Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Simpang Perjuangan yang Membisukan: Kisah Pilu Guru Hamil di Mojokerto yang Berpulang Saat Mengajar

badge-check

Simpang Perjuangan yang Membisukan: Kisah Pilu Guru Hamil di Mojokerto yang Berpulang Saat Mengajar Perbesar

KlikMojok – Pagi itu, Selasa, 20 Oktober 2026, mentari di Mojokerto mungkin menyapa dengan sinarnya yang hangat, namun tak mampu menghalau duka yang tiba-tiba menyelimuti. Di tengah hiruk pikuk jalan raya, sebuah kisah pilu terukir, merenggut nyawa seorang pendidik berdedikasi dan calon buah hatinya. Ria Hinastin, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di SMKN 1 Jatirejo, yang tengah hamil delapan bulan, berpulang dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis saat dalam perjalanan menuju sekolah untuk mengajar.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.05 WIB di Simpang Tiga Perjuangan, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sebuah nama jalan yang ironis, menjadi saksi bisu perjuangan terakhir Ria. “Informasi yang kami terima, usia kandungan 8 bulan. Janin meninggal bersama ibu di rumah sakit,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda M Jeepsal Putra, mengkonfirmasi detail yang menambah kedalaman kesedihan atas insiden ini. Dua nyawa, satu harapan masa depan, padam seketika.

Dari penuturan pihak kepolisian, pagi itu Ria Hinastin, warga Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, mengendarai sepeda motor Honda BeAT bernomor polisi S 3445 VA seorang diri. Ia melaju dari arah utara menuju selatan, menempuh rute dari Kota Mojokerto ke arah Jombang melalui jalur arteri, sebuah rutinitas yang mungkin telah ia jalani bertahun-tahun demi mendedikasikan diri pada dunia pendidikan. Di depannya, melaju minibus Isuzu Elf bernomor polisi M 7285 A yang dikemudikan oleh Frans Safi’ie, warga Dusun/Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Setibanya di Simpang Tiga Perjuangan, minibus Isuzu Elf tersebut berhenti mendadak. Ada kendaraan lain yang hendak menyeberang jalan, menciptakan jeda singkat yang berujung fatal. Pada momen itulah, sepeda motor yang dikendarai Ria menabrak bagian belakang Isuzu Elf. Benturan yang tak terhindarkan itu mengakibatkan Ria mengalami luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia segera dievakuasi ke RS Dian Husada, Kecamatan Sooko, namun takdir telah memutuskan lain.

Ipda M Jeepsal Putra menambahkan, dugaan awal kecelakaan mengarah pada kelalaian pengendara sepeda motor yang kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. Namun, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan. Anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi mata, serta mengamankan sepeda motor Honda BeAT milik korban dan minibus Isuzu Elf sebagai barang bukti. Pengemudi minibus dan saksi-saksi lain juga dimintai keterangan untuk melengkapi kronologi dan penyebab pasti insiden tragis ini.

Kisah Ria Hinastin menjadi pengingat pahit akan risiko yang tak terduga dalam perjalanan sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengemban amanah besar seperti seorang guru. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat di SMKN 1 Jatirejo, serta para murid yang kehilangan sosok pendidik yang berdedikasi. Lebih dari sekadar statistik kecelakaan, ini adalah kisah tentang sebuah pengorbanan, tentang mimpi yang belum sempat terwujud, dan tentang kerapuhan hidup di persimpangan jalan takdir.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Membara, Nyawa Melayang: Tragedi Pembakaran Sampah dan Peringatan di Lumbang Probolinggo

20 Okt 2026 - 15:18 WIB

Asap Membara, Nyawa Melayang: Tragedi Pembakaran Sampah dan Peringatan di Lumbang Probolinggo

Integrasi Fikih Lingkungan: eLKISI Raih Juara Eco Pesantren Jatim Berkat Pendidikan Santri Peduli Alam

20 Okt 2026 - 15:16 WIB

Integrasi Fikih Lingkungan: eLKISI Raih Juara Eco Pesantren Jatim Berkat Pendidikan Santri Peduli Alam

Setelah Api Bromo Padam: Perjuangan Suraji Melawan Luka Bakar, Menanti Cangkok Kulit, dan Memaknai Sebuah Kehilangan

20 Okt 2026 - 12:38 WIB

Setelah Api Bromo Padam: Perjuangan Suraji Melawan Luka Bakar, Menanti Cangkok Kulit, dan Memaknai Sebuah Kehilangan

Di Balik Seragam Bhayangkara: Setetes Darah, Sejuta Asa dari Polres Ponorogo

20 Okt 2026 - 12:37 WIB

Di Balik Seragam Bhayangkara: Setetes Darah, Sejuta Asa dari Polres Ponorogo

Guru MAM Trenggalek Sabet Juara Esai, Paparkan Sukses Ralina Literasi

20 Okt 2026 - 12:37 WIB

Guru MAM Trenggalek Sabet Juara Esai, Paparkan Sukses Ralina Literasi
Trending di Pendidikan