beban para korban, Lazismu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta memperkuat aksi kemanusiaan bagi para penyintas gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening BSI dengan nomor 7025835713, atas nama Lazismu Sidoarjo.
Setelah proses transfer donasi dilakukan, para donatur diharapkan dapat melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp 0821-4004-1912.
Seluruh donasi yang berhasil terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan berbagai kebutuhan para penyintas gempa, sekaligus membiayai operasional aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh Muhammadiyah di wilayah-wilayah terdampak.













