KlikMojok – Empat pendidik berprestasi dari SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) berhasil menorehkan pencapaian gemilang dalam Workshop Inovasi Media Pembelajaran dan Asesmen yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi dan Komunikasi (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo. Keempat guru Miosi ini tidak hanya meraih nilai terbaik pada sesi post-test, tetapi juga membawa pulang doorprize sembako, semakin memeriahkan suasana workshop yang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo.
Secara spesifik, keempat guru Miosi tersebut berhasil mengungguli peserta lain dalam penilaian post-test, sebuah evaluasi akhir dari materi workshop yang intensif. Prestasi ini tidak hanya membuktikan pemahaman mendalam mereka terhadap inovasi pembelajaran dan asesmen, tetapi juga memberikan kejutan manis berupa paket sembako sebagai apresiasi dari panitia Foskam.
Workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik ini merupakan inisiatif dari Forum Silaturahmi dan Komunikasi (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Sidoarjo. Tercatat, sebanyak sebelas sekolah dari lingkungan Muhammadiyah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan penting tersebut, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan profesional guru.
Selama workshop berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan materi komprehensif terkait inovasi media pembelajaran dan asesmen terkini. Setelah sesi penyampaian materi, seluruh peserta diwajibkan mengikuti post-test yang dirancang sebagai instrumen evaluasi akhir untuk mengukur tingkat pemahaman dan penyerapan ilmu yang telah diberikan.
Post-test tersebut terdiri atas 30 butir soal yang secara spesifik dirancang untuk menguji kedalaman pemahaman peserta terhadap seluruh materi workshop. Dari ribuan jawaban yang terkumpul, empat guru dari Miosi berhasil mencatatkan hasil yang sangat membanggakan, menempatkan mereka di jajaran teratas.
Keempat guru berprestasi tersebut adalah Frida Ayu Lestari, S.Pd., Gr., Lailatus Sholichah, S.Pd., Gr., Arzeti Zalza Bilbina, S.Pd., Gr., dan Aida Rokhmania, S.Pd., yang semuanya berasal dari SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.
Secara individu, Frida Ayu Lestari, seorang guru Bahasa Inggris, berhasil meraih nilai sempurna 100, sebuah pencapaian yang luar biasa. Tidak kalah gemilang, Lailatus Sholichah, guru Bahasa Indonesia, membukukan nilai 97.
Selanjutnya, Arzeti Zalza Bilbina, pengajar mata pelajaran PPKn, memperoleh nilai 93. Senada dengan itu, Aida Rokhmania, guru mata pelajaran IPS, juga mencatatkan skor yang sama, yakni 93.
Keunggulan keempat guru Miosi ini tidak hanya terbatas pada perolehan nilai yang tinggi, melainkan juga pada kecepatan mereka dalam menyelesaikan post-test. Mereka tercatat sebagai peserta tercepat, sehingga secara otomatis berhak menerima doorprize spesial yang telah disiapkan oleh panitia workshop.
Kemeriahan suasana workshop semakin terasa puncaknya saat panitia mengumumkan total 17 peserta terbaik dalam pengerjaan post-test. Para peserta yang beruntung ini, termasuk keempat guru Miosi, masing-masing mendapatkan paket sembako sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi mereka.
Paket sembako yang dibagikan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan kopi. Momen pembagian doorprize ini menjadi salah satu bagian paling menarik dan ditunggu-tunggu dalam sesi penutupan workshop yang penuh inspirasi.
Salah satu guru berprestasi, Lailatus Sholichah, mengungkapkan rasa bangganya dan mengaku tidak menyangka akan memperoleh penghargaan berupa doorprize tersebut. “Kami mengikuti kegiatan ini dengan tujuan utama menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi sebagai pendidik,” ujar Lailatus Sholichah, menegaskan motivasi para guru dalam mengikuti workshop.
Menurutnya, perolehan doorprize tersebut merupakan bonus yang sangat menyenangkan sekaligus tidak terduga. Ia juga berharap agar ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dari workshop ini dapat benar-benar bermanfaat serta diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Prestasi gemilang yang ditorehkan oleh keempat guru ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi). Pencapaian ini diharapkan dapat terus memicu semangat belajar dan mengembangkan diri di seluruh lingkungan Miosi, menjadikan sekolah tersebut pusat inovasi pendidikan.












