Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Bayang-bayang Bahaya di Bahu Jalan: Refleksi Tragedi Kecelakaan Maut Tol Ngawi

badge-check

Bayang-bayang Bahaya di Bahu Jalan: Refleksi Tragedi Kecelakaan Maut Tol Ngawi Perbesar

KlikMojok – Pagi itu, Minggu (18/10/2026), rombongan PT Cipta Alas Nusantara Mojokerto bertolak menuju Yogyakarta, membawa serta tawa dan harapan untuk sebuah family gathering. Namun, di kilometer 551 Tol Ngawi, mimpi indah itu hancur berkeping. Sebuah kecelakaan maut di Tol Ngawi, tepatnya di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, merenggut tiga nyawa dan menyisakan luka mendalam bagi puluhan lainnya. Sebuah bus pariwisata yang mengangkut mereka bertabrakan dengan truk Fuso bermuatan triplek, mengubah perjalanan wisata menjadi tragedi yang tak terlupakan.

Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ini berawal dari sebuah truk Fuso yang dikemudikan Yuventius M Jema (31), warga Desa Wolokao, Kecamatan Degalea Nangaroro, Kabupaten Toraja Utara. Truk bermuatan triplek tersebut terpaksa menepi di bahu jalan karena mengalami kerusakan pada ban belakang sebelah kanan. Dalam keheningan dini hari, dua rekan sopir, Alfred Noo (28), warga Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, dan Yoseph Riyanto (24), warga Desa Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, dengan sigap membantu memperbaiki kerusakan. Mereka tak menyadari bahaya laten yang mengintai di balik kesunyian jalan raya, di mana kendaraan yang berhenti bisa menjadi target tak terduga.

Nahas, dari arah Surabaya menuju Yogyakarta, sebuah bus pariwisata yang dikemudikan Eko Wahyudi (45), warga Desa Dalean, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, melaju dengan membawa sekitar 54 penumpang rombongan family gathering. Diduga kehilangan kendali, bus tersebut oleng ke kiri dan menghantam bagian belakang truk Fuso yang terparkir. Benturan keras tak terhindarkan. Tiga nyawa melayang di lokasi kejadian: Alfred Noo dan Yoseph Riyanto, dua rekan sopir truk yang tengah berjuang memperbaiki ban, serta Muhammad Iskhak (43), seorang penumpang bus dari Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Belasan penumpang bus lainnya mengalami luka-luka, termasuk kedua sopir, yang segera dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi, Rumah Sakit At-Tin Husada, dan Rumah Sakit Widodo untuk penanganan medis.

Salah seorang penumpang bus yang beruntung selamat namun mengalami luka, Arya Amada, menceritakan pengalamannya yang traumatis. Ia mengaku sedang terlelap saat kejadian, dan baru tersadar ketika bus tiba-tiba oleng. “Saya tidur, tahu-tahu bus oleng ke kiri. Katanya menghindari kendaraan di depannya, mengerem terus menabrak truk. Dua kenek truk tewas semua, yang tewas tiga orang, satu penumpang bus dan dua kenek truk,” ujar Arya, memberikan gambaran sekilas detik-detik sebelum tabrakan. Kesaksian ini melengkapi keterangan awal yang dihimpun kepolisian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto, membenarkan kejadian ini yang melibatkan bus rombongan wisata dari Mojokerto dan truk Fuso. “Benar terjadi kecelakaan di Tol Ngawi. Kronologi bus dari timur menabrak truk yang tengah berhenti karena mengalami kerusakan bagian ban. Korban luka semua sudah kita bawa ke rumah sakit. Bus rombongan wisata dari Mojokerto tujuan Jogja,” kata Agus. Hingga kini, kedua pengemudi masih menjalani perawatan medis, sementara Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi terus mendalami kronologi dan memastikan penyebab pasti kecelakaan yang merenggut tiga nyawa ini.

Kecelakaan maut di Tol Ngawi ini bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan cerminan rapuhnya keselamatan di jalan raya dan bahaya yang tak terduga. Ia mengingatkan kita akan bahaya laten yang mengintai, terutama bagi kendaraan yang terpaksa berhenti di bahu jalan, serta pentingnya kewaspadaan ekstra bagi pengemudi, terutama di jam-jam rawan seperti dini hari. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, mulai dari operator transportasi, pengemudi, hingga penumpang, untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan pemeliharaan kendaraan. Sebab, di balik setiap perjalanan, ada harapan untuk kembali pulang dengan selamat, bukan menjadi bagian dari kisah duka yang tak terduga.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Asa Berakhir di Kilometer 616: Pelajaran Keselamatan dari Tragedi Suporter PSS Sleman di Tol Madiun

18 Okt 2026 - 12:39 WIB

Ketika Asa Berakhir di Kilometer 616: Pelajaran Keselamatan dari Tragedi Suporter PSS Sleman di Tol Madiun

Prestasi Gemilang: Siswa dan Guru SD Muri Gresik Raih 10 Penghargaan FFU X 2026

18 Okt 2026 - 12:37 WIB

Prestasi Gemilang: Siswa dan Guru SD Muri Gresik Raih 10 Penghargaan FFU X 2026

HIPMI Gresik Dorong Kewirausahaan Siswa Smamdela Melalui Inovasi Minuman Herbal

18 Okt 2026 - 12:37 WIB

HIPMI Gresik Dorong Kewirausahaan Siswa Smamdela Melalui Inovasi Minuman Herbal

Di Balik Antrean BBM yang Mengular: Sebuah Refleksi atas Rantai Pasok Energi Nasional

18 Okt 2026 - 09:44 WIB

Di Balik Antrean BBM yang Mengular: Sebuah Refleksi atas Rantai Pasok Energi Nasional

Dari Ladang Cabai di Pojok Klitih: Kisah Gotong Royong TMMD Jombang Menjaga Ketahanan Pangan Desa

18 Okt 2026 - 09:44 WIB

Dari Ladang Cabai di Pojok Klitih: Kisah Gotong Royong TMMD Jombang Menjaga Ketahanan Pangan Desa
Trending di Pendidikan